Korban Kebangkrutan Celcius Tulis Surat ke Pengadilan: Hanya Untuk Rumah dan Makan Bagi Keluarga Saya

Cryptoharian – Beberapa pelanggan dari pemberi pinjaman kripto Celsius Network, yang mengajukan kebangkrutan awal bulan ini telah menulis surat kepada Pengadilan Pailit (Bankruptcy Court) di Distrik Selatan New York. Mereka berharap dapat mendapatkan kembali dana mereka yang hangus di masa kebangkrutan Celcius ini.

Saat aset digital runtuh, Celsius yang mengatakan memiliki lebih dari 1,7 juta pengguna pada Juni telah menghentikan proses penarikan sejak 12 Juni.

Pemberi pinjaman kripto atau crypto lender sendiri merupakan suatu perusahaan yang memungkinkan konsumen untuk membeli, meminjam, atau menyetor mata uang kripto mereka dan mendapatkan bunga hingga 18.6% per tahun. 

Sebagian besar rekening tabungan pemberi pinjaman besar dalam dolar AS, menawarkan persentase hasil tahunan mendekati 1% atau kurang, menurut Bankrate. 

Melansir dari Marketwatch.com, Celsius memiliki hutang sekitar US$ 1,2 miliar di neracanya. Mereka memiliki total kewajiban untuk membayar US$ 5,5 miliar pada 13 Juli, termasuk lebih dari US$ 4,7 miliar yang terutang kepada pengguna Celsius. Perusahaan ini sendiri diketahui mempunyai total aset US$ 4,3 miliar.

Dalam pengajuan kebangkrutan, Celsius mencatat bahwa pelanggannya mengalihkan kepemilikan kripto mereka ke perusahaan. Hal ini dinilai sebagai sebuah langkah yang menurut para ahli berpotensi mengisyaratkan rencananya, untuk meminta penggunanya diperlakukan sebagai kreditur tanpa jaminan dalam proses kebangkrutan.

Dalam surat kepada pengadilan, banyak pelanggan Celsius mengatakan mereka merasa dibohongi oleh perusahaan dan oleh Alex Mashinsky, yang merupakan kepala eksekutifnya. 

“Setiap hari Jumat acara AMA (Ask Me Anything) di YouTube, Celsius terus memberi tahu orang-orang bahwa mereka lebih baik daripada bank. Selain itu, juga lebih aman dengan pengembalian yang lebih baik. Mereka bilang pada kami bahwa mereka memiliki miliaran uang tunai cair,” tulis Brian Kasper, salah satu pelanggan platform tersebut.

Selain Kasper, Stephen Richardson juga dalam suratnya menulis bahwasanya ia menonton setiap AMA setiap hari Jumat sejak mendaftar. Ia mengklaim dirinya sebagai pelanggan Celsius sejak 2019, dengan kripto senilai lebih dari enam digit di platform.

“Minggu ke minggu, Alex akan berbicara tentang bagaimana Celsius lebih aman daripada bank. mereka seharusnya tidak melakukan rehypothecate dan menggunakan pinjaman cadangan fraksional seperti yang dilakukan bank kepada pengadilan,” tulisnya.

Dirinya mengaku merasa malu dan muak dengan kurangnya transparansi perusahaan, yang mengklaim sebagai open book dan sangat transparan dibandingkan dengan setiap dan semua bank. 

Celsius sendiri diketahui tidak membalas email yang meminta komentar. Mashinsky juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebuah utas media sosial di Reddit muncul sekitar seminggu yang lalu untuk menunjukkan bagaimana klien Celsius dapat menghubungi pengadilan kebangkrutan dan wali amanat. Tidak jelas apakah posting tersebut telah menjadi katalisator surat individu ke pengadilan. 

Flori Ohm, seorang ibu tunggal dari dua anak perempuan yang akan masuk perguruan tinggi tahun depan, juga menulis dalam surat yang menyatakan bahwa ia dan keluarganya sangat terpengaruh baik dalam kesehatan keuangan maupun mental oleh kebangkrutan dan mengunci kripto. 

“Saya selalu memeriksa aplikasi jika kripto milik saya masih ada. Saya tidak bisa fokus pada pekerjaan atau tidur saya. Saya juga membiayai orang tua dan putri saya sendirian. Saya berjuang keras (untuk mencari nafkah),” tulisnya.

Stephen Bralver, pelanggan Celsius lainnya mengatakan dia memiliki kurang dari US$ 1.000 yang tersisa di rekening giro Wells Fargo untuk menghidupi keluarganya setelah Celcius membekukan semua penarikan. Bralver menyerukan pembebasan dananya dari Celsius. 

“ini adalah situasi DARURAT, hanya untuk menjaga atap di atas keluarga saya dan makanan di atas meja mereka,” tulis Bralver.

Tidak hanya itu, dalam sebuah surat yang diajukan pada 21 Juli oleh Sean Moran, seorang penduduk di Irlandia menulis bahwa dia kehilangan tanah pertaniannya. Selain itu, keluarganya kehilangan tempat tinggal karena kebangkrutan Celsius. 

“Keluarga putus asa dengan keputusan saya untuk mempercayai Celcius dan menjanjikan mereka masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam presentasi yang diposting oleh Celsius di situs web kebangkrutannya, perusahaan mengatakan bermaksud untuk memberi pilihan pada pelanggan. Pilihan tersebut yakni, pelanggan dapat memulihkan uang tunai dengan diskon atau tetap menjadi kripto yang ‘panjang’. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.