CryptoHarian

Kupas Tuntas 7 Perbedaan TRC-20 dan ERC-20 dari Fee sampai Kecepatannya

Apa saja perbedaan TRC-20 dan ERC-20? Apakah fee-nya berbeda? Atau kecepatannya yang tak serupa?

Seiring dengan populernya crypto, isu tentang transfer, pembuatan token, dan swap mata uang digital tersebut semakin mengemuka. Apalagi sebagai decentralized currency, kripto selalu membedakan dirinya dari uang fiat yang diregulasi oleh bank sentral.

Hingga saat ini sendiri, terdapat beberapa pilihan standar token yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan tersebut. Dua di antaranya yang akan dibahas di kesempatan ini adalah TRC-20 dan ERC-20.

Namun sebelum membahas secara rinci perbedaan TRC-20 dan ERC-20, yuk sedikit mengulas tentang pengertian token standard dan 2 jenisnya yang sangat populer digunakan ini.

Apa itu Standar Token?

Secara ringkas, token standard bisa diartikan sebagai suatu set aturan yang harus diikuti oleh token dan memengaruhi bagaimana suatu crypto bekerja dan apa saja feature-feature-nya.

Standar inilah yang nantinya juga akan menentukan bagaimana sebuah token baru akan dibuat, diambil, hingga ditransfer ke alamat tertentu.

Selain ERC-20 dan TRC-20, standar token yang banyak digunakan adalah BEP-20. Standar ini dibangun oleh Binance pada tahun 2020.

Token-token yang menggunakan BEP-20 beroperasi pada jaringan Binance Smart Chain yang dikenal cepat, efisien, dan kompatibel dengan berbagai platform. Semua token yang di-build pada jaringan ini pun harus mematuhi aturan BEP-20 tanpa kecuali.

Apa itu TRC-20?

Di atas telah dijelaskan tentang pengertian sederhana standar token. Tentu untuk memahami perbedaan TRC-20 dan ERC-20, Anda juga harus mengerti secara spesifik apa itu TRC-20.

Sederhananya, TRC-20 adalah standar token yang menjadi rangkaian aturan pada jaringan TRON. Semua token yang beroperasi pada jaringan ini harus mengikuti TRC-20.

Dalam sejarahnya, TRC-20 dibuat untuk menyediakan standar yang lebih baik dari ERC-20 terutama pada aspek gas fee dan kecepatan. Hingga hari ini, TRC20 sudah sering diandalkan untuk membuat token baru meski belum mendominasi market.

Kompabilitas antara TRC-20 dan ERC-20 sendiri cukup tinggi karena menggunakan bahasa Solidity yang sama.

Apa itu ERC-20?

Tak afdol bicara perbedaan TRC-20 dan ERC-20 bila belum membahas mengenai ERC-20. ERC-20 pada dasarnya adalah standar token yang dibuat pada tahun 2015.

ERC-20 adalah singkatan dari Ethereum Request for Comment. Sebagaimana namanya, standar ini dibuat untuk jaringan Ethereum yang notabene merupakan crypto kedua paling populer setelah BTC.

Saat ini, standar inilah yang paling banyak digunakan di dunia cryptocurrency. Reputasi ERC20 secara umum sangat baik meski mulai disaingi beberapa standar baru.

Token-token yang menggunakan ERC-20 beroperasi pada jaringan ESC atau Ethereum Smart Contracts. Berbagai transaksi mulai dari pembelian hingga penjualan dapat dilakukan di jaringan tersebut asal sesuai ERC-20.

Ini Dia Perbedaan TRC-20 dan ERC-20

Di atas telah dijelaskan pengertian dasar standar token, TRC20, dan ERC20. Untuk perbedaan di antara dua standar token tersebut, yuk langsung simak pembahasannya di bawah ini.

1. Network dan Alamat

Perbedaan pertama kedua standar ini bisa dilihat dari network yang digunakan. TRC-20 adalah standar untuk token-token yang beroperasi di jaringan TRON. Alamatnya dimulai dengan huruf T dan mekanismenya menggunakan DPoS atau Delegated Proof of Stake.

Sementara itu, ERC-20 adalah standar untuk token-token yang beroperasi di jaringan Ethereum Smart Contracts dan alamatnya dimulai dengan angka 0. Mekanisme yang digunakan adalah PoW atau Proof of Work.

Beberapa token yang menggunakan TRC20 adalah:

  • BTT
  • NOLE
  • WINk

Sementara token yang menggunakan ERC20 adalah:

  • Ziliqa
  • VeChain
  • ICON

2. Kecepatan

Kecepatan adalah salah satu nilai jual cryptocurrency. Hal inilah yang membuat dunia digital, termasuk mata uangnya, lebih menarik dibanding dunia konvensional.

Untuk ERC-20 sendiri, kecepatan transaksi biasanya berkisar di rentang 5 hingga 10 menit. Sementara TRC-20 membutuhkan beberapa detik hingga menit dalam proses penyelesaian transaksinya. Dengan demikian, dari aspek kecepatan TRC-20 lebih unggul.

3. Fee TRC-20 vs ERC-20

Perbedaan TRC-20 dan ERC-20 berikutnya bisa dilihat pada fee atau biaya transaksi. Aspek gas fee sendiri sangat krusial sebab dunia crypto terus mengalami lonjakan transaksi. Bahkan menurut Complyadvantage, pada tahun 2022, transaksi crypto meningkat sebesar 567% dibanding tahun-tahun sebelumnya!

Fee TRC-20 sendiri adalah $2 sementara ERC-20 mencapai $30 pada Juni 2022. Namun pada Februari 2023, dikabarkan biaya gas ERC20 sudah turun ke kisaran harga $10.

Yang perlu dipahami, gas fee bisa berubah dari waktu ke waktu. ERC-20 misalnya sempat mengalami lonjakan gas fee saat crypto boom pada tahun 2018. Namun bila dibandingkan dengan TRC-20, gas fee ERC-20 memang cenderung lebih sering berubah-ubah.

4. Fee Transfer USDT

Baik jaringan TRON dengan standar TRC20 maupun Ethereum Smart Contract dengan ERC20-nya bisa digunakan untuk transaksi USDT. Namun meski nilainya hampir sama, fee transaksi USDT keduanya berbeda dengan ERC-20 menerapkan biaya lebih mahal.

5. Efisiensi

Efisiensi sebuah jaringan dinilai dari kemampuannya melakukan sejumlah transaksi per satuan waktu. Secara umum, jaringan TRON lebih efisien dibanding Ethereum. Sebab jaringan TRON bisa menyelesaikan 2000 transaksi per detik, sementara jaringan Ethereum hanya mampu menyelesaikan 20 transaksi per detik.

6. Keamanan dan Penggunaan

Aspek keamanan juga bisa menjadi poin perbedaan TRC-20 dan ERC-20. Secara umum ERC20 memiliki keamanan lebih tinggi dibanding TRC20. ERC20 juga lebih tua dan lebih banyak digunakan pada berbagai proyek pembuatan token khususnya untuk crowdfunding.

7. Fungsi

ERC-20 mensyaratkan beberapa fungsi berikut ini.

  • TotalSupply: menyediakan informasi tentang jumlah total token. 
  • BalanceOf: menyediakan informasi jumlah aset yang dimiliki owner. 
  • Transfer: menjalankan transfer sejumlah token tertentu ke alamat tertentu.
  • TransferFrom: menjalankan transfer sejumlah token tertentu dari alamat tertentu.
  • Approve: mengizinkan pengguna mengambil token dalam jumlah tertentu dari alamat tertentu. 
  • Allowance: mengembalikan token dalam jumlah tertentu dari spender ke owner. 

Adapun fungsi TRC20 yang dipersyaratkan adalah:

  • TotalSupply: mengembalikan total supply sebuah token.
  • BalanceOf: mengembalikan jumlah token ke akun spesifik.
  • Transfer: mengirimkan sejumlah token ke alamat tertentu.
  • Approve: mengatur pihak ketiga melakukan transfer token dari akun owner.
  • TransferFrom: untuk mengizinkan pihak ketiga mengirimkan token dari seorang owner ke akun penerima. Owner akan dianggap sebagai pihak ketiga.
  • Allowance: mencari informasi jumlah token yang masih ada yang bisa ditransfer oleh pihak ketiga.

Simpulan tentang Perbedaan TRC-20 dan ERC-20

Pada akhirnya, baik TRC20 maupun ERC20 adalah standar token yang bekerja pada jaringan masing-masing. TRC-20 diterapkan pada TRON network, sementara ERC-20 diterapkan pada Ethereum Smart Contracts.

Perbedaan tersebut bagaimanapun juga membuat keduanya tak bisa disamakan dari berbagai aspek. Dari sisi kecepatan, efisiensi, dan fee, TRC-20 jauh lebih unggul. Namun dari segi adopsi dan keamanan, ERC-20 adalah pilihan yang lebih baik.

Singkat kata, dari ulasan perbedaan TRC-20 dan ERC-20 di atas, masing-masing standar token memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi gunakanlah sesuai preferensi Anda. Semoga artikel ini bermanfaat!

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.