CryptoHarian

Lark Davis: Bitcoin Belum Tamat, Target US$ 250 Ribu Masih Mungkin

Cryptoharian – Pasar mata uang kripto saat ini sedang menghadapi tantangan, tetapi investor dan analis Lark Davis yakin bahwa bull run Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara keseluruhan masih jauh dari kata selesai.

Dengan menggunakan data historis dan berbagai indikator teknis, Davis optimis bahwa Bitcoin masih memiliki potensi besar untuk mencatatkan kenaikan signifikan meskipun baru saja mengalami koreksi harga.

Melansir dari coingape.com, setelah keputusan The Fed pada 18 Desember untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, pasar kripto mengalami penurunan tajam. Bitcoin merosot lebih dari 5 persen hingga berada di bawah US$ 94.000, sementara altcoin mencatat kerugian dua digit.

Meski begitu, Davis melihat pola yang mirip dengan siklus pasar sebelumnya, yang memberinya keyakinan bahwa pasar tren positif tetap berlanjut.

Ia membandingkan kondisi ini dengan Desember 2020, ketika Bitcoin mengalami penurunan 12 persen setelah reli besar di kuartal keempat. Setelah koreksi itu, Bitcoin melonjak dari US$ 17.000 menjadi US$ 41.000 dalam 23 hari, kenaikan sebesar 136 persen. Menurut Davis, situasi saat ini sangat mirip, dan peluang kenaikan besar masih terbuka.

Baca Juga: US$ 85.000 Berpotensi Jadi Support Baru Bitcoin Pasca ‘Dihantam’ The Fed

Indikator Teknis Tunjukkan Peluang Kenaikan

Davis menjelaskan bahwa sejumlah indikator teknis mendukung pandangan yang optimis:

1. Relative Strength Index (RSI): RSI bulanan Bitcoin saat ini berada di angka 75-76, yang masih jauh dari angka 90+, yang biasanya muncul saat pasar mencapai puncaknya, seperti pada tahun 2017 dan 2021.

2. Net Unrealized Profit/Loss (NUPL): Metrik ini menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam zona ‘belief’ dan belum memasuki zona ‘euphoria’, yang biasanya menandai puncak pasar.

3. MVRV Z-Score: Indikator ini menilai Bitcoin sebagai undervalued jika dibandingkan dengan puncak siklus sebelumnya.

Hambatan di US$ 100.000 Hanya Sementara

Selain indikator teknis, Davis juga menyoroti pentingnya level retracement Fibonacci, khususnya di angka 1.618. Level ini bertepatan dengan resistensi di angka US$ 100.000, yang juga menjadi level psikologis penting. Davis menganggap bahwa level ini sebagai hambatan sementara, karena tren utama Bitcoin tetap menunjukkan arah naik.

Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar besar, seperti whale, sering kali menempatkan pesanan jual di angka-angka bulat seperti US$ 100.000. Ini menciptakan resisten sementara, tetapi tidak mengubah tren jangka panjang yang bullish.

Melihat ke depan, Davis memproyeksikan bahwa Bitcoin bisa mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti US$ 250.000 atau lebih, pada Maret atau April 2024. Prediksi ini didasarkan pada pola grafik historis, termasuk penyempitan gap pada indikator Pi Cycle Top. Namun, ia juga memperingatkan bahwa koreksi kecil sebesar 10-15 persen mungkin terjadi di sepanjang perjalanan.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.