Manajemen Keuangan Adalah: Pengertian, Tujuan, Dan Fungsi

Berbagai Pengertian dalam Manajemen Keuangan

Apa Yang Dimaksud dengan Manajemen Keuangan?

Secara umum manajemen keuangan dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi. 

Apa Tujuan Dari Manajemen Keuangan?

Manajemen keuangan memiliki tujuan untuk memaksimalkan nilai dari perusahaan agar bernilai tinggi, dengan harapan untuk dapat memiliki nilai jual yang tinggi ketika perusahaan dijual di masa depan.

Apa Fungsi Dari Manejemen Keuangan?

Fungsi dari Manajemen Keuangan bukan hanya untuk sekedar mengatur kegiatan penggunaan uang dalam satu perusahaan, juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan keadaan para pemegang saham.

Menurut Guthman & Dougal, manajemen keuangan adalah aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan, pengumpulan, pengaturan dan penggunaan dana yang akan digunakan dalam sebuah bisnis. 

Menurut J.F. Bradley, manajemen keuangan adalah sebuah bagian dari manajemen bisnis yang khusus mengatur pemakaian modal dengan baik dan berhati – hati dalam penggunaannya yang bertujuan agar pengeluaran yang terjadi menuju kepada arah dan tujuan yang sesuai dengan visi misi perusahaan. 

Menurut Massie, manajemen keuangan adalah aktivitas operasional dari bisnis yang bertanggung jawab untuk mendapatkan dan secara efektif menggunakan dana yang terkumpul untuk kegiatan operasional yang efisien. 

Mengapa Manajemen Keuangan Dibutuhkan di Perusahaan

Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap jenis usaha pasti membutuhkan modal atau dana dalam jumlah berapapun. Baik dengan menggunakan modal kecil ataupun besar, pasti akan ada sesuatu yang akan diinvestasikan untuk kelancaran operasional bisnis.

Namun, tidak jarang kita lihat bisnis baru dengan modal yang cukup kuat namun tidak bertahan lama dan kalah saing dengan bisnis dengan modal seadanya, meskipun pangsa pasar yang dituju masih ramai. Hal ini bisa disebabkan karena manajemen keuangan yang digunakan oleh kedua bisnis tersebut. 

Selain jumlah modal, bagaimana kita mengatur modal itu untuk dapat terpakai dengan maksimal dan efisien akan sangat mempengaruhi kegiatan operasional bisnis kita.

Maka dari itu bagaimana sebuah bisnis mengatur modal dan dana yang diberikan dengan manajemen keuangan sangat perlu diperhatikan.

Dalam mengatur keuangan, sebuah perusahaan biasanya menunjuk satu orang sebagai manajer keuangan. Manajer ini yang akan melihat semua keadaan keuangan dari perusahaan.

Maka dari itu, orang tersebut harus mengetahui segala aktivitas dalam manajemen keuangan.

Selain paham mengenai arus peredaran uang eksternal maupun internal, seorang manajer dari manajemen keuangan harus cerdas dalam menganalisa sumber dana dan penggunaannya untuk mendapatkan hasil yang paling baik bagi sebuah perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Kewirausahaan: Arti, Sifat, Mencari Modal Dan Tips Untuk Memulai

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

Pada sebuah perusahaan kegiatan pengaturan keuangan ini merupakan sebuah hal yang pasti terjadi.

Semua perusahaan atau organisasi membutuhkan dana untuk membeli perlengkapan, menjalankan operasional, membayar supplier, dan berbagai kegiatan lainnya. 

Beberapa ahli percaya bahwa manajemen keuangan hanya menyangkut penyediaan dana finansial. Dana yang disediakan dengan tujuan memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Maka ada beberapa ahli yang hanya berfokus kepada pencarian dana atau sumber daya. Manajemen keuangan ini juga mengatur perjanjian hukum dan perhitungan akuntansi antara perusahaan dan pemberi dana. 

Beberapa ahli lainnya, beranggapan bahwa manajemen keuangan hanya menyangkut masalah uang tunai.

Dikarenakan semua kegiatan operasional usaha menggunakan uang tunai baik secara langsung atau tidak langsung, maka dari itu mereka beranggapan manajemen keuangan harus memperhatikan semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan.

Pandangan ketiga dan yang paling banyak diterima oleh kalangan umum mengenai manajemen keuangan adalah, kegiatan yang mencakup pencarian dana dan penggunaan yang efektif.

Misalkan pada sebuah pabrik, maka fungsi dari manajemen keuangan adalah untuk memastikan tersedianya dana untuk melakukan pembangunan pabrik dan pemasangan mesin, selain itu manajemen keuangan ini juga harus bisa memastikan bahwa hasil yang diberikan sesuai dengan biaya dan risiko. 

Baca Juga: 12 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2019

Tujuan:

Manajemen keuangan memiliki tujuan untuk memaksimalkan nilai dari perusahaan agar bernilai tinggi, dengan harapan untuk dapat memiliki nilai jual yang tinggi ketika perusahaan dijual di masa depan.

Manajemen keuangan juga harus bisa menekan arus peredaran uang agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Apabila dijabarkan lebih lengkap, tujuan dari manajemen keuangan pada perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Memaksimalkan Keuntungan, dengan menggunakan kebijakan yang sesuai dan manajer keuangan yang kompeten, manajemen keuangan akan bisa memberikan keuntungan yang lebih maksimal untuk jangka panjang perusahaan. 
  2. Menjaga arus kas, kegiatan penggunaan dana di perusahaan sudah tidak dapat dihindari. Mulai dari membayar gaji karyawan, sewa gedung, membeli bahan produksi, dan berbagai transaksi lainnya. Karena itu, manajemen keuangan berperan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan arus kas yang terjadi. Hal ini untuk menghindari terjadinya pengeluaran berlebih yang dapat merugikan perusahaan. 
  3. Mempersiapkan Struktur Modal, disini manajer keuangan berperan untuk menyeimbangkan pembiayaan kegiatan dari perusahaan agar sesuai dengan dana yang tersedia.
  4. Memaksimalkan Manfaat keuangan Perusahaan, untuk mencapai keuntungan yang maksimal, bagian manajemen keuangan harus tahu kegiatan mana yang lebih menghasilkan keuntungan bagi perusahaan dan kegiatan yang kurang menguntungkan. Kemudian manajer keuangan harus mengambil keputusan bagian mana yang perlu dihilangkan agar dana yang digunakan bisa dialokasikan untuk mencapai keuntungan yang lebih maksimal.
  5. Mengoptimalkan kekayaan perusahaan, manajer keuangan harus berusaha memberikan keuntungan perusahaan secara baik. Pembagian yang dimaksud adalah deviden yang diterima oleh pemegang saham, dan biaya untuk pengembangan operasional. Dengan manajemen keuangan juga seorang manajer akan berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan karena akan mempengaruhi nilai perusahaan dalam pasar saham. 
  6. Meningkatkan efisiensi, manajemen keuangan yang baik akan dapat mengatur kegiatan dari departemen mana saja yang perlu ditingkatkan. Dengan menggunakan penyaluran dana yang tepat pada departemen yang dibutuhkan, maka efisiensi operasional perusahaan dapat mengalami peningkatan.
  7. Memastikan kelangsungan hidup perusahaan, dengan menggunakan manajemen keuangan diharapkan performa bisnis operasional perusahaan dapat bersaing dengan kompetitif di pasar. Maka dari itu pengambilan keputusan keuangan harus dilakukan dengan hati – hati, agar tidak memberikan hasil yang fatal dan menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan. 
  8. Mengurangi risiko operasional, risiko pada perusahaan merupakan hal yang pasti. Untuk itu manajemen keuangan harus bisa menyusun strategi bagi perusahaan untuk bisa meminimalisir kemungkinan risiko yang terjadi.
  9. Mengurangi biaya modal, manajemen keuangan yang baik akan dapat meminimalisir biaya modal yang dibutuhkan. Hal ini dapat dicapai dengan pengaturan struktur modal dengan teliti dan cerdas oleh manajer keuangan. 

Baca Juga: Pengertian Akuntansi: Definisi, Jurusan, Manfaat Dan Tujuan

Fungsi:

Fungsi dari Manajemen Keuangan bukan hanya untuk sekedar mengatur kegiatan penggunaan uang dalam satu perusahaan, juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan keadaan para pemegang saham.

Penggunaan manajemen keuangan pada umumnya bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi pemegang saham, keuntungan ini dapat berupa peningkatan kekayaan bersih, modal yang ditanamkan dalam perusahaan, dan juga keuntungan dari pertumbuhan dan kegiatan operasional perusahaan. 

Selain itu, manajemen keuangan juga memiliki beberapa fungsi lain. Berikut adalah fungsi lainnya:

  1. Perencanaan Keuangan, kegiatan ini mencakup menyusun rencana dana yang masuk dan estimasi dana yang keluar dalam kegiatan – kegiatan perusahaan dalam satu periode tertentu, termasuk perencanaan arus kas dan rugi laba perusahaan. 
  2. Penganggaran Keuangan, setelah merencanakan kegiatan keuangan secara umum, aktivitas ini menjabarkan dengan lebih terperinci jumlah dana dalam pemasukan dan pengeluaran.
  3. Pengelolaan keuangan, menggunakan dana yang sudah dimiliki perusahaan dengan maksimal, pada aktivitas ini seorang manajer keuangan akan dilihat seberapa cerdas dia dalam mengatur manajemen keuangan sebuah perusahaan. 
  4. Pencarian keuangan, mencari dan memaksimalkan sumber dana yang ada untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sehari – hari. 
  5. Penyimpanan Keuangan, setelah mencari sumber dana dan mengaturnya untuk kegiatan operasional, manajer keuangan juga harus menyimpan dan mengamankan dana yang sudah didapat agar tidak terpakai secara sembarangan.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi dari sistem keuangan yang ada di perusahaan dan melakukan perbaikan apabila diperlukan. Hal ini membantu perusahaan untuk dapat tetap berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan di awal sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan pemeriksaan atau audit internal pada kondisi keuangan perusahaan diperlukan untuk memastikan semua dana yang dimiliki telah digunakan secara tepat dan efisien untuk kemajuan perusahaan. Proses ini juga membantu perusahaan untuk mengetahui apakah penggunaan keuangan dalam perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
  8. Pelaporan keuangan, menyediakan informasi mengenai kondisi terbaru dari keuangan perusahaan. Laporan ini juga nanti akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dari analisa rasio laporan keuangan perusahaan.  

Secara umum, manajemen keuangan berfungsi untuk memastikan dana yang didapat oleh perusahaan dapat digunakan dengan baik dan efisien.

Dan juga memastikan bahwa keuntungan yang didapatkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan resiko yang diambil oleh perusahaan. 

Aktivitas:

Dalam manajemen keuangan, ada tiga aktivitas utama yang perlu diperhatikan;

  1. Aktivitas Penggunaan Dana: disebut juga investment decisions, kegiatan ini digunakan untuk menginvestasikan dana pada berbagai investasi, aktivitas ini terbagi dalam jangka panjang dan jangka pendek;
    • Jangka Panjang, menggunakan dana yang dimiliki dalam aset tetap, seperti membeli tanah, gedung, atau mesin. Aktivitas jangka panjang ini menentukan tujuan akhir finansial dan performa dari bisnis.
    • Jangka Pendek, menggunakan dana untuk aset bergerak, misalnya membeli perlengkapan untuk kegiatan operasional atau menanam deposito dalam suatu bank. Aktivitas ini berpengaruh selain pada performa bisnis juga memiliki pengaruh pada likuiditas perusahaan secara langsung. 
  2. Aktivitas Perolehan Dana: disebut juga sebagai financing decision, kegiatan ini menentukan cara apa yang akan dilakukan perusahaan untuk mendapatkan dana yang akan digunakan. Terdapat dua cara yang dapat digunakan, financial planning dan capital structure.
    • Financial planning, metode ini mengestimasi sumber dana dan penggunaannya dengan melakukan perkiraan dana finansial yang dibutuhkan. Tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan agar dana tersedia pada waktu ingin digunakan. 
    • Capital Structure, metode ini mengidentifikasi sumber dana dan melibatkan keputusan dari sumber di luar perusahaan, metode ini mencari pinjaman dari bank atau investor untuk mengumpulkan dana.
  3. Aktivitas Pengelolaan Dana: disebut juga dengan dividen decision, dimana aktivitas ini akan melakukan pengelolaan dana dengan cara yang paling efisien. Aktivitas ini juga yang akan menentukan bagian mana dari keuntungan yang akan dijadikan dividen bagi pemegang saham. Karena pemegang saham jelas ingin mendapatkan keuntungan yang besar, jelas keputusan dari aktivitas ini sangat rumit, karena dari pihak operasional ingin mempertahankan keuntungan untuk kegiatan operasional. 

Analisis:

Dalam kegiatan manajemen keuangan, seorang manajer keuangan harus dapat menganalisa sumber dana dan juga dana yang dimiliki perusahaan.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui darimana dana diperoleh dan bagaimana penggunaannya. Terdapat dua alat analisis yang dapat digunakan oleh seorang manajer keuangan, yaitu analisis rasio dan proporsional. 

Rasio keuangan sendiri pada umumnya dapat dikelompokan menjadi enam jenis yaitu:

  1. Rasio Likuiditas, rasio ini digunakan dalam manajemen keuangan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
  2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa banyak dana yang didapatkan dari pemilik perusahaan langsung untuk dilihat proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. 
  3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan manajemen keuangan untuk mengukur seberapa efektif penggunaan sumber daya oleh manajemen. Rasio ini membandingkan tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aset yang dimiliki perusahaan.
  4. Rasio Profitabilitas, rasio ini dilakukan dalam manajemen keuangan untuk mengukur efektivitas dari kegiatan manajemen dalam menghasilkan keuntungan dengan penjualan dan investasi dari perusahaan. 
  5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini menunjukan keadaan ekonomi sebuah perusahaan dan posisinya dalam pertumbuhan ekonomi dan industri.
  6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan pengukuran yang paling lengkap dalam manajemen keuangan, dikarenakan rasio ini merupakan cermin dari kombinasi antara pengaruh rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian. 

Baca Juga:Bisnis: 15 Tips Untuk Menjalankan Bisnis Yang Menjanjikan Agar Sukses

Prinsip dasar:

Dalam tugasnya mengatur keuangan sebuah perusahaan, seorang manajer keuangan harus memiliki beberapa prinsip dasar dalam menjalankan manajemen keuangan ini.

Hal ini dibutuhkan agar pengambilan keputusan penting bagi perusahaan memiliki sebuah landasan pola pikir yang kuat. Berikut ini beberapa prinsip yang harus diketahui:

  1. Konsistensi: dalam pengaturan keuangan konsistensi merupakan pertanda bahwa tidak terdapat manipulasi dalam pengelolaan keuangan di perusahaan. Konsistensi ini juga membantu perusahaan untuk menggunakan dana sesuai dengan perencanaan awal agar tidak terjadi pembengkakkan dana. Namun, konsistensi ini juga harus bersifat fleksibel apabila terjadi perubahan struktur atau tujuan pada organisasi.
  2. Kelangsungan Hidup: manajemen keuangan harus dapat menyusun sebuah rencana keuangan dan menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan dapat menjalankan rencana tersebut dan memenuhi kebutuhan keuangannya. Rencana ini disusun dengan tujuan menjaga kondisi keuangan perusahaan, maka dari itu dibutuhkan tanggung jawab untuk dapat menjalankan rencana pengeluaran perusahaan ini agar sesuai rencana dan tidak membahayakan status perusahaan. 
  3. Akuntabilitas: manajemen keuangan harus bisa mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil, termasuk menyebutkan cara pemberian dana, peralatan, dan wewenang dari pihak ketiga. Selain itu penggunaan dana juga harus memiliki pertanggungjawaban untuk apa dan kapan pemakaiannya. Hal ini berguna untuk membangun kepercayaan antara pemberi modal dan perusahaan bahwa semua dana yang didapat dan digunakan, berguna untuk kemajuan perusahaan. 
  4. Transparansi: Manajer keuangan juga harus terbuka mengenai penggunaan dana perusahaan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penggunaan dana untuk kepentingan pribadi atau yang tidak sesuai dengan tujuan perusahaan. Laporan yang akurat dan tepat waktu juga harus bisa disiapkan oleh perusahaan, dimana laporan ini diberikan kepada pihak yang berkepentingan. 
  5. Standar akuntansi: dalam manajemen keuangan, memiliki standar yang umum diketahui dan dipergunakan sangatlah membantu, salah satunya dengan menggunakan standar akuntansi. Hal ini dilakukan agar bagian akuntansi dan apabila diperlukan, konsultan akuntansi dari luar dapat mengolah data perusahaan dengan baik dan mempermudah pekerjaan dari manajemen keuangan.
  6. Pengelolaan: Setiap manajemen keuangan harus dapat mengelola perusahaan dengan baik. Hal ini selain untuk memastikan perusahaan mencapai target dan tujuannya, juga untuk memastikan agar perusahaan tidak mengalami kesulitan yang semestinya bisa dihindari dengan pengelolaan yang rapi dan efisien. 
  7. Integritas: dengan memiliki individu yang berintegritas, perusahaan akan sangat terbantu dalam melakukan kegiatan operasionalnya, terutama dalam kelengkapan dan keakuratan dalam pencatatan keuangan perusahaan.

Manajemen Keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan sebuah perusahaan. Dengan memiliki manajer keuangan yang kompeten, kinerja perusahaan dapat meningkat dan menjadi lebih baik lagi.

Karena dengan manajemen keuangan yang baik, maka perusahaan dapat berjalan dengan lebih optimal dan menghindari risiko dengan dampak signifikan.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar