Masa Depan Suram dan Potensi Aset Kripto di Dunia

Cryptoharian – Aset kripto menjadi tren investasi yang semakin berkembang saat ini. Sayangnya, tren beberapa bulan terakhir justru menimbulkan rasa khawatir bagi investor baru.

Pasalnya, sejumlah aset kripto mengalami kondisi krisis yang membuat sektor tersebut dianggap tidak menjanjikan.

Salah satunya terjadi pada Bitcoin yang hingga saat ini masih terus mengalami turun-naik yang sangat tidak menentuk. Salah satu aset potensial lainnya, TERA LUNA juga mengalami gejolak beberapa waktu lalu.

Namun pengamat aset kripto, Gareth Soloway mengungkapkan hal berbeda atas situasi tersebut. Ia memiliki optimism tinggi pada masa depan aset kripto.

Gareth juga bahkan membandingkan situasi pasar kripto saat ini dengan gejolak tren dot com yang terjadi di akhir tahun 1990-an.

“Saya membandingkan situasi pasar kripto dengan gelembung dot com,” ujar Gareth dalam wawancara yang dilakukan Everyday Crypto di kanal YouTube-nya.

Ia mengajak investor mundur ke era akhir 1990-an hingga awal dekade 2000. Saat itu, publik mengalami gejolak baru dengan tren bisnis yang memanfaatkan protokol internet dan melahirkan sejumlah perusahaan rintisan.

“Kita mengalami skenario serupa pada perusahaan dot com. Ketika sangat banyak pelaku saat itu dan perusahaan serupa hanya berjalan di basement milik orang tua,” ujarnya.

Gareth mengungkapkan bahwa pada masa tersebut perusahaan rintisan melelang sahamnya dengan porsi yang sangat kecil.

“Setiap orang dapat mengamati saham dilelang mulai dari 10-50 sen. Beberapa memasuki angka US$3 di pasar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut melahirkan perusahaan-perusahaan raksasa saat ini. Di saat bersamaan, investor-investor kala itu nyaris tidak memberi respon pada gejolak pasar yang terjadi saat itu.

“Kita juga melihat kripto seperti itu. Terdapat sangat banyak aset. Sekitar 20.000 aset beredar dan bukan merupakan sebuah ekosistem yang sehat,” ujar Gareth.

Pengamat aset kripto tersebut mengungkapkan bahwa jumlah aset yang beredar membuat tidak ada cukup ruang untuk pertumbuhan yang sehat. Ia mengasumsikan hal tersebut sebagai kelebihan populasi dan menghubungkannya dengan teori Darwin.

“Sebuah model bertahan hidup bagi yang paling cocok dalam konteks genetika,” kata Gareth.

Menurut Gareth, kondisi tersebut terjadi secara akurat di pasar kripto saat ini. Hal tersebut juga dapat digunakan investor untuk memperkirakan masa depan pasar kripto.

“Faktanya, kita menyaksikan TERA LUNA, UST, dan Celcius,” ujar Gareth.

Ketiga aset kripto tersebut mengalami gejolak dalam beberapa waktu terakhir. TERA LUNA bahkan mengalami pembatasan dari berbagai layanan exchanger akibat nilainya yang terus merosot.

“Hal tersebut merupakan contoh nyata atas teori yang terjadi dan hal tersebut belum benar-benar berakhir” ujar Gareth melengkapi analisanya.

Gareth memperkirakan hal tersebut sebagai sesuatu yang mutlak di pasar kripto. Ia juga memberikan prediksi bahwa hanya akan tersisa 5-10% aset yang akan beredar dengan stabil di pasar pada masa depan.

“Hal tersebut belum berakhir, menurutku” ujar Gareth. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube