Cryptoharian – Laporan analisa yang dikeluarkan oleh Matrixport pada hari Rabu (4/1/2024) berujung blunder bagi perusahaan layanan aset kripto tersebut. Pasalnya, banyak komentar negatif dari para investor aset Bitcoin (BTC) yang menganggap Matrixport melakukan aksi short selling.
Laporan dari Matrixport tersebut menyatakan bahwasanya Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC) kemungkinan akan menolak persetujuan Bitcoin Spot ETF pada Januari ini, dan baru akan disetujui di kuartal kedua 2024.
Sontak, rilis ini pun membuat harga Bitcoin merosot dibawah angka US$ 43.000, seperti yang dilaporkan oleh tim cryptoharian pada hari Rabu malam.
Berdasarkan pantauan di sosial media X, Mike Alfred yang merupakan investor Bitcoin sekaligus salah satu pemegang saham di Bitdeer pun memposting dugaan short selling yang dilakukan oleh Jihan Wu, pendiri dari perusahaan penambangan kripto Bitdeer dan perusahaan layanan kripto Matrixport
Di platform X, ia menegaskan sikapnya bahwa jika Jihan Wu terbukti melakukan shorting dan manipulasi, maka dirinya akan menjual seluruh kepemilikan sahamnya pada perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, ia pun juga mengajak para followernya yang memiliki saham di Bitdeer untuk ikut serta menjual.
“Jika ternyata dia (Jihan Wu) memang shorting dan memanipulasi pasar, saya akan segera menjual seluruh saham Bitdeer saya, dan Anda lebih baik juga melakukannya,” ungkap Alfred.
Berita Bitcoin: MicroStrategy Raup Cuan Miliaran Dolar dari Bitcoin, Berikut Detilnya!
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Matrixport tersebut merupakan sesuatu yang mencurigakan, mengingat timing dari Bitcoin Spot ETF kabarnya akan disetujui pada bulan ini. Dalam hal ini, Alfred berdalih bahwa postingan ini bukan karena dirinya kesal harga BTC turun, namun karena dia sangat membenci adanya isu miring dan ketidak becusan dari tata kelola perusahaan.
“Aku sangat tidak bisa mentolerir FUD dan ketidakbecusan akan tata kelola perusahaan,” ujarnya.
Klarifikasi Jihan Wu
Sebelum pernyataan dari Alfred ini keluar, Jihan Wu yang merupakan pendiri dari Matrixport telah menyampaikan klarifikasinya di X. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa dirinya sangat tidak menduga laporan tersebut bakal ditulis oleh banyak media. Menurutnya, laporan tersebut ditulis oleh salah satu analis bernama Markus.
“Matrixport beroperasi secara independen. Para analis memberikan pendapat tanpa campur tangan dari tim manajemen,” kata Wu.
Wu menekankan bahwa laporan terbaru sebenarnya ditujukan untuk klien Matrixport, dan penyebarannya yang luas oleh media bukanlah rencana yang telah dipersiapkan oleh Matrixport.
“Jadi laporan tersebut sebenarnya kami tujukan untuk klien Matrixport, bukan untuk publik. Jika laporan tersebut meluas di luar kalangan klien kami, itu sudah diluar kendali perusahaan,” paparnya.
Kendati demikian, Wu memastikan bahwa Matrixport secara konsisten menyarankan klien untuk berhati-hati terhadap risiko dan leverage, mengingat volatilitas pasar yang sangat tinggi. Ia mencatat volatilitas tersebut terlihat dalam biaya pendanaan tinggi di pasar perpetual dan penurunan saham terkait kripto dalam dua hari perdagangan sebelumnya.
Mengenai masa depan Bitcoin, Wu menyatakan keyakinannya bahwa volatilitas saat ini dan ketidakpastian persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin pada Januari 2024 sebenarnya tidak terlalu penting. Ia yakin bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin akan selalu unggul.
“Persetujuan ETF Spot SEC hanyalah masalah waktu, dan hal tersebut akan menarik investasi baru ke Bitcoin. Ini bisa memperkuat posisi BTC sebagai investasi yang aman dan alat lindung nilai risiko yang bahkan lebih baik dari emas,” pungkas Wu.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



