Cryptoharian – Aset Bitcoin yang semakin hari semakin mengalami penurunan, tidak cekup menyurutkan tekad para hodler untuk melepaskannya. Hal ini ditengarai oleh keyakinan pasar bullish dan tumbuhnya minat akan digitalisasi aset.
Berbicara mengenai pergerakan Bitcoin, salah satu analis papan atas di dunia kripto bernama Michael van de Poppe, telah memberikan pernyataan terbarunya di platform X. Dalam postingan yang ia bagikan, tampak bahwa Poppe memperlihatkan grafik dimana BTC sedang mendekati area support penting yang mirip dengan pola pada tahun 2020 lalu.
“Bitcoin berada di area support yang krusial dan mengulangi pola tahun 2020. Pembalikan arah adalah satu permulaan yang besar,” ungkap Poppe.

Selain itu, Poppe juga menyebutkan bahwa dokumentasi S-1 yang telah diubah untuk ETF Ethereum kemungkinan akan dirilis dalam waktu dekat. Dia percaya bahwa jika harga Bitcoin berbalik dari area support tersebut, maka ini akan menjadi awal tren naik yang besar.
“Dokumentasi S-1 yang telah diubah kemungkinan besar akan keluar dalam waktu dekat untuk ETF Ethereum,” ujarnya.
Berita Bitcoin Hari Ini: MicroStrategy Boyong Lagi Bitcoin Senilai US$ 786 Juta
Sementara itu melansir dari dailyhodl.com, analis kripto lain bernama Justin Bennet memperingatkan bahwa Bitcoin bisa saja mengalami kejatuhan lebih lanjut di kisaran US$ 63.000.
“Bitcoin masih bergerak dalam kisaran saat ini, tapi penurunan terbaru dari garis tren Oktober 2023, dikombinasikan dengan ketidakseimbangan pada 26 dan 27 Februari, membuat saya percaya bahwa US$ 52.000-US$ 54.000 bisa menjadi target berikutnya,” kata Bennet.
Menurutnya, banyak likuiditas berada di bawah level US$ 56.500 dan pasar mencari likuiditas.
“Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan adanya kenaikan di atas US$ 72.000 untuk posisi tertinggi. Tapi, untuk saat ini lebih masuk akal jika terjadi penurunan, mengingat grafik BTC dan apa yang terjadi dengan indeks dolar,” paparnya.
Berdasarkan analisa Bennet, Bitcoin dapat turun ke angka US$ 60.751, dan kemudian akan naik lagi ke sekitar level US$ 63.000. Dari sana, harganya kemudian akan jatuh lagi ke angka US$ 54.000.
“Puncak pasar Bitcoin tampaknya berada di kisaran level US$ 65.000 pada grafik bulanan. Ini karena Bitcoin gagal mengubah area tersebut menjadi dukungan setelah beberapa kali mencoba sejak 2021,” tutur Bennet.
Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, mohon simak disclaimer di bawah artikel.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



