Cryptoharian – MicroStrategy, salah satu perusahaan teknologi yang dikenal sebagai pendukung besar Bitcoin (BTC), kembali membeli US$ 27.200 BTC senilai US$ 2,03 miliar antara 31 Oktober hingga 10 November 2024.
“MicroStrategy telah mengakuisisi sebanyak 27.200 BTC seharga US$ 2,03 miliar, dengan harga US$ 74.463 per koin dan telah mencapai BTC Yield sebesar 7,3 persen QTD dan 26,4 persen YTD,” ungkap Michael Saylor, CEO MicroStrategy dalam postingannya di media sosial X.
Saylor menjelaskan, saat ini total kepemilikan BTC MicroStrategy kini mencapai 279.420 BTC atau sekitar US$ 11,9 miliar.
“Hingga 11/10/2024, kami telah memegang sebanyak 279.420 BTC yang diakuisisi seharga US$ 11,9 miliar, untuk US$ 42.692 per bitcoin,” ujarnya.
Baca Juga: Pasar Kripto Melonjak, Pengamat Ini Jelaskan 4 Tahap Bull Market dan Tantangannya
Sementara itu melansir dari coinpedia thecoinrepublic.com, Saylor sebagaimana diketahui telah lama menganggap Bitcoin sebagai investasi jangka panjang yang berharga. Dengan rata-rata harga pembelian di US$ 42.692 perusahaan tersebut memegang Bitcoin pada harga yang jauh di bawah nilai pasar saat ini, yang hampir mencapai US$ 87.000.
Pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy menunjukkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan besar yang melihat Bitcoin sebagai aset cadangan atau lindungi nilai. Lonjakan harga kripto utama tersebut belakangan ini mencapai titik tertinggi sepanjang masa, didorong oleh minat pasar yang besar.
Di platform seperti Deribit, nilai kontrak BTC bahkan sempat menyentuh US$ 90.000 dengan total kontrak sekitar US$ 2,8 miliar.
Meskipun baru-baru ini pendapatan kuartalan MicroStrategy sedikit lebih rendah dari perkiraan (US$ 116 juta dibanding prediksi US$ 122,66 juta), perusahaan tetap berkomitmen pada Bitcoin sebagai investasi jangka panjang.
Strategi 21/21 MicroStrategy untuk Dukung Pembelian BTC
Perusahaan tersebut juga tidak lama ini meluncurkan rencana ’21/21′, yang merupakan strategi penggalangan dana senilai US$ 42 miliar melalui penerbitan saham dan surat utang. Rencana ini akan mendukung strategi pembelian Bitcoin mereka dan mempertahankan posisi perusahaan sebagai pemimpin investasi kripto korporat.
Rencana ini sejalan dengan tren perusahaan yang mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai aset cadangan.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



