MicroStrategy Resmi Beli Bitcoin Tambahan Senilai $ 175 Juta

MicroStrategy resmi membeli tambahan Bitcoin senilai $ 175 juta sebagai aset digital perusahaan yang dipimpin oleh Michael J. Saylor tersebut. MicroStrategy resmi mengakuisisi ratusan juta dolar pada 14 September yang diumumkan Saylor melalui tweet-nya.

“Pada 14 September 2020, MicroStrategy menyelesaikan akuisisi 16.796 Bitcoin tambahan dengan harga pembelian dikisaran $ 175 juta. Sampai saat ini, kami telah membeli total 38.250 Bitcoin dengan harga pembelian gabungan $ 425 juta, termasuk biaya dan pengeluaran,”

Keputusan perusahaan yang terdaftar di NASDAQ ini nampaknya tidak terpengaruh dengan penurunan harga Bitcoin. MicroStrategy menginvestasikan $ 250 juta ke dalam BTC pada bulan Agustus.

Alasan MicroStrategy memilih Bitcoin sebagai dana lindung nilai perusahaan tak lepas karena pandemi Covid-19 telah mendevaluasi fiat. Sehingga, investor di seluruh dunia dibuat dilema untuk memilih dana lindung nilai, emas atau Bitcoin.

Pada saat pers, harga BTC mengalami kenaikan 2% menjadi Rp 163 juta-an.

Michael J. Saylor, CEO MicroStrategy, berkomentar dalam siaran pers:

“Investasi ini mencerminkan keyakinan kami bahwa Bitcoin, sebagai mata uang kripto yang paling banyak digunakan di dunia, adalah penyimpan nilai yang dapat diandalkan dan aset investasi yang menarik dengan potensi apresiasi jangka panjang yang lebih besar daripada menyimpan uang tunai.”

Belakangan, banyak laporan bahwa cryptocurrency, khususnya Bitcoin, menjadi pilihan sebagai lindung nilai yang diinginkan terhadap inflasi ketimbang emas.

Banyak investor mengatakan bahwa Bitcoin adalah emas digital atau emas 2.0.

Langkah MicroStrategy memicu tanggapan CEO Grayscale Investments, Barry Silbert. Dalam sebuah tweet, Silbert mengisyaratkan perlombaan kepemilikan Bitcoin antar 2 perusahaan sudah dimulai.

“Rupanya ada semacam perlombaan pembelian Bitcoin antara MicroStrategy dan @Grayscale. Game dimulai,” cuit Silbert .

Sebagai gambaran, MicroStrategy saat ini memiliki kapitalisasi pasar agregat sebesar $ 1,4 miliar. Ini berarti, investasi mereka sejumlah 38.250 BTC setara dengan 30% dari total kepemilikan perusahaan. Sementara Grayscale, saat ini memiliki lebih dari 350.000 BTC di bawah manajemen perusahaannya.

Dengan adanya perusahaan besar masuk di saat trend bullish, menandakan bahwa harga saat ini masih sangat ‘murah’. Bisa dipastikan bahwa, perusahaan lainnya akan mendorong cadangan kas mereka ke ruang cryptocurrency.

Ini akan membawa harga Bitcoin melonjak lebh tinggi. Sangat mungkin bahwa tahun 2020-2021, ATH Bitcoin (harga tertinggi sepanjang sejarah) akan tercapai. Kita lihat saja.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis