Miliarder Ini Memilih untuk Meninggalkan Ethereum, Kenapa?

Sebuah sentimen yang kurang sedap datang ke Ethereum, yang tampaknya telah dijabarkan dengan cukup serius yang bisa saja mempengaruhi para investor crypto terbesar nomor dua berdasarkan kapitalisasi pasar ini.

Belum lama ini, CEO dari Three Arrows Capital ,Su Zhu, telah menghardik Ethereum dan komunitasnya dalam cuitan yang pedas.

“Ya, saya telah meninggalkan Ethereum meskipun mendukungnya di masa lalu.. Ya Ethereum telah meninggalkan penggunanya meskipun mendukung mereka di masa lalu.. Gagasan duduk-duduk sambil menyentak menonton burning dan meramu tes kemurnian, sementara tidak ada pendatang baru yang mampu membeli jaringan, itu menjijikkan.”

Dari cuitan tersebut terjelaskan bahwa, Su Zhu mengklaim bahwa ia telah secara definitif meninggalkan Ethereum karena betapa eksklusifnya itu bagi pendatang baru.

Zhu mempermasalahkan biaya selangit pada blockchain Ethereum dan keengganan beberapa suara paling berpengaruh dalam komunitas untuk mengatasi masalah itu.

Baca Juga: Prediksi Teknikal 22 November DOGE, SHIB dan RACA

Selama 24 jam terakhir, Zhu juga telah me-retweet berbagai cuitan yang kritis terhadap Ether.

Sebelumnya, alamat Ethereum yang terkait dengan Three Arrows Capital diketahui telah mengirim ETH senilai sekitar $77 juta ke bursa FTX.

Pada awal November, Three Arrows Capital telah diumumkan sebagai salah satu investor di Blizzard, dana baru yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan “Ethereum killer”, Avalanche (AVAX).

Sekedar informasi, harga AVAX telah mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (ATH) di $138. Bersama dengan Solana, Cardano, dan Binance Smart Chain, Avalanche telah diuntungkan dari biaya tinggi Ethereum yang tetap menjadi penghalang utama bagi adopsi blockchain secara luas.  

Zhu, yang memulai perusahaannya bersama dengan teman sekelas SMA-nya, Kyle Davies, adalah salah satu pemegang (investor) crypto terbesar di dunia.

Tentu saja, pernyataan pedas dan sangat langsung ini dikhawatirkan akan memberi dampak besar pada Ethereum, jika para pengikutnya mengamini pandangannya yang memang secara fakta, benar adanya.

Dibandingkan jaringan blokchain lain, Ethereum masih kalah dari sisi biaya dan kecepatan transaksi. Dengan jaringan BSC saja, Ethereum sudah kalah, dimana banyak proyek baru kini lebih memilih BSC sebagai jaringan utama mereka.

Solana dan Cardano pun juga menjadi lawan menjanjikan untuk menjatuhkan Ethereum. Sehingga, selama tidak ada perbaikan di sisi tersebut, Ethereum memang dikhawatirkan tenggelam dalam nama besar. Sulit bersaing dengan layanan yang buruk.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis