CryptoHarian

Miliarder Peter Thiel Buka-Bukaan Soal “Daftar Musuh” yang Menghalangi Kenaikan Bitcoin

Cryptoharian – Dalam sebuah pidato yang berani di konferensi Bitcoin 2022 di Miami, miliarder pendiri PayPal, Peter Thiel telah mengungkapkan “daftar musuh” yang menurutnya menghalangi kenaikan pesat Bitcoin.

Hal ini disampaikan oleh akun Twitter ‘Crypto News Alert’, dimana Thiel menyebutkan secara gamblang siapa saja tokoh dan lembaga terkemuka yang menurutnya menentang mata uang digital tersebut.

“Pada intinya, di daftar ini ada mereka dengan pandangan birokrat tanpa nama dan wajah. Mereka adalah sosok-sosok bayangan yang berusaha mempertahankan status quo dan meredam kekuatan revolusioner Bitcoin,” ungkap Thiel.

Sosok pertama dalam daftar Thiel adalah CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Dalam argumennya, Thiel menampilkan gambar Buffett bersama dua kutipan terkenalnya tentang Bitcoin yang seperti “racun tikus” dan “saya tidak memiliki dan tidak akan pernah membelinya”. 

“Buffett ini semacam kakek sociopathic dari Omaha, tapi dia setidaknya telah mengungkapkan dengan jelas keraguannya tentang Bitcoin,” ujarnya.

Thiel kemudian membahas bias yang ia yakin dimiliki oleh Buffett, dimana salah satu investor kaya tersebut merupakan pendukung sistem mata uang fiat. Dirinya mengindikasikan bahwa bias ini telah menyebabkan penggambaran yang terlalu rumit tentang investasi Bitcoin oleh para manajer keuangan yang mengikuti nasihat Buffett.

Berita Bitcoin: Robert Kiyosaki Masih Setia Dukung Perak dan Bitcoin di Tengah Guncangan Ekonomi

Sorotan kemudian beralih ke Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase. Dalam hal ini, Thiel menyoroti pernyataan Dimon, bahwa Dimon tidak menyebut sebagai mata uang kripto, melainkan sebagai token kripto. 

Thiel menyoroti perbedaan yang dijelaskan oleh Dimon antara mata uang kripto dan token kripto, serta mempertanyakan motivasi di balik nuansa semantik tersebut.

Larry Fink, yang merupakan CEO BlackRock adalah sasaran Thiel selanjutnya. Dalam hal ini, Thiel menampilkan kutipan Fink, yakni “Saya melihat peluang besar dalam mata uang kripto terkait blockchain yang terdigitalisasi dan di situlah menurut saya arahnya.” Thiel mengkategorikan sikap Fink sebagai representatif dari tren lebih luas yang ia sebut sebagai sentimen “pro-blockchain”, namun “anti-Bitcoin”.

Thiel juga menyinggung ranah standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), dan menyebutnya sebagai musuh potensial bagi Bitcoin. Ia menyamakan ESG dengan ‘pabrik kebencian’ dan mempertanyakan motivasi di balik standar tersebut. Tidak hanya itu, ia pun menghubungkan ESG dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

“Dalam era revolusi keuangan ini, penting bagi kita untuk mengenali korelasi antara ESG dan PKT. Ini adalah kekuatan yang berusaha untuk mengendalikan dan membatasi potensi revolusioner Bitcoin,” kata Thiel. 

Pasar Bitcoin yang Jujur dan Gerakan Politisasi

Thiel juga menjelaskan, saat Bitcoin bergerak di sekitar level US$ 43,000, kata-kata Thiel telah memicu sejumlah diskusi tentang peran kriptokurensi sebagai “pasar yang jujur” dan potensinya sebagai gerakan politik.

Baca Juga: SEC Beri Harapan Palsu Kepada ETF Bitcoin Spot, Bitcoin Lanjut Turun?

Dalam pernyataannya, Thiel menyamakan Bitcoin dengan burung camar di tambang emas, mengisyaratkan bahwa pergerakan harga dan perilaku pasar Bitcoin telah berfungsi sebagai penanda tren ekonomi yang lebih luas. 

Ia menarik perhatian pada lonjakan pesat Bitcoin dari US$ 5,000 menjadi US$ 50,000 dalam jangka waktu relatif singkat. Pandangan ini menegaskan potensi Bitcoin sebagai indikator awal pergeseran ekonomi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan moneter dan stabilitas mata uang.

Salah satu pernyataan paling mencolok dari Thiel adalah pernyataan bahwa bank sentral bangkrut dan dunia berada di ambang rezim uang kertas fiat. 

“Ketika pemerintah di seluruh dunia bergumul dengan kebijakan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk paket stimulus besar-besaran dan pelonggaran moneter, ketangguhan dan permintaan Bitcoin berfungsi sebagai bukti perannya sebagai penyimpan nilai terdesentralisasi dan tidak berkedaulatan,” paparnya.

Pandangan Thiel membawa Bitcoin melampaui ranah teknologi dan ekonomi dan masuk ke ranah politik dan perubahan sosial. Ia juga menegaskan bahwa evolusi Bitcoin dan potensinya untuk mencapai harga yang fantastis secara intrinsik terkait dengan keberhasilan atau kegagalan gerakan politik yang lebih luas.

Ia mendorong komunitas Bitcoin untuk mempertimbangkan lawan gerakan dan upaya mereka untuk menghentikan kemajuannya.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.