CryptoHarian

Misteri Peretasan DMM Bitcoin, Jejak Dana US$ 305 Juta Menuju Grup Lazarus

Cryptoharian – Salah satu pertukaran kripto besar di Jepang, yakni DMM Bitcoin telah dilaporkan mengalami peretasan besar-besaran dengan kerugian mencapai US$ 305 juta.

Melansir dari cryptopolitan.com, seorang penyelidik on-chain dengan nama akun X ‘ZachXBT’, menduga Grup Lazarus kemungkinan merupakan dalang di balik serangan ini. Dugaan ini didasarkan pada kesamaan dalam cara pencucian dana yang dicuri.

Dalam penyelidikannya, ZachXBT mengungkap bahwa lebih dari US$ 35 juta dari dana yang dicuri telah dipindahkan ke pasar online bernama Huione Guarantee pada bulan Juli. Pergerakan dana ini menarik perhatian Tether, penerbit stablecoin, yang kemudian memasukkan dompet Tron berisi 29,6 juta USDT ke daftar hitam.

Dompet ini terkait dengan Huione, dan menerima sekitar US$ 14 juta dari peretasan DMM Bitcoin dalam waktu tiga hari saja.

Cara Pencucian Dana

Para peretas menggunakan metode yang sangat canggih dan terencana untuk mencuci dana yang mereka curi. Mereka pertama-tama menyetorkan Bitcoin curian ke dalam mixer, kemudian memindahkannya ke blockchain lain seperti Avalanche dan Ethereum melalui THORchain, Avalanche Bridge, dan Threshold.

Kemudian, dana curian yang sudah masuk mixer itu kemudian ditukar menjadi Tether USDT dan dipindahkan ke jaringan Tron menggunakan SWFT. Dari Tron, USDT dipindahkan ke Huione Guarantee.

Baca Juga: TRM Labs Tuding Kelompok Peretas Korea Utara Jadi Dalang 33 Persen Pencurian Kripto Sepanjang 2023

Polanya, yang melibatkan perpindahan antara berbagai blockchain dan penggunaan mixer, mirip dengan teknik yang digunakan oleh Grup Lazarus.

“Diduga bahwa Grup Lazarus berada di balik peretasan ini karena kesamaan dalam teknik pencucian dan indikator lainnya,” ungkap ZachXBT.

Apa Kaitannya dengan Huione Guarantee

Huione Guarantee telah menjadi platform utama untuk transaksi kripto ilegal. Laporan dari firma keamanan blockchain Elliptic Research menyatakan bahwa pasar ini memfasilitasi miliaran dolar dalam kejahatan terkait kripto. Platform ini, bagian dari Grup Huione Kamboja, sering digunakan oleh penipu di Asia Tenggara.

Elliptic menemukan bahwa dompet kripto yang terkait dengan Huione Guarantee telah memproses setidaknya US$ 11 miliar dalam transaksi selama tiga tahun terakhir. Pedagang di platform ini menawarkan berbagai layanan ilegal, termasuk pencucian uang, pengembangan perangkat lunak berbahaya, dan layanan lainnya yang mendukung penipuan.

Sebagian besar transaksi menggunakan USDT, yang menjadi kripto pilihan untuk aktivitas ilegal ini. Pada tahun 2024 saja, volume transaksi sudah melebihi US$ 3 miliar USDT, menurut Elliptic.

Dampak Peretasan

Tindakan peretas untuk mengonversi BTC menjadi USDT, meskipun berisiko masuk daftar hitam oleh Tether, menunjukkan ketergantungan mereka pada pertukaran over-the-counter (OTC) kecil yang hanya menerima USDT untuk mencairkan aset yang dicuri.

Keputusan ini menunjukkan kerentanan besar dalam ekosistem kripto, di mana stablecoin seperti USDT memainkan peran penting dalam memfasilitasi transaksi ilegal.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.