Momen Penting Kenaikan Nilai Bitcoin, Ada di Bulan Juli 2022

Cryptoharian – Pertengahan tahun 2022 menjadi waktu yang sangat menarik bagi pasar kripto dunia.

Salah satunya dapat diamati melalui penurunan besar yang terjadi pada aset kripto terbesar, Bitcoin. Pengamat telah menyaksikan penurunan besar yang membawa nilai aset tersebut berada di bawah US$20.000.

Pada beberapa titik sebelumnya, Bitcoin juga sempat menurun hingga mendekati nilai tertingginya pada tahun 2017. Nilainya mendekati US$19.500 di sekitar akhir pekan lalu seperti yang terjadi pada pada Desember 2017.

Pengamat aset kripto, Gareth Soloway mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan babak akhir dari Bitcoin.

Dalam wawancara yang dilakukan Everyday Crypto di kalan YouTube-nya, ia mengungkapkan akan terjadinya penurunan lanjutan dan beberapa perkiraan yang menarik tentang masa depan aset kripto tersebut.

“Saya kira ini menjadi batas dari nilai Bitcoin akan menuju titik yang lebih rendah dari kurva sebelumnya,” ujar Gareth.

Analisanya tersebut menempatkan akan adanya potensi penurunan lebih lanjut pada nilai Bitcoin. Aset kripto tersebut saat ini telah berada di posisi sangat rendah disbanding kurva tertingginya pada November 2021 lalu.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi beberapa waktu ke depan akan sangat krusial bagi masa depan Bitcoin. Penguatan nilai aset kripto tersebut berpotensi jadi titik balik.

“Namun menguatnya nilai menjadi hal yang sangat penting. Sebab apabila mata uang kripto tersebut tidak berada kondisi membaik, maka itu menjadi sinyal pelemahan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Analisanya tersebut diikuti dengan sejumlah gambaran cerah tentang Bitcoin dalam beberapa pekan berikutnya.

“Kita berada dalam posisi akhir dari pantulan dalam beberapa pekan. Nilai kripto tersebut diperkirakan kembali pada angka US$25.000.  Atau bahkan dapat mencapai US$28.000,” ujar Gareth.

Namun analisanya tersebut juga dijelaskan sebagai fase awal dari tren penurunan lanjutan yang akan mengikuti. Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendukung analisanya.

“Investor telah melewati pola pembalikan arah (formasi candlestick) yang secara analisis dikategorikan sebagai isyarat penurunan dan saat ini kita telah separuh jalan,” ujar Gareth dalam penjelasannya.

Gareth menerangkan bahwa saat ini pasar kripto berada dalam situasi krusial dan hening. Di saat bersamaan, investor juga dapat mengamati beberapa token lain yang mengalami hal serupa.

“Di sisi lain, kita juga melihat terdapat sejumlah token lainyang mulai melonjak. Salah satunya POLYGON yang memiliki pergerakan besar,” jelasnya.

Ia menggambarkan bahwa POLYGON tampak berhasil menembus permukaan setelah beberapa fase tren penurunan.

“Token tersebut memulai perjalanan dengan nilai sekitar 30 sen,” ujar Gareth.

Ia juga menggambarkan bahwa kenaikan POLYGON saat ini terhitung setara dengan 100% dari nilai awalnya. Gareth menerangkan bahwa kondisi serupa banyak terjadi pada berbagai aset lainnya.

“Token seperti SOLANA menampilkan beberapa penguatan setelah melalui beberapa momen penurunan,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa saat ini Bitcoin masih belum menunjukkan perbaikan yang sebenarnya. Gareth menyambung analisanya dengan asumsi bahwa beberapa token juga mengalami penurunan besar-besaran dan tampaknya hal tersebut menjadi hal lumrah pada pasar kripto.

Garet Soloway juga menarik hubungan potensi kenaikan Bitcoin dengan NASDAQ. Menurutnya, NASDAQ telah membuktikan bahwa ekosistem moeneter mulai bergejolak kembali.

Hal tersebut dianggapnya menjadi sesuatu yang positif bagi Bitcoin. Faktanya, investor akan segera berhadapan dengan Juli yang membuka awal musim liburan. Momen tersebut seringkali menjadi periode akan terjadi banyak pergerakan strategis.

“Saya tidak ragu Bitcoin akan mengalami kenaikan pada pekan-pekan lanjutan dan kembali pada nilai US$25.000,” ujar Gareth.

Hal tersebut diungkapkannya mengacu pada tren bulan Oktober dan November 2021 lalu. Ia menerangkan hal tersebut sebagai salah satu katalis akan hal-hal yang dapat terjadi ke depannya. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube