CryptoHarian

Nintendo Switch Bisa Dipakai Buat Mining Kripto Lho, Ini Caranya!

Cryptoharian – Dalam dunia inovasi kripto yang dinamis, para penggemar sering kali mendorong batas kreativitas untuk memperkenalkan solusi unik. Komunitas Monero (XMR), yang dikenal karena kecenderungannya untuk bereksperimen, baru-baru ini menyaksikan setup yang tidak biasa dari seorang penambang anonim. Eksperimen ini adalah sebuah rig penambangan Monero menggunakan Nintendo Switch.

Nintendo Switch bisa dipakai buat mining kripto? Ya. Melansir dari finbold.com, gambar di bawah ini memperlihatkan interface penambangan Monero pada Nintendo Switch versi 2017, konsol yang pernah menjadi tuan rumah petualangan Super Mario.

Dalam hal ini, penambang anonim tersebut tampak memodifikasi dan memanfaatkan ulang Nintendo Switch untuk penambangan kripto, dengan hash rate sebesar 230 hash per detik (H/s). 
https://finbold.com/app/uploads/2023/11/nintendo-switch-mining-monero-1024x768.jpg

Eksperimen ini direalisasikan oleh RandomX, algoritma penambangan Monero yang dirancang untuk tahan terhadap ASIC. Karakteristik ini memungkinkan para penambang menggunakan perangkat keras sehari-hari seperti CPU sederhana atau perangkat game untuk berpartisipasi dalam proses penambangan, sembari berkontribusi pada keamanan jaringan.

Tantangan Profitabilitas

Meskipun keunikannya dalam menambang Monero dengan Nintendo Switch, kalkulator MinerStat menggambarkan gambaran yang kurang optimis.

Dengan hash rate sebesar 230 H/s, konsumsi daya 6 watt, biaya pool penambangan 1 persen, dan biaya listrik sebesar US$ 0,1 per kWh, setup Nintendo Switch ini jauh dari menguntungkan. Perhitungan menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 770 bulan untuk menambang satu XMR, dengan biaya bulanan sebesar US$ 0,43.

Secara praktis, penambang yang menggunakan setup Nintendo Switch ini akan mengeluarkan sekitar US$ 331 untuk setiap Monero, mewakili premi yang signifikan sebesar 100 persen dibandingkan dengan nilai pasar XMR sebesar US$ 166 pada saat penulisan.

Konsol Pesaing Turut Serta

Menambahkan pada narasi ini, sebuah akun anonim bernama Untraceable di platform X juga melaporkan eksperimen serupa yang melibatkan pesaing Nintendo, yaitu Steam Deck. Dalam inovasinya, Steam Deck mampu mencapai hash rate sebesar 700 H/s dengan konsumsi daya antara 15-22 watt. Namun seperti Nintendo, setup ini ternyata tidak menguntungkan.

Masuknya Konsol dalam Dunia Kripto

Perlu dicatat bahwa banyak penambang Monero melihat aktivitas mereka sebagai cara alternatif untuk memperoleh XMR untuk mata uang fiat daripada bisnis yang menguntungkan. Trend ini telah mendapatkan momentum, terutama di daerah-daerah di mana bursa kripto diatur dengan ketat telah berhenti menawarkan Monero kepada pelanggan mereka.

Namun, ini bukan kali pertama konsol game mencoba peruntungan dalam dunia penambangan kripto. Pada tahun 2021, seorang YouTuber menjadi sorotan media karena menggunakan Nintendo Game Boy untuk menambang Bitcoin (BTC) dengan hash rate yang sederhana sebesar 0,8 H/s.

Seiring dengan terus berkembangnya ruang kripto, eksperimen-eksperimen ini menjadi bukti tekad komunitas untuk menjelajahi jalur-jalur tak konvensional dan mendorong batas-batas kemungkinan dalam dunia mata uang digital.

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.