Cryptoharian – Meskipun harga Bitcoin (BTC) masih bertahan di atas US$ 100.000, tanda-tanda perlambatan mulai muncul dari sisi aktivitas jaringan dan jaringan volume perdagangan. Sejak awal Juni, rata-rata volume perdagangan 30 hari turun ke 5,9 miliar, hanya 7 persen di atas rata-rata tahunan sebesar US$ 5,5 miliar.
Harga Bitcoin berdasarkan data terbaru pada Minggu (6/7/2025) pagi telah bertengger di angka US$ 108.150. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 0,1 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, penurunan volume ini mencerminkan kewaspadaan yang meningkat di kalangan investor, yang kerap menjadi isyarat awal koreksi harga atau periode konsolidasi berkepanjangan.
Melansir dari ambcrypto.com, data dari beberapa bursa menunjukkan tren net outflow yang konsisten, meski sesekali diselingi oleh lonjakan kecil dalam inflow. Pada 5 Juli, tercatat inflow senilai US$ 25,64 juta, namun secara keseluruhan, aset masih lebih banyak ditarik keluar dari bursa.
Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa pemegang besar (whale) lebih memilih aset di dompet pribadi untuk menjual. Di satu sisi, ini bisa dilihat sebagai akumulasi atau sikap bertahan. Namun, ketiadaan inflow besar untuk menyeimbangkan outflow mengindikasikan pasar yang semakin tipis dan beresiko.
Baca Juga: Kenapa Harga Bitcoin Kembali Turun Setelah ke US$110.000?
Salah satu sinyal overvaluasi muncul dari Network Value to Metcalfe Ratio (NVM) yang naik 14,14 persen ke 2,76. Rasio ini membandingkan kapitalisasi pasar dengan aktivitas jaringan, dan lonjakan ini mengindikasikan bahwa harga Bitcoin mungkin melebihi nilai fundamental on-chain.
Ketika NVM meningkat sementara volume dan partisipasi melambat, hal ini mengisyaratkan pembentukan premium spekulatif. Dengan kata lain, Bitcoin saat ini mungkin sedang “terpanas”, namun tidak sepenuhnya ditopang oleh aktivitas jaringan yang sehat.
Data dari Santiment memperkuat sinyal tersebut. Skor divergensi antara harga dan jumlah alamat aktif harian (DAA) jatuh ke -175,79 persen, mencerminkan ketidaksesuaian yang semakin dalam antara lonjakan harga dan keterlibatan pengguna.
Dengan kata lain meskipun harga naik, pertumbuhan pengguna tidak ikut melonjak. Ini bisa mengindikasikan bahwa reli harga saat ini tidak didukung oleh partisipasi organik, yang membuatnya rentan terhadap pembalikan tajam saat sentimen pasar berubah.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


