Cryptoharian – Bitcoin (BTC) saat ini masih berada di kisaran US$ 114.900, pasca koreksi yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, seorang analis kripto dengan nama samaran Orbion menyebut kondisi pasar saat ini sebagai setup paling bullish yang pernah ia lihat.
Dalam rangkaian analisis terbarunya, ia menilai kombinasi faktor makro, teknikal, dan rotasi modal membuka jalan bagi fase puncak siklus kripto, dengan Ethereum dan altcoin sebagai motor utama.
Orbion menekankan bahwa Bitcoin belum kembali mencetak ATH terhadap emas sejak 2021. Hal ini menjadikan logam mulia tetap sebagai benchmark utama aset store-of-value.
“Gap ini bukan kelemahan, melainkan peluang. Setiap siklus, Bitcoin menutup kesenjangan ini lebih cepat, dan biasanya penutupannya berlangsung brutal,” jelasnya.
Orbion menjelaskan, pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole menjadi katalis terbaru. Powell memastikan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada September, mendorong probabilitas FedWatch kembali ke 91 perseb setelah sempat merosot ke 73 persen.
“Easing policy berarti likuiditas segar kembali ke pasar, dan pasar kripto akan jadi penerima manfaat utama,” kata Orbion.
Baca Juga: Ekonom Veteran Peringatkan Koreksi Bitcoin dalam Beberapa Tahun ke Depan
Struktur BTC Masih Bullish
Meski Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$ 102.000 – US$ 115.000, Orbion melihat kelemahan tersebut hanya bersifat sementara.
“Level US$ 100.000 adalah garis psikologis penting. Selama itu bertahan, struktur bullish tetap utuh,” ujarnya.
Menurutnya, ETF dan pembeli institusional masih menjadi mesin inflow jangka panjang, sementara pullback lebih banyak dipicu oleh manuver taktis.
Sementara itu, Ethereum sudah menembus ATH $4.890 dan menjadi pemimpin reli. Narasi seputar staking, ETF flows, dan real-world assets (RWA) menjadikan ETH pusat rotasi modal.
“Ketika ETH outperform, altcoin cenderung mengikuti secara agresif. Data flows sudah mengonfirmasi peralihan modal dari BTC ke alts, inilah pola awal setiap altseason,” tulisnya.
Orbion juga menyoroti chart OTHERS/BTC, yang menunjukkan altcoin berhasil bertahan di support mingguan. Ia menilai, pasar masih jauh dari tanda euforia retail.
“Ketakutan bahwa kita sudah di puncak terlalu dini. Benar-benar puncak baru datang saat mania massal muncul. Saat ini, pullback masih terlihat sehat,” jelasnya.
Ia memperkirakan Oktober bisa menjadi momen puncak siklus. Strategi yang ia gunakan saat ini adalah buy the dips, bukan breakouts. Selain itu gunakan DCA, dan lakukan profit-taking bertahap.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


