Otoritas China Menangkap 109 Anggota Skema Ponzi PlusToken

Otoritas lokal di China telah melakukan penangkapan terhadap 109 orang yang berhubungan dengan proyek ponzi terbesar kripto, Plus Token.

Dari 109 orang tersebut, 27 anggota diduga bagian dari apa yang disebut tim “inti” proyek dan telah melarikan diri ke luar negeri. 82 lainnya dilaporkan adalah anggota “utama”.

Dengan lebih dari 2 juta investor tertipu dengan skema crypto ini, mayoritas korban penipuan ini terkonsentrasi di negara China dan Korea Selatan. Namun, skema ini mempunyai dampak besar pada skala global.

Bahkan, Indonesia tidak luput dari sasaran mereka. Jika anda melihat situs web Plus Token, disarankan untuk tidak mengklik halaman itu.

Penangkapan ini telah mengakhiri apa yang menjadi salah satu Skema Ponzi terbesar di industri cryptocurrency, yang menghindari otoritas hukum sejak 2019, dimana mereka telah menipu investor hingga mencapai miliaran dolar dalam berbagai crypto yang juga telah melukai image dari industri crypto secara global.

Plus Token telah menipu dengan perkiraan jumlah 40 miliar yuan atau sekitar Rp 83 Trilliun, menurut laporan. Sebelumnya, banyak analis memperkirakan mereka menipu sekitar $2.9 miliar atau sekitar Rp 42 Triliun.

Operator dari skema multi-level marketing (MLM) ini diduga telah ‘memata-matai’ investor yang mudah ditipu (dibujuk) dengan menjanjikan mereka pengembalian yang bagus jika mereka berinvestasi dalam token dan, pada gilirannya, mereka akan mengajak orang lain juga untuk berinvestasi demi meraup komisi kecil.

Skema jahat ini terus menyebar bak virus corona, hingga akhirnya menelan banyak sekali korban dan menjadi semacam malapetaka bagi industri crypto itu sendiri.

Baca Juga: Blockchain+Sosial, Attila Memimpin Tren Baru Aplikasi Blockchain

Sekedar informasi, PlusToken diluncurkan pada tahun 2018 sebagai proyek dompet crypto internasional, mengklaim telah didukung oleh tim Korea Selatan serta mantan karyawan Samsung dan Google.

Ini telah dipromosikan secara besar-besaran di seluruh Asia, dan dilaporkan telah memperoleh lebih dari tiga juta pengguna pada Mei 2019.

Banyak analis blockchain secara aktif melacak hasil dari penipuan ini. Pada bulan Maret, Ergo, salah satu perusahaan mengungkapkan bahwa 13 ribu Bitcoin disimpan di dompet yang terkait dengan Plus Token.

Namun, sudah terkirim ke crypto mixer untuk menghapus sejarah transaksi terkait dengan dompet ini.

Banyak penipuan ini-lah, yang membuat Bitcoin atau uang kripto tidak dipercaya oleh banyak orang.

Baca Juga: Bitcoin Lebih Bagus Sebagai Aset Lindung Nilai Daripada Emas.

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis