Otoritas Kazakhstan Canangkan Kenaikan Pajak 400% Untuk Penambangan Crypto

Pemerintah Kazakhstan tengah menaruh perhatian lebih terhadap kegiatan penambangan crypto oleh warganya.

Menurut media lokal, pemerintah Kazakhstan tidak melarang aktivitas crypto tetapi menyampaikan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh setiap penambang. Hal ini disampaikan oleh Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev.

“Saya meminta perhatian Anda sekali lagi : Negara tidak menentang ‘white mining’, tapi mereka yang ingin bekerja di area ini harus memiliki izin, menerima listrik dengan tarif yang memadai, menyampaikan pendapatan dan membayar pajak, serta meluncurkan proyek-proyek energi hijau,” ujarnya.

Terkait pajak, Tokayev lebih lanjut mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan kenaikan pajak untuk listrik yang digunakan penambang crypto.Tokayev juga menyebutkan bahwa para penambang crypto harus mengabaikan tarif listrik yang berlaku saat ini – 1 Tenge per kilowatt-jam atau sekitar $0,0023.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum 9 Februari

Baca Juga: CEO Bigger Entertainment Tawarkan Cara Dongkrak Harga SHIB

“Kami juga akan menaikan pajak pertambangan. Tarif saat ini – 1 Tenge per kilowatt daya – dapat diabaikan. Saya menginstruksikan pemerintah untuk mengerjakan beberapa kenaikan pajak, dan dalam waktu sesingkat mungkit,” katanya.

Fokus Tokayev adalah Negara bisa mengembangkan semacam ‘paket solusi’ untuk mempercepat undang-undangan terkait digital dan cryptocurrency sebaik mungkin, dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Sementara pada pertemuan lain, Wakil Menteri Keuangan Kazakhstan, Marat Sutangaziyev menyebutkan kenaikan tarif pajak listrik akan menjadi 5 Tenge atau setara $0,012 per kilowatt-jam. Artinya, otoritas Kazakhstan mencanangkan kenaikan pajak 400% untuk listrik petambangan crypto.

Menurutnya, rencana untuk memperkenalkan regulasi yang lebih ketat terkait crypto adalah untuk membatasi penggunakan listrik secara illegal sekaligus melibatkan penambang yang sudah ada untuk lebih dengan pemerintahan. 

Sultangaziyev juga menyapaikan pemerintah Kazakhstan akan menerapkan pajak pada peralatan yang digunakan dalam aktivitas penambangan crypto, sama seperti yang diterapkan pada peralatan casino.

Dia mengatakan, “bahkan jika tidak memiliki biaya listrik tapi pada saat yang sama memiliki peralatan pernambangan yang terpasang, itu akan dikenakan pajak dengan cara yang sama seperti untuk casino, ada form seperti itu untuk setiap meja casino terlpas dari kegiatannya.”

Diketahui para penambang crypto di Kazakhstan mengalami berbagai gangguan sejak bulan lalu, seperti pemadaman listrik dan pemutusan koneksi internet oleh pemerintah.

Meski baru-baru ini koneksi internet kembali dipulihkan, tetapi para penambang crypto di Kazakhstan sepertinya perlu melirik negara-negara yang lebih ramah atas aktivitas ini seperti Amerika dan Rusia.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis