Pasar Bearish Guncang Bitcoin, Analis: Holder Akan Babak Belur

Cryptoharian – Pasar Bearish yang melanda kali ini menimbulkan ketakutan tersendiri. Pasalnya, harga Bitcoin (BTC) kini kian mendekati $20.000, ATH di masa lalu lantaran aksi jual yang terus tercipta seiring sentimen global yang kurang mendukung selera risiko.

Analisa dari Glassnode, platform metrik on-chain menyatakan bahwa kondisi pasar kripto memanglah sedang miris dalam beberapa minggu. Analisa tersebut memaparkan untuk pasar Bearish kini masuk ke fase yang lebih dalam dan lebih gelap dibandingkan pasar Bearish di masa lalu.

“Telah banyak aset kripto yang nilainya merosot lebih dari 80%, bahkan 90% sejak bulan November 2021. Hal itu membawa rasa sakit luar biasa kepada para investor, terutama ritel, yang kebanyakan membeli di harga atas,” ungkap analis Glassnode dilansir dari Youtube, Kamis (16/6/2022).

Alih-alih akan segera berakhir, analis Glassnode justru melihat penurunan lebih lanjut akan terjadi, membawa kesakitan lebih pada investor yang mencoba bertahan, atau telah mencoba-coba membeli di harga terendah yang mereka bisa tapi kembali minus.

“Pasar Bears saat ini sedang memasuki fase yang selaras dengan fase terdalam dan tergelap dari penurunan sebelumnya. Pasar, rata-rata, hampir tidak berada di atas basis biayanya, dan bahkan pemegang jangka panjang sekarang sedang dibersihkan dari basis pemegang,” ujarnya.

Dengan kondisi terkini, sentimen pasar cenderung dalam kondisi “Ketakutan Ekstrim”, di mana dalam indeks berada pada angka 7. Selain itu, beragam reaksi pun berdatangan dari komunitas kripto. Sebagian holder masih optimis akan pulih, sementara sebagian holder pesimis dan pasrah.

Peter Brandt, seorang analis dan trader veteran menuliskan cuitan di Twitter bahwa ia juga melihat potensi penurunan lagi pada Bitcoin. Menurutnya nilai masih akan menuju ke $13.000 sebelum menemukan pijakannya kembali untuk upaya pemulihan.

“Berdasarkan pola teknikal dari harga BTC, penurunan masif akan terbentuk sehingga penurunan saat ini masih belum berakhir. Tapi, harga akan mulai menemukan tempatnya untuk pulih setelah bergerak di kisaran level tersebut, yang mungkin menjadi Bottom yang sesungguhnya,” tulis Peter di Twitter, Selasa (14/6/22).

Kendati demikian, hal ini tetap akan bergantung pada sentimen yang ada, termasuk dari kebijakan bank sentral AS terkait sukuk bunga, yang tadi malam dinaikan sebanyak 75 basis poin. Ini menjatuhkan dolar AS dan cukup membawa minat beli di pasar kripto meski belum bisa disebut sebagai “tanda pemulihan”. 

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis