CryptoHarian

Pasca Penurunan Panjang, Apakah Altcoin Siap Masuki Fase Bearish

Cryptoharian – Dalam beberapa hari terakhir, harga Ethereum (ETH) mengalami penurunan dibandingkan dengan pergerekan Bitcoin (BTC). Hal ini lantas memicu kekhawatiran tentang kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Saat ini, harga Ethereum terhadap Bitcoin berada di titik terendah dalam hampir 1.000 hari terakhir, yang mana menjadi pukulan berat bagi para investor. Meskipun Ethereum telah mengalami berbagai peningkatan dan diluncurkan ETF Ethereum, hal tersebut belum mampu memberikan dorongan signifikan.

Namun meski kondisi saat ini terlihat mengkhawatirkan, ada kemungkinan bahwa penurunan ini hanya sementara. Berdasarkan pola sebelumnya, kelemahan pasar mungkin disebabkan oleh faktor musiman, yang dapat segera mendukung kenaikan harga.

Pasar Altcoin, termasuk Ethereum seringkali mengalami kenaikan dan penurunan yang tergantung pada musim tertentu. Seperti contoh yakni Chainlink (LINK), yang biasanya turun nilainya di paruh pertama tahun dan naik di paruh kedua. Dalam 3 tahun terakhir, Chainlink kehilangan lebih dari 60 persen nilainya di enam bulan pertama, namun meningkat lebih dari 1,20 persen di paruh kedua tahun.

Melansir dari cointelegraph.com, faktor lain yang mempengaruhi pasar altcoin adalah injeksi likuditas dari Tiongkok, yang seringkali mengikuti pola enam bulan. Biasanya, likuiditas meningkat di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Februari bertepatan dengan puncak pasar altcoin.

Saat ini, likuiditas global sedang rendah. Namun, ada indikasi bahwa pergerakan likuiditas ini akan segera berubah.

Baca Juga: Bitcoin Naik Menjelang NFP dan Pengumuman FOMC, Bagaimana Pergerakan September?

Tiongkok diperkirakan akan bertepatan dengan kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) untuk meningkatkan ekonominya, yang bisa meningkatkan likuditas pasar global. Di sisi lain, The Fed juga mulai menerapkan QE dan berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September.

Secara teknis, altcoin saat ini sedang menguji ulang level harga lama. Pola ini mirip dengan apa yang terjadi di tahun 2020, dimana altcoin mengalami koreksi besar sementara Bitcoin tetap stabil atau naik.

Kapitalisasi pasar altcoin secara keseluruhan masih turun 50 persen dari puncaknya di tahun 2021. Jika melihat platform altcoin yang dibandingkan dengan Bitcoin, ada tanda-tanda bahwa altcoin kemungkinan akan mengalami lonjakan harga.

Dalam hal ini, pasar menunjukkan adanya perbedaan positif (bullish divergence) dengan dukungan yang kuat, yang bisa berarti bahwa kenaikan besar sedang menanti.

Sementara di pasar kripto, terdapat beberapa altcoin yang saat ini tampak undervalued, atau dihargai lebih rendah dari seharusnya, jika dibandingkan dengan nilai ekosistem mereka.

Contohnya adalah AAVE, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 1,8 miliar (per 3 September), tetapi memiliki nilai sekitar US$ 12 miliar yang terkunci dalam ekosistem.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.