CryptoHarian

Pasca Raih US$ 38.000, Analis Prediksi Bitcoin Bakal Alami Retest di Angka Berikut

Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) telah mengalami kenaikan pada angka US$ 38.671 dalam kurun waktu 24 jam. Kenaikan sebesar 2,70 persen ini dikonfirmasi pada Sabtu (2/12/2023) pagi dari data coinmarketcap.com.

Menanggapi hal ini, seorang analis centang biru di platform X bernama Credibull Crypto, menyatakan bahwasanya Bitcoin bakal alami retest pasca raih US$ 38.000.

“Tidak ada perubahan untuk sekarang. Saya masih melihat US$ 36.500 sebagai titik retest,” ungkap Credibull.

Credibull menyatakan, meskipun Bitcoin saat ini tengah mendekati puncak lokal, ada beberapa indikator yang memunculkan kekhawatiran tentang keberlanjutan reli saat ini. Ia menegaskan bahwa salah satu pengamatan kunci adalah peran utama kontrak berjangka (perps) dalam reli terkini, sementara pedagang spot menjual bersih. 

Diskrepansi ini menunjukkan kurangnya keyakinan dalam pasar, karena pedagang spot umumnya memainkan peran penting dalam menentukan kekuatan suatu reli.

Selain itu, Credibull menyoroti kenaikan pendanaan dan minat terbuka (OI), yang keduanya mencapai puncak lokal baru. Dalam situasi tertentu, faktor-faktor ini mungkin dianggap sebagai tanda positif; namun, analis menekankan bahwa dalam konteks saat ini, mereka tidak ideal untuk breakout yang berkelanjutan.

“Tidak ada satupun yang secara umum ideal untuk terobosan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Bitcoin: Jerome Powell Pidato Malam Ini! Pasar Crypto Menolak Turun

Credibull menyoroti adanya sejumlah likuidasi panjang yang signifikan di bawah level harga saat ini. Menurutnya, sangat mungkin likuidasi panjang ini akan terpicu sebelum breakout yang sebenarnya dapat terjadi.

Sementara itu, analis lain bernama Doctor Profit juga menjelaskan dalam analisis terbarunya, telah terjadi gejolak signifikan pada harga Bitcoin (BTC) yang kini melampaui level US$ 38.500, meninggalkan kisaran 30 hari antara MA20 dan US$ 38.500. 

“Dengan penutupan harian di atas level ini, kita dapat memperkirakan kenaikan menuju kisaran US$ 40.000 – hingga US$ 42.000 dalam waktu dekat,” kata Doctor Profit.

Doctor Profit melaporkan bahwa posisi short untuk lindung nilai telah ditutup pada saat masuk tanpa kerugian dan keuntunga. Namun, spot bags telah sepenuhnya melonjak, sesuai dengan prediksinya.

Profit di kedua sisi transaksi tersebut mencerminkan strategi yang berhasil diimplementasikan oleh Doctor Profit. Dengan kenaikan harga Bitcoin di atas US$ 38.500, rencananya adalah untuk mengamankan keuntungan dari posisi spot, sementara posisi short digunakan untuk melindungi modal tanpa menghasilkan kerugian atau keuntungan tambahan.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.