Cryptoharian – Chainlink (LINK) resmi menembus level psikologis US$ 15, memicu kembalinya sentimen bullish dan membuka peluang untuk reli lanjutan menuju US$ 20. Meski mengalami penurunan ringan sebesar 0,34 persen dalam 24 jam terakhir, struktur teknikal LINK tetap solid, dengan harga terakhir tercatat di US$ 15,82.
Breakout ini bukan sekedar lonjakan harga biasa, melainkan hasil dari tekanan akumulasi yang konsisten dan sinyal kebangkitan aktivitas on-chain. Dengan harga masih bergerak dalam channel naik (ascending channel), skenario kenaikan lebih lanjut tetap terbuka selama momentum bertahan.
Data Spot dan Futures Taker Cumulative Volume Delta (90 hari) menunjukkan dominasi yang jelas dari taker buy – artinya, trader aktif mengeksekusi order beli di pasar. Ini bukan tanda spekulasi sesaat, tapi sinyal kuat bahwa permintaan mengalahkan pasokan.
Melansir dari ambcrypto.com, fakta bahwa tekanan beli muncul bersamaan di pasar spot dan derivatif menambah validitas fundamental dari reli ini. Secara sederhana, ini reli yang digerakkkan oleh keyakinan investor, bukan sekedar FOMO.
Apa yang Mendorong Kenaikan LINK?
Lonjakan harga LINK dibarengi oleh kebangkitan aktivitas jaringan:
- Active Addreseses naik 53,79 persen dalam seminggu terakhir.
- New Addresses tumbuh 9,21 persen.
- Zero Balance Addresses melonjak 90,93 persen.
Kenaikan partisipasi wallet ini menunjukkan fase akumulasi aktif, di mana investor baik lama ataupun baru, kembali percaya pada ekosistem Chainlink. Ini sering kali menjadi fondasi kuat untuk tren naik yang berkelanjutan.
Baca Juga: Analis: BTC Tak Boleh Kembali ke Bawah US$ 109.000 Jika Ingin Lanjut Rally
Di Binance, rasio Long/Short pada akun LINKUSDT tercatat 2,45, dengan 71,03 persen akun dalam posisi long. Ini menunjukkan bahwa mayoritas trader memperkirakan harga akan naik lebih jauh, selaras dengan tren CVD dan pertumbuhan alamat wallet.
Zona US$ 15,5 – US$ 16 Jadi Peluang atau Perangkap?
Peta likuidasi LINK menunjukkan kluster besar antara US$ 15,50 hingga US$ 160, wilayah yang sarat dengan posisi short yang bisa terlikuidasi jika harga menembusnya.
Jika LINK berhasil menembus zona ini, bisa terjadi liquidation cascade, mendorong harga naik lebih tajam lewat forced buyback. Tapi bila gagal menembus, zona ini juga bisa memicu aksi jual jangka pendek.
Saat ini, bulls masih memegang kendali, dengan harga berada tepat di bawah zona rawan ini.
Apakah LINK Siap Menuju US$ 20?
Dengan breakout teknikal yang valid, dukungan kuat dari pasar derivatif, dan lonjakan aktivitas on-chain, semua sinyal mengarah ke satu arah, yakni naik. Jika harga mampu menjadikan area US$ 15,5 – US$ 16 sebagai support baru, LINK berpotensi melaju cepat ke US$ 20.
Kombinasi tekanan beli, pertumbuhan jaringan dan posisi trader yang searah menciptakan momentum yang jarang terjadi, dan para trader sedang memperhatikannya dengan serius.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



