Pemegang Akun Besar Solend Hampir Kacaukan Jaringan, Simak Penjelasannya

Cryptoharian – Solend, yang merupakan protokol pinjaman terdesentralisasi di jaringan Solana, nyaris menghindari 95% deposito SOL di kumpulan pinjamannya dilikuidasi.

Namun, pemegang akun besar yang dikenal sebagai whale hadir dengan jumlah yang sangat besar pada protokol pinjaman dan bertanggung jawab atas sebagian besar koin SOL di dalamnya. 

Akun itu diketahui memiliki pinjaman terutang sebesar US$108 juta senilai US Dollar Coin (USDC) dan Tether (USDT), yang dijaminkan dalam SOL (kripto jaminan Solana). Pinjaman terancam dilikuidasi, lantaran harga SOL telah terjun serendah US$27 pada hari Rabu dan Sabtu minggu lalu.

Bila harga SOL terus turun dan dana sebesar US$21 juta dalam SOL yang menjaminkan pinjaman  mengalami likuidasi, maka Solend hampir tidak menyisakan aset SOL.

Seorang pendiri proyek menyarankan, terburu-buru untuk membeli SOL sebanyak itu dengan harga murah. Hal tersebut bisa saja menghancurkan jaringan Solana senilai $2.6 miliar.

Pada Selasa lalu, protokol mengumumkan bahwa whale telah memindahkan utang USDC senilai $25 juta ke Mango Markets, protokol pinjaman berbasis Solana lainnya. Pemindahan ini berujung pada pengurangan beban Solend, serta mengurangi risiko protokol.

DI awal April, tercatat total dana yang terkunci dalam protokol Solend sendiri ada US$1,4 miliar, yang dipotong menjadi US$725 juta. Hal ini terjadi selama kejatuhan Terra Luna pada bukan Mei.

Dan mengalami penurunan signifikan selama seminggu terakhir. Pada Selasa (21/6/2022) sore pun tercatat sebanuak US$247 juta yang terkunci dalam protokol dan pinjaman terutang $171 juta.

Likuidasi itu disinyalir menjadi bencana bagi Solend. Pasalnya, dengan harga yang terpuruk, maka pasar akan berjuang untuk menyerap SOL senilai $21 juta (atau 20% dari jaminan) yang akan secara otomatis dilikuidasi. Protokol pinjaman akan berisiko kehilangan hampir seluruh kumpulan pinjaman SOL-nya dengan suku bunga yang sangat rendah.

Selain itu, perebutan oleh likuidator dalam pembelian SOL senilai $21 juta untuk harga jual api akan menempatkan jaringan Solana melalui kebijakan pemenangnya. Hal itu ditulis oleh salah satu pendiri solend dengan nama samaran Rooter.

“Ini dapat menyebabkan kekacauan, membebani jaringan Solana. Likuidator akan sangat aktif dan mengirim spam ke fungsi likuidasi, yang telah dikenal sebagai faktor yang menyebabkan Solana turun di masa lalu.” Ungkap Rooter, seperti dilansir dari website decrypt.co, Rabu (22/6/2022).

Setelah meyakinkan peminjam untuk memindahkan sebagian utang mereka ke protokol lain, Solend berhasil mengurangi sebagian eksposurnya. Namun langkah ini tidak menghapusnya keseluruhan masalah, karena peminjam masih berutang $ 84 juta untuk protokol. 

Hari ini, komunitas Solend memilih untuk menyetujui proposal pemberlakuan batas pinjaman US$50 juta per akun. Tidak hanya itu, mereka juga menyesuaikan smart contract (kode komputer yang mengatur protokol pinjaman) sehingga untuk sementara akan melikuidasi 1%, bukan 20%, dari simpanan pada pinjaman yang kurang dikoleksi.

Protokol pinjaman DeFi namanya, portmanteau dari kata “Solana” dan “lend,” yang mulai mencoba menghubungi peminjam minggu lalu, ketika tampak seperti deposit 5.7 juta SOL yang menjamin pinjaman stablecoin $108 juta (US Dollar Coin dan Tether), dapat dilikuidasi jika harga SOL turun menjadi $22.30.

Rooter bahkan memperkenalkan proposal, berlabel “SLND1,” untuk mengendalikan akun. Sehingga, agunan dapat dilikuidasi secara terorganisir dan tidak akan menyumbat (dan berpotensi merusak) jaringan Solana. Namun setelah memberikan suara untuk mendukung rencana itu, komunitas malah membatalkannya.

“Kami telah menerima kritik Anda tentang SLND1 dan cara pelaksanaannya,” tulis tim Solend tentang proposal pembatalan voting setelah menerima umpan balik bahwa 24 jam belum cukup waktu bagi anggota untuk memberikan suara mereka. [im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube