CryptoHarian

Pemerintah Jerman Rugi US$124 Juta Dari Bitcoin

Cryptoharian – Pemerintah negara Jerman, telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambahan sebesar US$ 124 juta dari Bitcoin (BTC) karena menjualnya terlalu cepat.

Kenaikan BTC ini terjadi, pasca negara bagian Saxony gencar melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar. Pada 13 Juli, negara bagian Saxony menyelesaikan penjualan 50.000 BTC yang disita dari situs pembajakan film, movie2k.

Dilansir dari cointelegraph.com, penjualan ini menghasilkan sekitar US$ 2,87 miliar. Tak ayal, pemerintah Jerman pun memberikan keuntungan lebih dari US$ 740 juta dibandingkan biaya akuisisi mereka sebesar US$ 2,13 miliar pada bulan Januari.

Namun, tepat setelah penjualan, harga Bitcoin melonjak sebesar 16,55 persen. Lonjakan ini ternyata dipicu oleh upaya pembunuhan mantan Presiden AS Donald Trump, yang secara tidak terduga meningkatkan peluang pemilihannya kembali pada bulan November.

Peluang Keuntungan yang Hilang

Keputusan pemerintah Saxony untuk menjual Bitcoin pada bulan Juli membuat mereka melewatkan harga puncak Bitcoin pada bulan Maret, saat BTC mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 74.000.

Jika mereka menjual pada saat itu, negara bagian bisa mendapatkan keuntungan US$ 1,5 miliar. Selain itu, penurunan Bitcoin sebesar 12 persen selama penjualan pemerintah Jerman juga menyebabkan keuntungan yang hilang.

Sebagai informasi, Kantor Kejaksaan Umum Dresden memerintahkan penjualan darurat Bitcoin pada bulan Juni. Hal ini, ternyata karena mereka khawatir nilainya bisa turun lebih dari 10 persen.

“Penjualan barang berharga sebelum proses pidana selesai diwajibkan secara hukum jika ada risiko penurunan nilai signifikan sekitar sepuluh persen atau lebih,” ungkap perwakilan Kantor Kejaksaan Umum Dresden.

Baca Juga: Rangkuman Berita Kripto: 2 Koin Meme Favorit Hingga Pemain Hamster Kombat Jadi Target Phising

Kantor Kejaksaan Umum menegaskan bahwa lembaga penegak hukum tidak boleh berspekulasi tentang nilai barang yang disita. Selain itu, penegak hukum juga harus segera menjualnya untuk mengamankan dana bagi proses pidana yang sedang berlangsung.

Menurut mereka, dalam penjualan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Republik Federal Jerman ini, harga pasar yang adil selalu dicapai.

“Selalu ada volume perdagangan yang signifikan di pasar Bitcoin,” tambahnya.

Selama penjualan Bitcoin oleh pemerintah Jerman, permintaan terhadap Bitcoin meningkat di kalangan investor. James Butterfill, yang merupakan seorang peneliti di perusahaan manajemen aset CoinShares, mencatat bahwa Bitcoin mengalami arus masuk mingguan terbesar ke-5 dengan US$ 1,35 miliar.

“Sementara short-bitcoin mencatat arus keluar mingguan terbesar sejak April sebesar US$ 8,6 juta,” kata Butterfill.

Butterfill menyebut, kelemahan harga akibat penjualan Bitcoin oleh pemerintah Jerman dan sentimen investor yang membaik karena inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong peningkatan investasi Bitcoin.

Pengalaman pemerintah Jerman ini berbeda dengan pendekatan negara lain terhadap Bitcoin. Tahun lalu, pemerintah AS menjual sebagian Bitcoin yang disita dari Silk Road.

Sebaliknya, negara seperti El Salvador mengumpulkan BTC sebagai aset cadangan strategis. Baru-baru ini, ada diskusi tentang kemungkinan AS menggunakan Bitcoin untuk cadangan strategis pada tahun 2028.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.