Pendiri Microstrategy Salah Prediksi Bitcoin, Bagaimana Dia Sekarang?

Michael Saylor yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan CEO di MicroStrategy (MSTR), menginvestasikan miliaran dolar AS untuk aset kripto Bitcoin dan menegaskan pertaruhan kekayaannya di aset tersebut.

Pria 57 tahun tersebut sebelumnya pernah mencuri perhatian usai pembawa acara CNBC, Jim Cramer menyinggung keruntuhan MicroStrategy sebagai katalis gelembung dot-com yang booming pada tahun 2000 silam.

Kala itu, saham perusahaan yang ia dirikan tersebut anjlok 62% sehari setelah MicroStrategy mengumumkan adanya kesalahan strategi keuangan yang membuat Saylor rugi US$6 miliar. Pada tahun yang sama, Komisi Sekuritas dan Bursa AS lantas menyelesaikan gugatan keuangan terhadap MicroStrategy, Saylor, dan para eksekutif perusahaan.

MicroStrategy terus berada dalam pengawasan Wall Street selama 20 tahun. Perusahaan besutan Saylor itu bukan tanpa usaha, mereka terus mengembangkan perangkat lunak untuk keperluan bisnis.

Sementara, sang pendiri, Saylor benar-benar menikmati hartanya dengan tinggal di sebuah rumah besar di Miami Beach, Florida, yang terlihat seperti istana kolonial Spanyol.

Jurnalis Coinbase yang belum lama ini mewawancarai Saylor di istananya tersebut mengatakan, rumah Saylor benar-benar megah dengan panel emas dan kertas dinding merah tua di ruang makan. Bahkan, ada sebuah panggung di dekat perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai alat musik.

Seperti kebanyakan konglomerat lainnya, Saylor menambahkan potret dirinya dengan pose pelaut dengan latar belakang kapal pesiar yang menjadi rumah bagi kru.

Alasan Saylor kembali berinvestasi di Bitcoin adalah kekhawatiran terhadap inflasi. Higga pada 2020 lalu, ia memiliki kebijakan untuk menginvestasikan uang tunai MicroStrategy dalam bentuk aset kripto.

Perlahan namun pasti, ia mulai mengalihkan arus kas perusahaan ke Bitcoin. Ia lantas memenuhi kantong para bankir Wall Street dengan menjual utang untuk mengumpulkan uang guna membeli bitcoin.

Secara keseluruhan, MicroStrategy telah menghabiskan sekitar $4 miliar untuk aset digital. Akibat kebijakannya ini, harga saham MicroStrategy kini sangat terpengaruh oleh fluktuasi Bitcoin di Pasar Kripto.

Belakangan, ia semakin dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan pujian setinggi langit untuk Bitcoin. Bahkan, ia memprediksi, Bitcoin akan mencapai nilai US$100 triliun untuk kapitalisasi pasar di masa depan.

 “Setelah secara ilmiah mempelajari segala sesuatu di Bumi, saya menyimpulkan bitcoin adalah lindung nilai inflasi terbaik,” kata dia, dalam sebuah wawancara bersama CoinDesk.

“Kami membeli Bitcoin secepat yang kami bisa dengan uang yang kami miliki. Jika ada memiliki Bitcoin, jangan dijual dan simpan. Belilah kembali jika mampu dan saat Bitcoin mulai merangkak naik, tunggulah (untuk sampai harga tertinggi),” ujarnya lagi.

Sementara ia mabuk dengan Bitcoin, harga saham Microstrategy justru turun signifikan setelah menguat cukup menjanjikan akhir tahun lalu berkat peningkatan nilai BTC.

Pekan ini, Saylor menyerahkan gelar CEO kepada Phong Le, yang sebelumnya menjabat presiden MicroStrategy. Untuk selanjutnya Saylor akan menjabat ketua eksekutif, dan berjanji untuk fokus pada investasi bitcoin. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube