CryptoHarian

Pengertian Kewirausahaan: Arti, Karakteristik, Contoh, Mencari Modal

Apa Itu Pengertian Kewirausahaan?

Kewirausahaan atau yang lebih dikenal dengan istilah entrepreneurship merupakan sebuah kegiatan yang terdiri dari proses merancang, meluncurkan dan menjalankan operasional sebuah bisnis atau usaha.

Apa Saja Karakteristik Kewirausahaan?

Kemampuan Mengelola
Team Building
Kemauan belajar
Berani Beresiko
Komunikator yang baik

Di post ini, saya akan memberi pengertian Kewirausahaan secara lengkap, serta contoh dan mencari modal.

Individu yang melakukan kegiatan ini biasa disebut dengan istilah wirausaha atau entrepreneur. Kata ini diambil dari bahasa Perancis “Entreprende” yang memiliki arti “melakukan”. 

Kewirausahaan ini apabila dijelaskan secara lengkap memiliki definisi sebagai berikut, “kapasitas dan kemauan untuk mengembangkan dan menjalankan sebuah kegiatan bisnis termasuk semua resikonya dengan tujuan mendapatkan keuntungan.”

Meskipun secara umum maksud dari kewirausahaan terfokus pada kegiatan meluncurkan dan menjalankan sebuah bisnis start-up, banyak kegiatan tersebut yang akhirnya harus tutup karena kurang dana, mengambil keputusan bisnis yang buruk, krisis ekonomi, atau kombinasi dari semuanya. 

1.Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Kewirausahaan juga dapat diartikan sebagai sebuah proses oleh individu atau kelompok untuk mengidentifikasi peluang bisnis untuk kemudian mengumpulkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk memperkenalkan bisnis ini kepada publik.

Sedangkan menurut Jean-Baptiste, kewirausahaan adalah memindahkan kegiatan ekonomi dari area dengan produktivitas rendah menuju produktivitas tinggi dengan hasil yang lebih banyak. 

Penggiat kewirausahaan terlepas dari besar kecil kegiatannya, dapat membuat sesuatu yang baru dan berbeda. Dengan kegiatan ini mereka dapat merubah atau menambah nilai dari suatu barang atau kegiatan. 

Dalam menjalankan hal tersebut ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan, pertama perlu ada kesempatan untuk menggabungkan sumber daya untuk dirubah menjadi profit, kedua kegiatan kewirausahaan membutuhkan individu dengan karakter yang berbeda, baik untuk koneksi yang luas atau kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang kesempatan yang ada.

Baca Juga: 99 Usaha Sampingan:Bisnis Modal Kecil Yang Menjanjikan

Ketiga, mengambil resiko merupakan sebuah keharusan. Keempat, proses kewirausahaan membutuhkan pengaturan individu dan sumber daya yang digunakan. 

Konsep ini sempat diabaikan di akhir abad 19 hingga awal abad 20, hingga akhirnya pengertian ini kembali muncul pada akhir 1970.

Di abad 20 ini, pengertian dari kewirausahaan banyak dijelaskan oleh hasil kerja Joseph Schumpeter, seorang ekonom dari Austria bersama dengan ekonom Austria lainnya seperti, Carl Menger, Ludwig Von Mises, dan Friedrich Von Hayek.

Menurut Schumpeter, penggiat wirausaha adalah individu yang mau dan mampu untuk mengubah sebuah ide baru menjadi inovasi yang berhasil. Mereka dianggap sebagai pihak yang mampu menggantikan sebagian atau secara menyeluruh dari inovasi yang kurang bermutu dalam pasar dan industri, juga dalam waktu bersamaan mengembangkan produk dan bisnis model baru.

Banyak yang memiliki anggapan bahwa kegiatan tersebut dapat membawa kemajuan ekonomi, namun anggapan ini sebenarnya merupakan hasil interpretasi dari teori pertumbuhan endogen dan saat ini masih menjadi debat dalam lingkungan ekonom. 

Baca Juga: 17 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2019

2.Sifat dari Penggiat Kewirausahaan

Sifat Kewirausahaan

Dalam menjalankan kegiatan ini, seorang penggiatnya harus memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang berperan sangat penting:

  • Kemampuan Mengelola, seorang pemilik usaha akan berhadapan dengan banyak sekali aspek yang harus dikelola mulai dari modal, aset, dan karyawan. Semua bertujuan untuk memiliki kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, kemampuan mengelola yang baik harus dimiliki untuk dapat menjalankan bisnis dengan efektif dan efisien hingga mendapatkan hasil terbaik.
  • Team Building, seperti pada kemampuan mengelola, bisnis akan berjalan dengan lancar dan memiliki potensi untuk berkembang dengan pesat ketika sang pemilik dapat membangun sebuah tim yang kompak, solid, dan efisien. Membangun sebuah tim bukan hanya sekedar mengumpulkan individu yang bertalenta, namun juga mencari kecocokan chemistry dalam tim yang dibangun.
  • Kemauan belajar, tidak jarang ketika memulai perjalanan bisnis seseorang memakai banyak topi untuk memastikan usahanya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk itu, mereka harus cerdas dalam mencari ilmu yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, bersamaan dengan hal ini sang penggiat juga harus memiliki kemampuan untuk memilah mana saja ilmu yang dibutuhkan dan dapat diaplikasikan dalam berusaha
  • Berani Beresiko, Jangan samakan berani mengambil resiko dengan kenekatan. Seorang pemilik yang baik, sudah memiliki perhitungan tentang peluang perkembangan dari bisnisnya. Berdasarkan estimasi itu, sang wirausaha dapat memutuskan apakah resiko yang akan dihadapi sesuai dengan keberhasilan yang dapat dicapai. Karena banyak individu yang lebih memilih bermain aman dan tidak berani mengambil resiko untuk dapat terjun di bidang yang baru.
  • Komunikator yang baik, seorang wirausahawan harus memiliki gaya komunikasi yang fleksibel. Dia harus bisa menyesuaikan cara komunikasi dengan pemilik modal dengan pembahasan dan gaya berbicara yang berbeda dengan pekerja lapangan, padahal menjelaskan hal yang sama. Hal ini agar kedua pihak dapat mengerti apa tujuan yang harus dicapai. Gaya komunikasi yang cocok juga dapat memberikan dorongan lebih secara moral bagi anggota tim untuk dapat lebih mengerti visi misi dan bekerja dengan lebih baik.

3.Mendanai Kegiatan Kewirausahaan

Mencari Kewirausahaan

Kegiatan bisnis sama seperti kegiatan usaha lainnya, membutuhkan cara untuk membiayainya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencari biaya untuk berusaha,

  1. Sumber daya wirausaha, yang dimaksud dalam sumber daya ini adalah semua aset yang dimiliki oleh pemilik usaha dan digunakan dalam operasional. Sumber daya ini tidak terbatas pada hal yang bisa dilihat seperti, laptop, kendaraan, atau tanah dan gedung. Namun juga dapat merupakan hal yang tak terlihat, misalkan, spesialisasi teknik kerja, struktur organisasi, koneksi yang dimiliki, hingga branding dari bisnis.
  1. Bootstrapping, merupakan kumpulan dari segala bentuk usaha mengumpulkan dana yang dilakukan sendiri dengan tujuan mengurangi jumlah penanaman modal dari investor besar. Memang hal ini terdengar aneh, namun alasan dibaliknya adalah agar menjaga ownership atau kepemilikan dari bisnis tersebut agar tidak terfokus pada mencari keuntungan saja. Karena setelah diberikan investasi dalam jumlah besar oleh perusahaan raksasa, umumnya kegiatan operasional akan diarahkan untuk mencari profit tanpa terlalu memperhatikan nilai – nilai yang ingin dipegang dalam visi dan misi bisnis. 

Dalam metode bootstraping ini, pemilik mengumpulkan modal dari tabungan pribadi, atau melalui pinjaman pribadi dan kartu kredit. Mereka juga meminimalisir pengeluaran dengan menggunakan model coworking atau jasa pekerja lepas, juga dengan meminta termin pembayaran yang lebih panjang kepada supplier atau lebih memilih sistem leasing dibandingkan membeli aset.

Tidak jarang juga membuka bisnis mencakup konsep lean manufacturing, dimana meminimalisir peralatan yang dimiliki perusahaan, atau lean start-up yang memilih untuk memperpendek jangka waktu pengembangan produk dan memasarkan barang yang ramai dicari. 

  • Mencari Investor UKM, penanam modal sekarang ini banyak yang menyasar kegiatan kewirausahaan sebagai sumber investasi, dengan harapan dapat memiliki nasib seperti facebook. Maka dari itu mencari mencari angel investor(individu yang mau menanamkan modal dengan timbal balik berupa convertible debt yang nantinya dapat dijadikan saham kepemilikan) atau Venture Capitalist yang memang memfokuskan penanaman modal pada model usaha kecil dan menengah seperti mayoritas bisnis, menjadi pilihan yang menarik untuk mencari modal namun tetap memiliki kreatifitas yang penuh terhadap kegiatan usahanya.
  • Revenue Based Financing(RBF), model ini juga cukup menarik untuk dijadikan salah satu cara pencarian modal oleh penggiat wirausaha. Metode pencarian modal ini membuat sang investor mendapatkan hasil dari pendapatan kotor bulanan dengan nominal berbeda setiap bulan, sesuai dengan persentase yang sudah disetujui pada awal masa perjanjian. Pada umumnya, penanam modal model RBF ini memiliki target antara tiga hingga lima tahun untuk menggantikan investasi awal yang diberikan. Model ini disebutkan berada diantara pinjaman bank dan angel investor/Venture Capital investor yang membutuhkan yang membutuhkan aset nyata sebagai jaminan dan persentase pembayaran yang tetap setiap bulan, karena Model RBF memiliki persentase pembayaran sesuai dengan pemasukan yang didapatkan.

Baca Juga: 15 Peluang Bisnis Online Modal Kecil Yang Menjanjikan Di 2019




4.Tips Menjalankan Kewirausahaan

4.1. Mempekerjakan Individu yang Tepat

Dalam menjalankan usaha, seorang entrepreneur harus mau dan rela untuk melakukan hal apapun agar berhasil memajukan bisnis yang sedang dibangun.

Untuk mempermudah dan mendapatkan hasil yang terjamin, membangun tim yang baik merupakan kunci.

Cobalah untuk menyusun sebuah tim yang memiliki kemiripan dengan target konsumen bisnis anda, karena mereka akan memiliki pemikiran yang sama dengan calon pelanggan sehingga dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif. 

Carilah anggota tim yang memiliki inisiatif tinggi, sehingga pergerakan perusahaan akan lebih dinamis dan tidak terhambat karena ada bagian yang bekerja dengan ritme yang tidak sesuai.

Selain itu, bangunlah tim yang beragam, karena menurut penelitian dari McKinsey Group, tim dengan anggota lebih beragam memiliki performa yang lebih baik daripada tim beranggotakan individu dengan karakter yang sama.

Keragaman ini juga dapat menjadi penolong bagi bisnis ketika membutuhkan sudut pandang yang berbeda, namun tetap saling menghormati.

Baca Juga:Bisnis: 15 Tips Untuk Menjalankan Bisnis Yang Menjanjikan Agar Sukses

4.2. Bekerja Dalam Tim

Salah satu keunggulan dalam mempunyai usaha sendiri adalah dengan memiliki kebebasan untuk mengatur gaya kerja yang sesuai dengan diri sendiri. Meskipun begitu, seorang pemilik, harus tetap bisa berkomunikasi dengan baik dan memiliki rasa percaya kepada anggota timnya. 

Seperti sebuah ungkapan ‘it takes a village to raise a child’, pemilik juga harus sadar bahwa butuh banyak orang untuk bisa membangun sebuah perusahaan yang berhasil. Sehingga kemampuan untuk bekerja dalam tim sangat direkomendasikan.

Apabila anda merupakan seorang yang lebih fokus bekerja sendiri, coba gunakan jasa pekerja lepas (freelancer) atau bangun tim dengan komunikasi minimal namun efektif. Misalnya dengan model kerja remote working dengan progress meeting setiap seminggu atau dua minggu sekali. 

Bukan hanya sekedar memiliki banyak anggota tim yang kompeten, namun juga kemampuan mendelegasikan yang baik. Sehingga kemampuan delegasi yang baik akan sangat menolong, dengan mendelegasikan pekerjaan, boss juga akan melatih anggota tim untuk bisa menjadi lebih baik dan memiliki hasil pekerjaan yang lebih memuaskan.  

Penggiat usaha juga harus bisa untuk mulai mendelegasikan beberapa pekerjaan yang tidak membutuhkan perhatian langsung. Hal ini berguna agar pemilik tidak terbebani dengan aktifitas yang sepele dan lebih fokus pada kegiatan krusial yang membutuhkan perhatian lebih.

Hal ini memang membutuhkan waktu, coba secara perlahan untuk bisa mengoper beberapa kegiatan seperti pekerjaan administrasi, kemudian berikan pekerjaan dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. 

4.3. Beradaptasi Dengan Cepat

Seperti hidup yang tidak pernah bisa diprediksi 100%, bisnis juga memiliki banyak sekali kejadian yang tidak terprediksi. Sebaik apapun perencanaan kita, selalu ada celah yang luput dari pemikiran kita di awal.

Maka dari itu, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan berpikir dengan cepat. Apalagi jika kejadian yang terjadi bersangkutan dengan masa depan dari bisnis yang dibangun dengan susah payah. 

Kecepatan beradaptasi juga membantu kita untuk menghadapi kompetisi yang muncul dan mengembangkan bisnis kita.

Kita akan terus memperbaharui cara kerja kita, teknik pemasaran, dan hal lainnya, sehingga kita bisa terus bersaing, baik dengan kompetitor ataupun dengan pekerjaan sendiri sehingga menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

4.4. Jangan Takut Gagal

Ketika memulai usaha atau bahkan melakukan adaptasi dengan hal baru bagi perusahaan, akan selalu ada kemungkinan bahwa hasilnya akan selalu 100%.

Namun jangan berkecil hati jika hal ini terjadi, ini merupakan fenomena yang sangat wajar terjadi apalagi pada usaha yang mayoritas memiliki tim dengan skala kecil.

Yang perlu dilakukan saat menghadapi kegagalan adalah jangan menyangkalnya. Banyak yang merasa gagal itu adalah akhir dari segalanya, padahal ini merupakan sebuah pelajaran yang berharga. Akui bahwa terjadi kegagalan dan analisa kejadian tersebut, telusuri aspek mana yang masih belum sesuai dengan ekspektasi atau perencanaan awal.

Setelah mendapatkan hasil penelusurannya, tentukan apakah ada yang dapat memperbaiki kejadian ini atau memang lebih baik untuk memulai aspek yang baru dengan pendekatan yang berbeda.

Gunakan kejadian ini ketika melakukan perencanaan kedepannya, karena bukan tidak mungkin bahwa memang periode penggunaannya masih belum tepat, atau ada beberapa aspek yang masih kurang mendukung.

Usaha dapat bertahan dan berkembang menjadi lebih baik apabila si entrepreneur dapat menghadapi sebuah kegagalan dengan baik. Mereka melihat kegagalan itu sebagai sebuah pengalaman untuk mendapatkan pelajaran yang berharga dan menggunakannya untuk sebagai pelajaran untuk di masa depan. 

Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2019

4.5. Kenali batasan yang dimiliki

Pemilik bisnis akan sangat terbantu apabila dia mengetahui batas kemampuan dirinya. Dengan memiliki pengetahuan ini mereka akan tahu bagian mana yang masih perlu dipelajari agar kegiatan dapat berkembang.

Mereka juga lebih sukarela untuk meminta masukan atau bantuan dari pihak luar, karena dorongan yang besar untuk dapat mengembangkan kegiatannya.

Banyak pemik yang bersikap idealis dan merasa orang lain tidak mengerti maksud dan tujuan dari bisnis-nya.

Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk menerima masukan yang diberikan dari orang lain ketika sedang menghadapi suatu kendala.

Padahal sebagai pemilik yang baik, seharusnya dia bisa menerima masukan yang diberikan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Menjalankan bisnis jelas memiliki tantangan tersendiri yang pastinya unik pada masing – masing bidang.

Untuk itu, membaca kisah para pemilik dapat sangat membantu, baik untuk menyelesaikan masalah yang muncul, memberikan inspirasi ketika sedang buntu, atau bahkan mendorong anda untuk ikut terjun dalam dunia bisnis.

Banyak sekali kisah sukses yang tersedia misalkan saja kisah Jack Dorsey saat membuat Twitter atau Mark Zuckerberg yang berhasil membuat facebook menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar.

Arianna Huffington dari Huffington Post tentang dunia media juga menjadi kisah menarik, mengingat bidang ini memiliki transisi yang cukup besar dari media cetak ke digital.

Bahkan bisa juga mengetahui kisah kewirausahaan non-profit Malala Fund yang dijalankan oleh Malala Yousafzai, untuk membantu sistem edukasi bagi anak perempuan. 

Inspirasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Pastikan anda selalu siap untuk menangkap kesempatan untuk bisa menjadi lebih baik dari diri anda pada saat ini. 

Baca Juga: 6 Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube Untuk Pemula 2019

Baca Juga: Cara Membuat Blog Yang Menghasilkan Uang 2019

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

1 comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement