CryptoHarian

Pengkritik Bitcoin Bergembira Setelah BTC “Hilang” $ 20 Miliar

Bitcoin (BTC) mengalami pergerakan turun yang intens selama dua hari terakhir. Harga turun Rp 20 juta dari Rp 150 juta ke Rp 128 juta.

Pada saat pers, harga melonjak ke Rp 130 juta. Walaupun ada kenaikan, Bitcoin masih berada di keadaan yang genting.

Pengritik Bitcoin yang tidak mengatakan apa-apa beberapa bulan terakhir akhirnya beraksi kembali.

Beberapa mencatat bahwa gerakan terbaru ini menjelaskan bahwa Bitcoin adalah “scam” dan penuh dengan manipulasi. Namun, mereka tidak melihat bagian integral dari data yang merupakan kunci untuk memahami kinerja jangka menengah cryptocurrency ini.

Crypto utama ini telah berusaha untuk masuk ke wilayah harga lima digit ($10.000) pada beberapa kesempatan selama beberapa hari terakhir.

Meskipun BTC tidak dapat menembus di wilayah ini, BTC tidak pernah menghadapi rejeksi cepat pada level ini sebelumnya.

Rejeksi cepat ini mungkin akan membuat harga semakin turun.

Kritik

Bitcoin memiliki kritik yang banyak, dan dua yang paling vokal telah mengambil kemunduran terbarunya sebagai kesempatan untuk menumpahkan kebencian pada aset digital.

Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin Di Indonesia Dan Luar Negeri

Baca Juga: 30 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

Baca Juga: Pasca Halving, BTC Bukannya Naik, Malah Turun. Apakah Bisa Naik Lagi?

Ekonom Nouriel Roubini menyatakan bahwa penurunan 15% yang terlihat kemarin membuktikan bahwa Bitcoin adalah “penipuan total.”

“Bitcoin turun 15% dalam 7 menit walaupun TIDAK ada berita: pasar yang dikontrol, dimanipulasi, dan dikendalikan oleh whale di mana sebagian besar transaksi (90%) volume adalah palsu karena pertukaran berpura-pura memiliki likuiditas yang tidak mereka miliki. Pump besar & Dump, spoofing, front running, wash trading! Penipuan Total!”

Peter Schiff, yang pernah memprediksi harga BTC akan menjadi $.1000, juga menggemakan sentimen ini, menjelaskan bahwa penurunan crypto adalah hasil dari investor menarik dana keluar karena hype memecah belah momen Hlaving.

“Sepertinya beberapa spekulator Bitcoin yang membeli untuk mengantisipasi Halving, tidak menunggu fakta sebenarnya untuk mulai menjual. Karena semakin banyak penjual, pada saat fakta itu terjadi, keuntungan yang diharapkan dari orang yang membeli rumor itu akhirnya hilang.”

Meskipun penurunan tajam semalam, cryptocurrency ini masih merupakan salah satu aset dengan kinerja terbaik pada tahun 2020, dengan memimpin 7% atas emas dan hampir 30% memimpin atas S&P 500.

Karena kekuatan teknikal dan fundamentalnya selama periode jangka menengah terus tumbuh, ada kecenderungan bahwa trend ini akan bertahan sepanjang tahun ke depan. Kita lihat saja.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement

Advertisement