CryptoHarian

‘Perang’ Perspektif Bull dan Bear Saat Bitcoin Makin Bikin Pasar Berdebar

Cryptoharian – Bitcoin (BTC), mata uang kripto utama yang saat ini sedang berada dalam fase pemulihan telah menarik perhatian dari kalangan investor kecil hingga besar. Akan tetapi pergerakan naik-turun ini membuat banyak analis ‘perang’ opini, dengan satu sisi memperkirakan adanya kenaikan dan di sisi lain melihat adanya penurunan.

Salah satu prediksi datang dari Ash Crypto, seorang analis pasar kripto yang populer di sosial media X. Dalam pandangannya yang bullish, Ash meyakini bahwa Bitcoin berpeluang mencapai harga US$ 100.000 pada awal 2025. Prediksi ini didasarkan pada pola grafik bull flag yang sedang terbentuk pada grafik bulanan Bitcoin.

Sekilas informasi, bull flag merupakan sebuah pola grafik yang sering muncul saat tren harga naik. Pola ini sering terjadi ketika harga bergerak naik tajam, lalu diikuti oleh periode konsolidasi atau gerakan mendatar yang lebih stabil.

“Pola ini pernah muncul sebelumnya di Bitcoin, yaitu pada tahun 2016 dan 2020,” ungkap Ash.

Pada penjelasannya, Ash menyoroti:

1. Bull Flag 2016: Setelah breakout, harga Bitcoin mengalami lonjakan hingga 4.900 persen yang memicu kenaikan besar di pasar kripto.

2. Bull Flag 2020: Pola yang serupa terjadi dan mendorong harga Bitcoin naik sebesar 666 persen, hingga mencapai rekor tertinggi di atas US$ 60.000 pada bull market 2020-2021.

“Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 37.000. Jika Bitcoin berhasil menembus level harga kunci US$ 70.500, maka ada potensi penembusan ke US$ 100.000 pada awal 2025,” ujarnya.

Baca Juga: Apakah Pemilu AS dan ETF Bisa Gendong Bitcoin ke US$ 100.000?

Sementara itu analis lain bernama Toni Ghinea yang hingga kini masih berpegang teguh pada pandangan bearish, menyatakan bahwa meskipun harga Bitcoin saat ini sedang naik, hal tersebut untuk memberikan ‘likuiditas keluar’ bagi para pemegang besar yang ingin menjual aset mereka.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa timing atau waktu terbaik untuk melakukan short di kuartal keempat ini adalah saat harga Bitcoin mencapai di atas US$ 67.000 hingga US$ 68.000.

“Apakah akan melewati harga tertinggi sepanjang masa? 100 persen. Tidak,” kata Ghinea.

Menurutnya, lonjakan harga ini merupakan jebakan seperti yang terjadi dalam enam bulan terakhir. Pergerakan harga ini, tidak akan bertahan lama dan investor perlu berhati-hati.

Selain itu, dirinya juga membahas soal isu Bitcoin ETF yang sedang ramai dibahas. Banyak orang berharap bahwa Bitcoin ETF dapat mendorong harga naik, namun Ghinea menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan berdampak besar pada harga Bitcoin.

“Semua akan sama seperti setiap pergerakan selama 6 bulan lalu. Harga berada di bawah ATH 2021. Bahkan ETF pun tidak akan berdampak besar pada pergerakan, dan ada beberapa hal lain yang lebih mendesak,” pungkas Ghinea.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.