CryptoHarian

Perbedaan Yang Perlu Anda Ketahui Antara Ethereum, EOS dan TRON

Kompetisi di industri crypto sangat ketat. Seiring waktu, ribuan koin crypto telah muncul dan selalu memperbarui software mereka untuk mengalahkan pesaing lainnya. Karena banyak cryptocurrency di pasar, sangat sulit untuk investor baru untuk memutuskan di mana cryptocurrency ia harus berinvestasi.

Karena keputusan yang salah dapat menyebabkan kehilangan semua uang yang anda investasikan.

Dalam artikel ini, kita akan memperbandingkan tige cryptocurrency yang terkenal: Ethereum, EOS dan Tron.

1. Sejarah

Ethereum pertama kali diusulkan oleh seorang programmer Vitalik Buterin pada akhir 2013, tetapi benar-benar menjadi kenyataan pada 30 Juli 2015, dengan kontribusi besar sekitar 3/4 dari total pasokan pada tahun 2018.

Di sisi lain, yayasan EOS diusulkan pada tahun 2017 dan keberadaannya di pasar crypto dirilias pada 1 Juni 2018, sebagai software yang bersifat open source.

Pondasi Tron dibuat pada bulan September 2017 oleh Justin Sun dan dirilis di bulan Juni 2018 di mainnet.

Jadi, Ethereum adalah yang tertua, sedangkan EOS dan TRON bisa dibilang datang bersamaan di industri cryptocurrency.

2.Posisi dan harga di pasar

Ethereum adalah pemegang total market cap kedua terbesar di industri crypto, hanya diungguli oleh Bitcoin. Nilai saat ini dari 1 Ethereum adalah Rp 1,477,618. Kapitalisasi pasar Ethereum adalah $12,250 juta dan menempati sekitar 10,5 persen dari industri crypto. BTC masih mendominasi sekitar 60 persen.

EOS, koin baru dipasar, menduduki 1,91 persen dari total cryptocurrency dan kapitalisasi pasar EOS adalah $2,216 juta. Pada saat pers, harga EOS berada di posisi Rp 31,678.

TRON tertinggal jauh dari dua koin diatas. Tron hanya menempati 1,66 persen dari ruang cryptocurrency dan memiliki kapitalisasi pasar $1,9 juta. Harga TRON pada saat ini terkesan murah,Rp 385.

Ethereum masih menang dibidang ini.

Baca Juga: 13 Ide Bisnis Online Tanpa Modal Besar Yang Menjanjikan Di 2019

3.Mekanisme

Ethereum fokus pada pembangunan aplikasi terdesentralisasi (Dapps) dan juga bertujuan untuk mempercepat sesuatu dengan aplikasi smart contracts.

EOS, ini terlihat dalam bidang cara yang mudah dan efisien untuk memperdagangkan aset. Algoritma fokus di sekitar delegasi (biasanya berjumlah 21). Delegasi ini mengambil bagian dalam konfirmasi blok.

Sementara, mekanisme TRON yang bersifat konsensus bekerja dengan cara di mana 21 supernode bertanggung jawab untuk mengelola seluruh perusahaan. Supernode tersebut dipilih oleh pemegang token TRX. Singkatnya, TRON bertujuan untuk menggunakan blockchain untuk web interface di masa depan.

Susah untuk memutuskan siapa yang menang dalam hal ini, ketiga koin tersebut mempunyai visi dan misi yang dapat mencerahkan masa depan blockchain.

Baca Juga: Thailand Menerima Empat Pertukaran Cryptocurrency Baru

4.Persaingan

Ethereum telah mendominasi pasar untuk waktu yang sangat lama. Tetapi, koin baru seperti EOS dan Tron membawa teknologi baru untuk menyaingi Ethereum. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ethereum sudah lama mendominasi Dapps dan sudah bisa dipastikan Ethereum akan selalu mengembangkan teknologi mereka. Contohnya dengan update-update seperti Contantinople dan Ethereum 2.0.

EOS, di sisi lain, memberikan persaingan yang sulit bagi Ethereum. Ini bertujuan untuk bekerja di bidang sama dengan Ethereum. EOS menciptakan setiap fasilitas yang disediakan Ethereum dengan harga lebih murah dan lebih cepat.

Tron mempunyai pasar sendiri, tidak seperti Ethereum dan EOS. Koin ini berfokus pada pengembang web interface yang terdesentralisasi di ruang crypto.

Perlu dicatat bahwa kedua koin EOS dan Tron menggunakan teknologi Ethereum ketika ditemukan. Namun, telah berubah secara signifikan sekarang.

 

Ikuti Cryptoharian Di:
Avatar

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: