Platform Koong World Gunakan NFT untuk Perlindungan Hak Cipta Musik

Platform berbagi musik asal Korea Selatan, Koong World, berfokus pada penggunaan tokenisasi, alias NFT (token non-fungible), untuk perlindungan hak cipta dari musik di dalamnya.

Dengan tokenisasi ini, para musisi tidak perlu khawatir lagi untuk memasang karya mereka di platform karena pelanggaran hak cipta akan benar-benar dijauhi dari platform ini.

Bukan tanpa alasan, Koong World saat ini telah mengantongi pendaftaran resmi dari Kantor Kekayaan Intelektual Korsel, dengan deskripsi umum “Metode penyediaan layanan yang melakukan server platform musik menggunakan NFT berdasarkan blockchain.”

Kim Han-jo, direktur musik dan CEO Koong World, menanggapi pendaftaran ini:

“Paten ini menandai dimulainya perlindungan hak cipta di pasar musik yang terkenal.”

Koong World pun telah menjadi andalan para musisi di negeri K-Pop tersebut sejak tahun 2021, dengan membagikan 80 persen royalti secara bersih ke musisi yang menggunakan platform.

Ini adalah platform perdagangan musik secara peer-to-peer (P2P) yang menguntungkan musisi karena tidak ada biaya pihak ketiga yang memberatkan, plus dengan sistem yang transparan.

Layanan pasar NFT Koong World diketahui dibangun dengan menggandeng pengembang blockchain, Nia Labs, dalam sebuah nota kesepahaman.

Memang, industri musik di Korea Selatan, bahkan di beberapa negara, masih kurang adil terhadap para musisi dan pencipta lagu karena pembagian royalti yang tidak transparan dan terlampau kecil untuk menghargai sebuah karya orisinil.

Kehadiran blockchain dan NFT dapat menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan keadilan dan pembagian yang membahagiakan, karena menciptakan suatu karya tidaklah semudah yang dibayangkan.

Musisi harus lebih dihargai, dan inilah blockchain sebagai garda terdepan untuk membantu mewujudkan keadilan bagi para seniman. Teknologi semakin maju dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis