CryptoHarian

Platform Transportasi Singapura, Ryde, Mendukung Pembayaran Bitcoin

Ryde adalah layanan carpooling seperti Uber yang diluncurkan pada tahun 2014, dan telah menjadi platform rideshare pertama yang berlokasi di Singapura.

Terrence Zou, penemu dan CEO Ryde, meluncurkan aplikasi dengan algoritma rute carpooling, yang memungkinkan masyarakat Singapura untuk membayar platform carpooling dengan lebih efisien.

Mulai dari 22 Juni, dompet perusahaan Rydepay akan memasukkan dukungan untuk Bitcoin (BTC) dan pengguna mulai dapat menggunakan cryptonya setelah tanggal tersebut.

Ryde adalah perusahaan satu-satunya yang memungkinkan pembayaran dengan Bitcoin di industri carpooling Asia Tenggara.

Pengguna Ryde dapat menyetor Bitcoin dengan maximum, SGD 999 (Rp 10 juta) ke dalam dompet Ryde, yang disebut dengan RydePay. BTC tersebut akan dikonversikan menjadi token Ryde.

Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa di masa depan, ada kemungkinan untuk penerimaan cryptocurrency lainnya.

Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin Di Indonesia Dan Luar Negeri

Baca Juga: Bitcoin Berkorelasi dengan S&P 500, Analis Percaya bahwa Nilai Pasar BTC Adalah $18.000

Selain itu, Ryde akan mendukung lebih banyak aset crypto dalam waktu dekat.

Zou mengatakan bahwa wabah corona memicu tren ke arah layanan pembayaran digital. Zou menyatakan:

“Covid-19 telah mempercepat pergeseran ke arah pembayaran digital dan Ryde akan menjadi game-changer untuk adopsi cryptocurrency di Singapura – Karena konsumen terbiasa membayar untuk layanan seperti ini melalui Bitcoin, kami membayangkan bahwa ini akan menjadi katalisator yang memacu adopsi cryptocurrency massal di sini.”

Zou percaya bahwa teknologi ini akan memainkan peran penting dalam carpooling dan menjelaskan pada 2015 silam bahwa perusahaan itu berusaha untuk menggabungkan lebih banyak inovasi menjadi aplikasi rideshare.

Sebelumnya pun, Ryde telah menawarkan pembayaran tanpa uang tunai (Cashless) seperti Apple Pay, dan Zou berpikir bahwa Bitcoin akan menjadi tambahan pilihan menarik lainnya bagi pelanggan yang tentu akan menjadi hal pembeda dibandingkan dengan perusahaan rideshare lainnya.

Disisi lain, pemerintah Singapura juga menjadi lebih toleran terhadap Bitcoin dan penerimaan aset crypto oleh bisnis lokal.

Sejumlah pertukaran mata uang crypto sekarang mulai diizinkan untuk beroperasi tahun ini untuk masa tenggang enam bulan.

Apakah Gojek akan melakukan hal yang sama di Indonesia?

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment