CryptoHarian

Proyeksi Analis Berikut Tunjukkan Bitcoin Berada di Ujung Tanduk

Cryptoharian – Bagi para investor Bitcoin (BTC) yang berharap akan adanya kenaikan atau pemulihan harga, mohon bersabar dulu. Pasalnya, sejumlah analis memberikan prediksi terbaru mereka, yang menunjukkan Bitcoin berada di ujung tanduk dan tengah bersiap untuk turun lagi dalam waktu dekat.

Salah satunya adalah Ali Martinez, seorang analis kripto papan atas yang baru-baru ini memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa jatuh lebih dalam. Hasil ini diperoleh berdasarkan riset dan analisanya terkait ancaman penurunan harga BTC.

Melansir dari finbold.com, pada tanggal 7 lalu Martinez mengunggah proyeksi harga Bitcoin di platform X. Ia menjelaskan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini, jika dibandingkan dengan Realized Price-to-Live Ratio (RPL), menunjukkan tekanan penurunan lebih lanjut.

“Bitcoin kemungkinan akan jatuh lagi di bawah level US$ 50.000,” ungkap Martinez.

RPL adalah indikator yang membantu menentukan puncak dan dasar harga Bitcoin. Ketika harga Bitcoin turun di bawah rasio RPL, biasanya ini menandakan penurunan yang lebih besar. Berdasarkan data dari Glassnode, saat ini rasio RPL Bitcoin beada di US$ 51.600, sedikit di atas harga perdagangan saat ini.

“Jika Bitcoin turun di bawah angka ini, saya kira harga bisa merosot hingga US$ 31.500,” ujarnya.

Baca Juga: Galaxy Digital Transfer Ribuan Bitcoin ke Coinbase Prime, Investor Naik Darah

Saat ini, pasar kripto sedang sepi tanpa adanya berita besar yang dapat memicu kenaikan harga. Ditambah lagi, ketidakpastian ekonomi global menambah beban pada harga Bitcoin.

Meskipun banyak yang khawatir tentang potensi penurunan, beberapa analis tetap optimis dengan masa depan Bitcoin. Alan Santana, seorang analis di TradingView, baru-baru ini menyebutkan bahwa koreksi harga saat ini mungkin merupakan tanda awal dari kenaikan besar.

“Bitcoin bisa mencapai US$ 100.000 pada 2025, meskipun koreksi harga ini belum selesai,” kata Santana.

Ia juga memprediksi bahwa pertumbuhan harga Bitcoin mungkin lambat hingga 2024. Namun, ia yakin harga akan naik secara signifikan pada Maret atau April 2025, dengan kemungkinan mencapai US$ 100.000.

Di sisi lain, pengguna X dengan nama Mags mencatat bahwa Bitcoin sedang membentuk pola Head and Shoulder pada grafik terbalik. Pola ini sering kali menunjukkan potensi pembalikan harga menuju tren bullish.

“Ini bisa menjadi tanda awal bahwa Bitcoin sedang mempersiapkan diri untuk mencapai rekor harga baru, mungkin hingga US$ 150.000,” paparnya.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri bahwasanya harga Bitcoin dalam jangka pendek masih tetap bearish. Pasca kejatuhan dari harga US$ 58.000, Bitcoin sekarang terkonsolidasi di bawah resistensi US$ 55.000.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)