CryptoHarian

Rekt Capital Prediksi Lonjakan Bitcoin Sudah di Depan Mata

Cryptoharian – Bitcoin (BTC), yang merupakan mata uang kripto utama di dunia aset digital pada hari Senin (26/8/2024) berada di angka US$ 64.140. Dari data yang terpampang di Coingecko, pergerakan ini mencerminkan penurunan sebesar 0,1 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Salah satu analis pasar kripto yang cukup terkenal di media sosial X bernama panggung ‘Rekt Capital’, memberikan pernyataannya terkait pergerakan BTC baru-baru ini. Berdasarkan analisanya, Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi selama hampir enam bulan.

Fase ini dikenal sebagai “ReAccumulation Range”, dimana banyak investor membeli Bitcoin dengan harga lebih rendah sebelum kemungkinan harga melonjak (breakout).

“Bitcoin telah terkonsolidasi selama hampir 6 bulan. Tapi ReAccumulation Range saat ini bahkan bukan yang terpanjang dalam siklus ini,” ungkap Rekt Capital.

Berdasarkan grafik yang dibagikan oleh Rekt Capital, tampak bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase reakumulasi pasca halving. Ia menjelaskan, di tahun 2023 Bitcoin juga mengalami fase konsolidasi yang berlangsung selama 224 hari sebelum akhirnya terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga: Isyarat Dovish Ala Jerome Powell, Apa Saja Dampaknya Pada Pasar Kripto?

Analisis Rekt Capital menunjukkan bahwa jika mengikuti pola historis, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga sekitar Oktober 2024. Lonjakan ini diprediksi terjadi setelah halving Bitcoin terakhir, dimana hadiah blok untuk para penambang dikurangi setengah.

“Jika pergerakan tahun lalu terulang, maka Bitcoin dapat melonjak di bulan Oktober 2024. Dari pembentukan hingga breakout, ReAccumulation 2023 berlangsung lebih lama, yakni 224 hari,” ujarnya.

Jika prediksi dari Rekt Capital ini ternyata benar dan pola ini terulang, maka Bitcoin dapat mengalami kenaikan harga pada akhir September 2024, dimana pergerakan ini sejalan dengan pola-pola sebelumnya.

Tentunya, dengan potal yang terulang artinya ada kesempatan bagi Bitcoin untuk meraih kembali harga tertinggi sepanjang masa (ATH). Sejumlah ahli juga meyakini bahwa pasca Agustus ini, Bitcoin bakal lebih banyak menarik perhatian retail.

“Menariknya, pergerakan ini hampir sama dengan kecenderungan harga pasca-halving, yang menunjukkan Bitcoin bisa mencapai titik tertingginya pada akhir September 2024,” pungkas Rekt Capital.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)