Sentimen terhadap Ripple dan XRP mulai menunjukkan perubahan arah menjelang pergantian tahun.
Di tengah tekanan harga sepanjang kuartal terakhir 2025, narasi besar justru muncul dari sisi fundamental, khususnya pertumbuhan stablecoin yang semakin agresif dan mulai menembus infrastruktur pembayaran tradisional.
Stablecoin kini tidak lagi dipandang sekadar alat transaksi di pasar kripto, tetapi telah berkembang menjadi lapisan penyelesaian pembayaran global yang digunakan institusi, perusahaan, hingga pemerintah.
Kondisi ini membuat Ripple kembali masuk dalam radar pelaku pasar, mengingat posisinya yang sejak awal berfokus pada sistem pembayaran lintas negara. Tapi, apakah sentimen bullish dari adopsi stablecoin ini benar-benar dapat berdampak pada pergerakan harga XRP di 2026?
Sentimen Stablecoin untuk Ripple
Pertumbuhan stablecoin sepanjang 2025 menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam infrastruktur keuangan global. Data terbaru menunjukkan bahwa volume transaksi stablecoin telah melampaui sistem pembayaran tradisional dalam nilai penyelesaian transaksi.
Proyeksi volume tahunan bahkan berada di kisaran $28 hingga $30 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 50% hingga 60%.
Angka ini mempertegas bahwa stablecoin tidak lagi terbatas pada aktivitas trading kripto, melainkan telah menjadi tulang punggung transaksi lintas negara, manajemen likuiditas institusional, serta berbagai use case pembayaran riil.
Dalam konteks ini, Ripple berada pada posisi yang relevan. Fokus Ripple sejak awal adalah membangun infrastruktur pembayaran global yang efisien, cepat, dan berbiaya rendah.
Ketika stablecoin mulai digunakan sebagai alat penyelesaian transaksi utama, narasi Ripple sebagai penghubung antara sistem keuangan lama dan blockchain kembali menguat.
Tidak mengherankan jika metrik on-chain menunjukkan bahwa stablecoin kini menyumbang sekitar 30% dari seluruh aktivitas transaksi blockchain, naik dari kisaran 20% hingga 25% pada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah alamat aktif harian yang bertransaksi menggunakan stablecoin juga telah melampaui 10 juta.
Perlu dicatat bahwa adopsi ini tidak hanya datang dari pelaku kripto. Institusi keuangan mulai menguji penggunaan stablecoin untuk kebutuhan treasury, sementara pembayaran ritel dan kerangka regulasi pemerintah juga mulai berjalan.
Regulasi seperti GENIUS Act di Amerika Serikat dan MiCA di Uni Eropa memberikan kepastian hukum yang selama ini menjadi hambatan utama adopsi.
Bagi Ripple, kejelasan regulasi ini berpotensi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan bank dan lembaga keuangan tradisional.
Sentimen positif ini juga tercermin dari minat institusional terhadap XRP. Sepanjang 2025, XRP mencatat arus masuk institusional yang konsisten, bahkan ketika Bitcoin dan Ethereum mengalami arus keluar.
Data CoinShares menunjukkan bahwa XRP membukukan inflow tahunan sekitar $3.3 miliar, menandakan kepercayaan jangka panjang dari investor institusional.
Selain itu, produk ETF berbasis XRP yang diluncurkan pada 2025 menunjukkan kinerja yang relatif stabil, dengan hampir tidak ada hari perdagangan yang mencatat arus keluar bersih.
Kondisi ini memperkuat narasi bahwa XRP mulai diposisikan sebagai aset strategis dalam ekosistem pembayaran berbasis blockchain.
Analisis Harga XRP di 2026
Dari sisi pergerakan harga, XRP menutup 2025 dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Sepanjang kuartal keempat, harga mengalami koreksi sekitar 38% dan secara year to date tercatat turun sekitar 9.7%.
Tekanan ini sebagian besar dipicu oleh lemahnya partisipasi ritel dan kondisi pasar kripto yang cenderung berhati-hati menjelang akhir tahun. Namun, harga XRP saat ini berada di area krusial yang patut dicermati.
Grafik Harian XRPUSD

Daerah harga bawah utama berada di sekitar $1.8. Area ini menjadi titik penting karena selama mampu dipertahankan, struktur harga masih memiliki ruang untuk membentuk pemulihan bertahap.
Bertahannya harga di atas $1.8 dapat menjadi fondasi untuk pergerakan menuju kisaran $2.2 hingga $2.65 pada fase selanjutnya. Rentang ini bukan target agresif, melainkan area teknis yang secara historis menjadi zona reaksi pasar ketika tekanan jual mulai mereda.
Meski demikian, dinamika pelaku pasar menunjukkan perbedaan sikap antara investor institusional dan pemegang jangka panjang. Institusi terlihat masih melakukan akumulasi, memanfaatkan pelemahan harga sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Sebaliknya, data on-chain menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang justru mulai melakukan distribusi sepanjang paruh akhir 2025. Pergeseran ini mencerminkan berkurangnya keyakinan sebagian investor lama terhadap prospek jangka menengah XRP.
Jika pola distribusi ini berlanjut ke awal 2026, maka potensi konsolidasi berkepanjangan masih terbuka.
Dalam skenario negatif, kegagalan bertahan di atas $1.8 dapat membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $1.5. Kondisi ini akan mengubah struktur harga menjadi lebih defensif dan menunda potensi pemulihan.
Oleh karena itu, pergerakan harga XRP di awal 2026 sangat bergantung pada keseimbangan antara akumulasi institusional dan tekanan jual dari pemegang lama.
Faktor musiman juga perlu diperhatikan. Secara historis, Januari sering kali mencatatkan kinerja yang beragam untuk XRP.
Rata-rata imbal hasil memang mencatatkan kenaikan tipis, tetapi median historis justru menunjukkan kecenderungan koreksi. Artinya, peluang pemulihan tetap ada, namun volatilitas tinggi masih berpotensi mendominasi pergerakan harga pada fase awal tahun.
Secara keseluruhan, narasi bullish XRP di 2026 lebih banyak bertumpu pada faktor fundamental jangka menengah hingga panjang, terutama adopsi stablecoin dan keterlibatan institusional.
Dalam jangka pendek, pergerakan harga cenderung masih dipengaruhi sentimen makro, kondisi likuiditas global, serta kehati-hatian pasar terhadap aset berisiko.
Kesimpulan
Momentum stablecoin yang semakin kuat memang memberikan angin segar bagi Ripple dan ekosistem XRP. Namun, pergerakan harga XRP di 2026 tetap memerlukan pendekatan yang disiplin dan terukur.
Area $1.8 menjadi daerah harga krusial yang menentukan arah selanjutnya, sementara potensi pemulihan menuju $2.2 hingga $2.65 baru dapat terwujud jika tekanan jual mereda dan sentimen makro membaik. Di tengah kondisi pasar yang masih sensitif, manajemen risiko menjadi kunci utama.
Mengatur ukuran posisi, memahami skenario negatif, serta tidak terpancing euforia jangka pendek adalah langkah penting agar tetap bertahan dalam dinamika pasar kripto yang terus berubah.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


