CryptoHarian

Robert Kiyosaki Salahkan The Fed Atas Sulitnya Keuangan Bagi Kaum Miskin dan Kelas Menengah

Cryptoharian – Sembari mengungkapkan emosinya di media sosial Twitter, seorang penulis buku berjudul ‘Rich Dad Poor Dad’ yakni Robert Kiyosaki menuding The Fed akan membawa Amerika Serikat ke dalam masa keterpurukan ekonomi. 

“Persetan dengan The Fed. Mereka-lah yang bertanggung jawab atas sulitnya kehidupan orang-orang miskin dan kelas menengah,” ungkap Kiyosaki, Minggu (25/9/2022).

Kiyosaki juga bahkan menuduh The Fed adalah lembaga yang berfaham Marxisme. Ia pun juga mempertanyakan, kenapa banyak orang yang tururt menggaungkan kata ‘ikuti The Fed’. 

“Aku bukanlah seorang komunis, tapi daripada aku bersama the Fed, lebih baik aku menolak mereka mentah-mentah,” ujarnya.

Di lain pihak, seorang pakar ekonom AS, Professor Jeremy Siegel juga memberikan tudingan kepada The Fed atas kesalahan dalam pengambilan keputusan. Dalam wawancaranya dengan CNBC beberapa hari lalu, ia menyatakan bahwasanya The Fed keliru mengambil kebijakan besar pada tahun lalu. 

“Pada tahun lalu, mereka tidak ada pengetatan kebijakan moneter sebelum inflasi menjadi tidak terkendali. The Fed juga ceroboh karena karena menganggap inflasi akan cepat memudar dengan sendirinya,” kata Siegel.

Pun demikian dengan saat ini, The Fed kembali salah mengambil langkah dengan menaikkan suku bunga dan mengetatkan kebijakan moneter terlalu agresif. Siegel berargumen bahwa ketika semua komoditas naik gila-gilaan, Ketua Powell dan The Fed menyatakan tidak melihat inflasi apa pun. Tidak hanya itu, The Fed juga merasa tidak perlu menaikkan suku bunga pada tahun 2022.

“Sekarang semua komoditas dan harga aset yang sama turun, mereka malah berkata ‘Inflasi yang tidak mau menurun mengharuskan The Fed untuk tetap ketat sepanjang tahun 2023’. Hal in tentunya ama sekali tidak ada masuk akal bagi saya apa pun,” paparnya.

Hal tersebut, lanjutnya, berujung pada bank sentral yang membuat pekerja dan kelas menengah Amerika membayar dengan apa yang dianggap sebagai hukuman resesi. Alih-alih terus menaikkan suku hingga inflasi mereda ke target 2% bank sentral, Siegel mengatakan The Fed harus membiarkan penurunan harga komoditas memikul lebih banyak beban memerangi inflasi. 

“Harga minyak mentah telah turun tajam dari level tertinggi yang dicapai awal tahun ini, dengan minyak mentah West Texas Intermediate CLX22, 1,13% jatuh US$4,75, atau 5,7%, menjadi menetap di US$78,74 per barel di New York Mercantile Exchange Jumat. Hal ini merupakan settlement terendah sejak 10 Januari lalu,” tutur Siegel.

Kendati demikian, bantahan akan argumen siegel muncul dari seorang market guru lain bernama Jim Bianco. Dalam cuitannya, ia mengatakan bahwa banyak yang mengira The Fed melakukan kesalahan dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, kesalahan kebijakan tahun lalu menyebut Inflasi sementara. 

“Tahun ini adalah konsekuensi dari kesalahan itu. Jadi Anda tidak dapat membantah bahwa Fed akan membuat kesalahan kebijakan. Itu sudah terjadi lebih dari setahun yang lalu,” pungkas Bianco. [Im]

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis