20 Saham Dengan Dividen Yield Terbesar 2021

Sebagai seorang investor, Anda mungkin sedang mengincar emiten yang mempunyai sejarah baik. Ini berarti perusahaan tersebut memiliki performa fantastis dan mampu membagi laba kepada investor mereka. 

Tidak ada salahnya untuk mencari tahu perusahaan apa yang sahamnya melantai di bursa efek dan berani membagi dividen saham dengan tinggi. 

Sebelum kami membagikan daftar emiten dengan dividen saham tertinggi, mari kita telusuri terlebih dahulu instilah-istilah mendasar yang krusial. 

Apa itu Dividen?

Dividen adalah pembagian laba suatu perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan saham yang dimiliki masing-masing investor.

Pembagian dividen dapat mengurangi laba keseluruhan dan kas yang dipegang perusahaan, namun membagi laba kepada investor merupakan tujuan utama suatu usaha. 

Hal tersebut merupakan salah satu agenda dari korporasi yang sahamnya melantai di bursa efek. Meskipun demikian, tidak semua korporasi membagikan dividen saham mereka. 

Pada akhirnya, keputusan tergantung pada RUPS (rapat umum pemegang saham). Jika perusahaan masih membutuhkan modal yang besar, maka pembagian dividen tidak mungkin terjadi selama satu tahun. 

10 Saham dengan Dividen Tertinggi (Tahun 2020)

Dividen tertinggi disini kita sortir berdasarkan dari yang terendah hingga tertinggi sesuai dividend yield, bukan dividend per share (diambil dari data tanggal 7 Agustus 2020). Berikut adalah daftar perusahaan yang konsisten memberikan dividend: 

1. TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk.)

Belakangan BUMN memberikan dividen yang cukup besar, salah satu badan usaha milik negara tersebut adalah TLKM yang bergerak di bidang telekomunikasi. Produk Telkomsel memang sangat terkenal di Tanah Air.

Harga saham mereka adalah Rp2980 dengan DPS Rp154, oleh karenanya, investor mendapatkan yield 5.17 persen. Untuk ukuran dividen, ini termasuk angka yang tinggi. Terutama untuk sektor telekomunikasi yang padat modal.

2. BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.)

Badan usaha milik negara yang juga berjalan di sektor perbankan ini mempunyai kinerja konsisten yang meningkat setiap tahunnya. DPS BBRI untuk tahun 2020 (dari laba 2019) adalah Rp168, dengan harga saham Rp3110, maka dividen yield mereka adalah 5.40 persen. 

3. BMRI (Bank Mandiri Tbk.) 

Adalah jarang BMRI melakukan pembagian dividen hingga 60 persen laba, sehingga yield yang didapat sekitar 6.09 persen. DPS dengan harga saham Rp5800. Secara fundamental ini adalah hal yang baik. Tetapi disarankan membeli ketikaharga murah, karena akan sama saja jika harganya mahal. 

4. BDMN (Bank Danamon Tbk.)

Seetelah diakuisisi oleh MUFG, BDMN mulai menaikkan dividen mereka. Pada tahun 2020, BDMN membagikan dividen Rp187 per lembar dengan harga saham Rp2770, maka yield yang didapatkan adalah sebesar 6.75 persen.

5. HMSP (H.M Sampoerna Tbk.)

Sudah lama terdaftar di BEI (sejak 1990), emiten ini memberi dividen sebesar Rp119 kepada shareholders mereka dengan harga saham Rp1655. Yield yang didapatkan sebesar 7.19 persen. 

HMSP merupakan salah satu korporasi yang konsisten membagi labar bersih mereka setiap tahun (DPR sekitar 100 persen setiap tahun). Oleh karena itu, kita dapat memperkirakan dividen yang akan diraih dari laba tahun 2020 nanti. 

6. BJTM (Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.)

Performa emiten yang satu ini cukup bersaing jika kita bandingkan dengan bank besar seperi BBRI dan BBCA. 

BJTM selalu membagikan dividen besar untuk shareholders mereka. Dengan harga saham Rp550, mereka membagi dividen Rp48 per lembar. Oleh karenanya, dividen yield yang diterima investor adalah 8.73 persen. 

7.ADRO (Adaro Energy Tbk.)

Tidak mengejutkan lagi mengetahui ada perusahaan batu bara yang masuk ke dalam daftar emiten pemberi dividen tertinggi. 

Jika perusahaan berada di jenjang pematangan, maka tidak mempunyai rencana ekspansi, hal ini mengarahkan laba yang didapatkan perusahaan mengalir ke pemegang saham.

ADRO membagi dividen Rp109 di tahun ini. Harga saham mereka adalah Rp1095, ADRO memberikan yield 9.95 persen. 

8. BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk.)

Badan usaha milik daerah yang dimiliki Pemda Jawa Barat dan banten ini membagikan dividen Rp94 dengan harga saham Rp910. Dividen yield mereka adalah 10.32 persen. 

Secara fundamental, BJBR termasuk korporasi yang menguntungkan dan sehat. Selama wilayah Jawa Barat terus berkembang diikuti dengan Bank daerahnya, maka BJBR bisa Anda coba pelajari lebih mendalam sebelum melakukan investasi. 

9. PTBA (Bukit Asam Tbk.) 

Berasal dari industry batu bara, PTBA merupakan perusahaan BUMN yang bernaung dibawah korporasi Inalum dan secara konsisten mampu membagikan dividen tinggi. 

Pada tahun 2020, PTBA memberi dividen Rp326 dibanding dengan harga saham saat ini Rp2050, maka yieldnya adalah 15.90 persen. Ini cukup menjanjikan jika kita bandingkan dengan investasi deposito dengan yield sekitar 4-5 persen. 

10. ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk.)

ITMG sering memasuki daftar korporasi yang royal membagi dividen kepada investor mereka. ITMG membagikan 2 kali dividen dalam satu tahun (akhir tahun dan setelah laporan keuangan rilis). 

Untuk tanggal 7 Agustus 2020, harga saham ITMG berada di Rp7850 dengan dividen sebesar Rp1275. Ini berarti dividen yield sebesar 16.24 persen. Perusahaan sektor pertambangan batu bara ini memang lagi murah, harga batu bara yang menurun sepanjang tahun membuat performa harga saham mereka juga terjun bebas. 

Saham Yield Dividen Terbesar 2019

Berikut adalah daftar saham-saham dengan yield terbesar pada tahun 2019 hingga 3 Januari 2020:

  • ITMG (Indo Tambangraya Megah) DPS (dividen per shares: 2,745.0) (yield div: 23.07%) (rate div: 128.52%)
  • SMAR (Sinar Mas Agro Resources & Technology) (DPS: 750.0) (yield div: 18.80%) (rate div: 200.95%)
  • PLIN (Plaza Indonesia Realty) (DPS: 588.0) (yield div: 18.04%) (rate div: 212.05%)
  • ASJT (Asuransi Jasa Tania) (DPS: 20.9) (yield div: 16.04%)
  • HEXA (Hexindo Adiperkasa) (DPS: 506.0) yield div: 14.58% (rate div: 95.87 persen)
  • PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam) DPS: 339.6 (yield div: 12.53%) 
  • TPMA (Trans Power Marine) DPS: 26.6 (yield div: 11.88 persen)
  • TOTL (Total Bangun Persada) DPS: 40.0 (yield div: 9.62 persen)
  • BISI (Bisi International) DPS: 100.0 (9.52 persen)
  • LPGI (Lippo General) DPS: 325.0 (yield div: 9.26 persen)
  • MLPT (Multipolar Technology) DPS: 42.5 (YD: 9.16 persen)
  • ADMF (Adira Dinamika Multi Finance) DPS: 908.8 (YD: 8.82 persen)
  • BFIN (BFI Finance Indonesia) DPS: 49.0 (YD: 8.60 persen)
  • INDY (Indika Energy) DPS: 108.7 (YD: 8.52 persen)
  • BYAN (Bayan Resources) DPS: 1,247.0 (YD: 8.02 persen)
  • LPPF (Matahari Department Store) DPS: 333.0 (YD: 7.95 persen)
  • MYOH (Samindo Resources) DPS: 102.9 (YD: 7.85 persen)
  • DMAS (Puradelta Lestari) DPS: 21.0 (YD: 7.84 persen)
  • NRCA (Nusa Raya Cipta) DPS: 30.0 (YD: 7.81 persen)
  • ADRO (Adaro Energy) DPS: 120.0 (YD: 7.79 persen) 

Catatan

  • Yield merupakan besar dividen dibandingkan harga saham terakhir per 8 January 2020
  • Dividen bisa saja disesuaikan jika pada tahun-tahun sebelumnya tidak membagi dividen, atau jumlah dividen tidak signifikan
  • Nominal dividen tidak tetap karena mengikuti performa korporasi bersangkutan 

Apakah Menguntungkan Mempunyai dividen? 

Apakah berinvestasi saham dari emiten tertentu akan membawakan Anda pada keuntungan? Pada dasarnya, industri saham bisa menawarkan Anda dua keuntungan dalam jangka panjang. Pertama adalah capital gain, yang berikutnya adalah dividen. 

Sebagai contoh, jika Anda sebagai investor membeli saham emiten X di harga Rp500 per lembar saham dan satu tahun kemudian harga saham tersebut naik menjadi Rp750 per lembar saham, maka dikatakan, capital gain Anda adalah sebesar 50 persen. 

Keuntungan 50 persen tersebut hanyalah potential capital gain, jika sahamnya belum benar-benar dijual. Jika sudah dijual dan mendapatkan keuntungan (return), maka saham tersebut memberikan realize capital gain (return) sebesar 50 persen. 

Keuntungan lain dalam investasi saham dalam jangka panjang adalah mendapatkan dividen saham. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dividen saham adalah pembagian keuntungan dari laba bersih perusahaan kepada investor mereka. 

Pembagian dividen biasanya diadakan setiap akhir tahun buku laporan keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari RUPS. 

Agar bisa mendapatkan dividen, investor harus memegang saham tersebut untuk periode waktu tertentu hingga kepemilikan saham diakui sebagai milik investor dan berhak mendapatkan dividen. 

Nantinya, dividen saham yang dibagikan emiten akan berupa dividen uang tunai atau saham. Dividen saham diberikan dalam bentuk saham perusahaan yang dibagikan sesuai porsi saham yang dimiliki masing-masing investor. 

Pada umumnya pembagian dividen tunai tidaklah banyak. Kisaran dividen yang diterima investor hanya sekitar 1 hingga 3 persen dari harga saham. Meskipun kecil, dividen yang diterima dapat menjadi pemasukan rutin bagi investor, terutama untuk investor yang memiliki jumlah saham tinggi. 

Jika Anda mengharapkan dividen sebagai profit dalam investasi saham, harus melakukan investasi jangka panjang agar bisa tetap memiliki saham hingga perusahaan membagikan dividen tahunan. 

Secara garis besar, emiten yang berani membagikan dividen adalah korporasi raksasa (bluechip) yang sudah mapan, sehingga mereka tidak memerlukan dana untuk ekspansi. Namun, dividen yang diterima investor harus dipotong pajak penghasilan. Pajak dividen adalah 10 persen dari nilai dividen yang diterima. 

Masing-masing investor akan memperoleh dividen yang tidak sama jumlahnya. Dividen yang didapatkan berganting dari jumlah lembar saham yang dimiliki setiap investor. Sebagai contoh, korporasi A membagikan dividen saham Rp100 per lembar saham. 

Jika Anda mempunyai 100 lot saham korporasi A, maka dividen yang diterima adalah 10.000 lembar x Rp100 = Rp 1 juta. Satu lor saham setara dengan 100 lembar saham. 

Apa yang Harus Diketahui

1. Menghitung Dividen Saham 

Dari stand point perusahaan, mereka menghitung saham menggunakan tiga unsur yaitu; laba bersih per lembar saham (earning per share), rasio pembayaran dividen dan jumlah saham beredar (listed share).

Sebelum menetapkan dividen per saham, perusahaan akan menghitung DPT (dividen pay out ratio). Dividen sama dengan perkalian antara laba berish dikalikan DPR atau berapa porsi laba yang akan dibagikan sebagai dividen. 

Untuk rumus dividen per saham adalah membagi antara jumlah dividen yang dibayarkan perusahaan dengan jumlah saham beredar. 

Metode pembayaran dividen kepada investor mempunyai kalendernya tersendiri:

  • Tanggal pengumuman (declaration date): ini adalah tanggal diumumkannya dividen per lembar saham oleh emiten,
  • Tanggal pencatatan (date of record): proses emiten melakukan pendataan siapa saja investor yang akan menerima dividen. Hanya investor yang memiliki saham perusahaan di date of record yang akan menerima dividen saham. 
  • Tanggal cum dividen: merupakan hari terakhir trading saham sebelum pembagian dividen). Jika investor ingin mendapatkan dividen, pastikan harus memiliki saham tersebut sebelum tanggal cum dividen atau akhir hari trading di tanggal cum dividen tersebut. 
  • Tanggal Ex dividen: tanggal dimana investor tidak lagi berhak menerima dividen saham. Investor yang membeli saham pada kurun waktu tanggal ex dividen tidak terdaftar sebagai penerima dividen, meskipun dividen belum dibayarkan. 
  • Tanggal Pembayaran (payment date): tanggal dimana perusahaan membayar dividen yang sudah ditetapkan terlepas dari bentuk maupun nominal. 

2. Memilih Perusahaan dengan Performa Terbukti

Pilih perusahaan dengan rekam jejak terbukti dalam memberikan keuntungan serta dividen. Investasi dengan mengharapkan dividen yield (kupon) memang tidak berbuah cepat, namun ia masih bisa diandalkan.

Beberapa perusahaan menawarkan dividen tinggi namun tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan bertahun-tahun. Secara umum, saham bluechip di Indonesia sudah membuktikan kinerja baik mereka dan mungkin Anda mau melakukan riset tentang hal tersebut. 

Pelajari konsistensi perusahaan terkait dalam hal kinerja keuanga dan kebijakan pemberian dividen. Diversifikasi portofolio saham dari berbagai industry adalah penting untuk mengantisipasi jika suatu emiten memotong dividennya.

Investor harus selalu memperhatikan tanda-tanda seperti pendapatan yang menurun secara structural atau memperlambat pertumbuhan pendapatan, hutang berlebihan, kas minim atau bahkan negative.

Bangun portofolio saham dividen dari berbagai industry yang mempunyai sejarah payout ratio dividen yang tinggi. 

Beberapa saham menawarkan imbal hasil dividen yang rendah, meskipun demikian sektor perbankan memiliki dividen tinggi karena ia berada di proksi perekonomian. 

Seiring pertumbuhan ekonomi, ramalannya adalah dividen dari sekotr perbankan kemungkinan akan beranjak naik. Banyak analis merekomendasikan saham bank dengan rekam jejak terbukti seperti BBRI, BMRI dan BBCA. Ketiga nama itu menawarkan yield besar dalam jangka panjang. 

Jenis-Jenis Dividen

Berikut adalah jenis-jenis dividen yang bisa kita pelajari:

  • Dividen tunai: metode pembagian dividen yang paling umum dilakukan. Laba dibagikan dalam bentuk tunai, ditransfer ke RDN dan dipotong pajak.
  • Dividen saham: metode pembagian dividen yang dibayar dalam bentuk saham tambahan. Dihitung sesuai proporsi saham yang sudah kita miliki. Sistem kerjanya menyerupai stock split (ditambah jumlahnya, namun juga mengurangi nilai setiap lembar saham agar tidak menggangu kapitalisasi pasar saham terkait.
  • Dividen properti: pembagian dividen dalam bentuk aset (jarang dilakukan).
  • Dividen skrip: pembagian dividen dalam bentuk surat janji utang. Saat jatuh tempo, perusahaan akan membayarkan dividen sesuai kesepakatan. Karena ini adalah surat utang, maka akan dikenakan bunga. 
  • Dividen likuidasi: pembagian dividen yang dilakukan ketika perusahaan sudah menjelang likuidasi (bangkrut). Pembagian dilakukan hanya jika perusahaan bersangkutan masih mempunyai harta atau aset sisa. 

Fakta Menarik Dividen Emiten Bursa Efek Indonesia

  • Terdapat 257 emiten yang memberikan dividen dengan yield hingga 0,01 persen
  • Rata-rata dividen untuk seluruh emiten di BEI adalah 3,81 persen (tahun 2019)
  • Jumlah dividen terkecil yang dibayarkan adalah senilai Rp480 juta
  • Jumlah dividen tertinggi dibayarkan oleh BRI (BBRI) sebesar Rp16,16 triliun
  • Total dividen dibayarkan adalah Rp 161,551.63 miliar (Rp161,5 triliun) 
  • Total laba korporasi yang membayarkan dividen adalah Rp328,014.24 miliar (Rp328,01 triliun) 

Disclaimer

Informasi yang tertera disini diperoleh dari situs bolasalju dari sumber akurat. Meskipun demikian tidak ada jaminan apapun mengenai ketepatan waktu, akurasi data atau kelengkapan informasi tersebut. Perlu diperhatikan bahwa kinerja masa lampau tidak menjamin kinerja pada masa yang akan datang. Tim cryptoharian tidak bertanggung jawab atas hasil investasi pihak lain. 

Dividen yield dipengaruhi oleh nominal dividen dan harga saham. Jadi jangan pusing ketika yield yang tercantum saat Anda baca akan berubah. Beberapa data diartkel ini menggunakan harga pada bulan tertentu. 

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai dividen saham tertinggi. Untuk Anda yang ingin berinvestasi saham, bisa memeriksa fundamental perusahaan terkait terlebih dahulu. 

Beberapa tahun ini merupakan periode yang cukup sulit, oleh karenanya, tidak semua emiten bisa mempertahankan dividen yang sama dari tahun ke tahun. Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua! 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

An aspiring Marketer and Merchandiser. Penulis giat tentang bisnis, finansial dan teknologi. Penyelam industri Cryptocurrency yang netral.