CryptoHarian

Secara fundamental Bitcoin Lebih Sehat dari Sebelumnya, Harga BTC Akan Mengikuti

Selama sepekan terakhir, Bitcoin (BTC) telah merosot sebesar 5.8%, jatuh ke Rp 136 juta dari level Support sebelumnya di harga Rp 142 juta-an.

Terlepas dari aksi penurunan harga ini, fundamental cryptocurrency nomor satu ini terus membaik, yang menunjuk ke arah potensi rebound dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Menurut data dari CoinMetrics, Bitcoin tetap kuat sebagai jaringan – selain harga. Dalam cuitan Twitter, Vortex, seorang komentator industri terkemuka, menguraikan tiga metrik utama dari CoinMetrics yang hanya menekankan bagaimana harga, dalam jangka pendek, tidak boleh digunakan sebagai cara untuk mengukur kesuksesan Bitcoin.

Pertama, kapitalisasi pasar terealisasi Bitcoin, yang dihitung dengan mengalikan harga setiap Bitcoin ketika terakhir ditransaksikan oleh ukuran transaksi, telah melewati tonggak bersejarah $ 100 Miliar untuk pertama kalinya, memperkuat cryptocurrency ciptaan Satoshi Nakamoto ini sebagai aset bonafide.

Kedua, pendapatan agregat penambangan Bitcoin telah melampaui $ 14 Miliar, yang berarti bahwa selama masa hidup crypto, para penambangnya telah menghasilkan sekitar $ 14 Miliar hanya untuk mengamankan jaringan.

Dan terakhir, hashpower pertambangan terus menetapkan level tertinggi sepanjang masa baru, terlepas dari penurunan harga baru-baru ini di pasar.

Fakta bahwa para penambang terus menyedot modal dan upaya untuk mengamankan jaringan menunjukkan bahwa mereka “sangat Bullish”, terutama dengan Halving BTC yang diharapkan akan diaktifkan pada pertengahan 2020.

Metrik jaringan Bitcoin tidak hanya menunjukkan kekuatan, tetapi juga latar belakang makroekonomi dan geopolitik.

Dunia saat ini tidak berada di posisi terbaik. Saat ini ada pertengkaran perdagangan yang berkecamuk antara AS dan Cina (juga Jepang dan Korea Selatan), ada demonstrasi di kota-kota utama di seluruh dunia mengenai kebijakan tertentu, analis di seluruh bursa memetakan potensi resesi, bank sentral terus menyuntikkan fiat ke dalam ekonomi, otoriterisme terus mendapatkan popularitas, dan lain sebagainya.

Analis mengatakan bahwa latar belakang ini, yang kelihatannya mengerikan, hanya akan menunjukkan bahwa Bitcoin akan semakin diperlukan.

Travis Kling, mantan investor Wall Street, mengatakan hal berikut mengenai masalah bank sentral dan situasi ekonomi Amerika:

“Presiden AS yang semakin tidak menentu berteriak pada bank sentral yang tidak bertanggung jawab untuk bertindak bahkan lebih tidak bertanggung jawab dengan kebijakan moneternya, sementara menjalankan defisit $ 1 Triliun untuk tahun kedua berturut-turut … Bank sentral dan pemerintah  membuktikan kebutuhan yang mendalam [untuk Bitcoin].”

Ikuti Cryptoharian Di:
Avatar

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: