SIAL! Trader Uniswap Habiskan Rp 135 Juta Untuk Biaya Transaksi Rp 1.7 Juta

Seorang trader Uniswap secara ceroboh telah menghabiskan 23 Ether atau senilai Rp 135 juta hanya untuk biaya transaksi senilai Rp 1.7 juta. Kejadian ini diposting olehnya di Reddit pada 5 November 2020.

Pengguna bernama ‘ProudBitcoiner’ itu tidak sengaja menghabiskan 23 ETH karena kebingungan dengan kotak input ‘Gas Limit’ dan ‘Gas Price’ di dompet MetaMask.

“MetaMask tidak mengisi ‘Gas Limit’ dengan jumlah yang benar di transaksi saya sebelumnya dan transaksi itu gagal, jadi saya memutuskan untuk mengubahnya secara manual di transaksi berikutnya,” katanya.

“Tapi alih-alih mengetik 200.000 di ‘Gas Limit’, saya menulisnya di ‘Gas Price’, jadi saya membayar 200.000 GWEI untuk transaksi ini dan ini menghancurkan hidup saya,” lanjut curhatan trader tersebut.

Uniswap merupakan non-custodial exchange untuk token ERC-20. Artinya, trading dieksekusi langsung dari dompet pengguna, dan ini memungkinkan mereka untuk secara manual mengatur gas price yang mereka bayarkan untuk transaksi tersebut.

Trader mengatakan bahwa MetaMask versi 8.1.2 ini baru saja mereka unduh dan tidak mengalami masalah pada kontak input gas limit. Sementara Redditor lain bernama ‘Mcgillby’ memberikan saran untuk MetaMask agar menginformasikan transaksi ketika gas price yang dimasukkan secara signifikan melebihi perkiraan harga.

“Anda pikir mereka akan mengeluarkan peringatan seperti ‘Anda melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk disertakan daam blok berikutnya dengan jumlah yang signifikan’ dan membuat Anda mengonfirmasinya? MetaMask sudah menghitung gas price yang direkomendasikan secara otomatis saya tidak melihat alasan kalau mereka tidak mendapatkan konfirmasi tambahan jika seeorang melebihi gas price yang dierkomendasikan dengan margin yang besar,” ujarnya.

Pada bulan Juni lalu, ada juga transaksi yang menghabiskan $ 2,6 juta hanya untuk mentransfer Ethereum senilai $ 130. Beberapa analis mencoba memberikan berbagai macam penjelasan soal ini, termasuk potensi bug, balas dendam atasan pada mantan karyawan, hingga kesalahan manusia biasa.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis