Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) dengan riang gembira turun melewati support di angka US$ 65.000. Tak ayal, penurunan ini menyebabkan likuidasi lebih dari US$ 140 juta. Pada penurunan yang terjadi kali ini, terungkap beberapa masalah mendasar yang kemungkinan luput dari pandangan para pelaku pasar kripto.
Melansir dari u.today, Bitcoin saat ini kesulitan untuk tetap berada di atas level penting. Kripto utama ini telah jatuh di bawah EMA 50 hari dan mendekati garis EMA 100 hari dalam jangka harian. Selain itu, indikator kekuatan relatif (RSI) menunjukkan adanya tekanan jual yang semakin besar.
Peran Coinbase yang Sebabkan Penurunan Harga
Salah satu penyebab utama turunnya harga Bitcoin adalah aktivitas yang terjadi di bursa kripto papan atas, yakni Coinbase. Pasalnya, saat ini banyak pemain kripto yang menjualkan Bitcoin mereka dari Coinbase, ketimbang bursa kripto lainnya. Berdasarkan analisa lebih lanjut, rupanya ada perbedaan yang sangat besar dari segi harga Bitcoin di Coinbase dengan bursa kripto lainnya.
Kapitulasi Penambang Menambah Tekanan Jual
Faktor kedua yang berperan atas turunnya harga Bitcoin, datang dari para penambang Bitcoin yang menjualkan aset mereka. Berdasarkan analis seorang pengamat sekaligus trader kripto bernama Willy Woo, para penambang mengalami masa sulit, yang akhirnya mengharuskan mereka untuk menjual Bitcoin demi menutupi biaya operasional mereka.
Berita Bitcoin Hari Ini: 3 Aktor Utama Dibalik Loyonya Harga Bitcoin
Ketika beberapa penambang tereliminasi dari pasar kripto dan kekuatan penambangan mulai meningkat lagi, harga Bitcoin biasanya akan pulih. Namun, saat ini aksi jual oleh penambang masih menyumbangkan tekanan turun pada harga Bitcoin.
Beberapa Faktor Pendukung Lain
Selain Coinbase dan para penambang, transaksi dalam jumlah besar di mata uang USD juga mengalami penurunan. Hal ini dapat diartikan bahwa pemain besar di pasar sedang mengambil langkah pengurangan investasi Bitcoin mereka. Indikator yang mendukung, yakni perbandingan alamat bullish (optimis) dan bearish (pesimis), yang menyebutkan bahwa lebih banyak orang menjual daripada membeli Bitcoin.
Kendati demikian, sejumlah analis masih optimis bahwa Bitcoin akan segera pulih dalam kuartal ketiga dan keempat. Pasalnya, jika semakin sedikit para penambang, maka sedikit pula Bitcoin yang beredar. Sederhananya, jika ada pihak yang mengakuisisi koin yang dijual oleh para penambang, maka hal tersebut secara perlahan maupun signifikan bakal menggerus peredaran BTC di pasar, yang mana akan mendongkrak harga.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



