Cryptoharian – Harga XRP saat ini mengalami tekanan besar, dan para analis memperingatkan bahwa tren penurunan ini bisa berlanjut. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola Head and Shoulders, sebuah indikator teknikal yang sering menandakan tren bearish.
Jika XRP tidak mampu bertahan di level support US$ 2, maka kemungkinan besar harganya akan turun lebih dalam, bahkan bisa menembus angka US$ 1.
Menurut analis pasar Steph, pola Head and Shoulder yang terbentuk pada grafik XRP merupakan sinyal yang mengkhawatirkan. Pola ini terdiri dari tiga puncak, dengan puncak tengah (kepala) lebih tinggi dari dua puncak lainnya (bahu kiri dan kanan). Jika harga turun melewati support utama, biasanya akan terjadi penurunan secara signifikan.
Saat ini, XRP berada di kisaran US$ 2,14, setelah sebelumnya sempat turun hingga US$ 1,92. Meskipun terjadi sedikit pemulihan, para analis menekankan bahwa jika harga menutup di bawah US$ 2 dalam timeframe harian atau mingguan, maka peluang untuk penurunan lebih dalam semakin besar.
Steph juga mencatat bahwa jika harga benar-benar jatuh di bawah level ini, XRP bisa turun hingga kisaran US$ 1,20 – US$ 1,17, berdasarkan pola pergerakan sebelumnya di November 2024.
Jika XRP tidak mampu mempertahankan level support US$ 2, para analis memperkirakan bahwa target harga berikutnya berada di antara US$ 1,20 hingga US$ 1,17. Hal ini didukung oleh data historis yang menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki tingkat volume perdagangan yang cukup tinggi di masa lalu.
Baca Juga: Raoul Pal: Saham dan Bitcoin Bisa Naik Karena Uang Global!
Namun, jika tekanan jual semakin meningkat, XRP bahkan menembus level US$ 1. Beberapa analis memperingatkan bahwa dalam skenario terburuk, harga bisa mengalami flash crash ke US$ 0,90, meskipun kemungkinan ini masih kecil.
Selain itu, indikator Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan bahwa tekanan jual masih jauh lebih kuat dibandingkan minat beli, yang makin memperkuat potensi penurunan harga.
Di samping faktor teknikal, pergerakan Bitcoin juga menjadi faktor penentu dalam harga XRP. Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar US$ 83.000. Jika Bitcoin mengalami koreksi besar dan jatuh di bawah US$ 72.000, XRP kemungkinan akan ikut terdampak dan bergerak ke kisaran US$ 1,20 atau lebih rendah.
Sebaliknya, jika Bitcoin tetap stabil atau mengalami kenaikan, XRP bisa mendapatkan momentum pemulihan.
Tak ketinggalan juga kasus hukum antara Ripple dan SEC juga berperan dalam volatilitas harga XRP. Kasus ini sudah berlangsung selama beberapa tahun dan masih belum ada kejelasan mengenai hasil akhirnya.
Jika Ripple memenangkan gugatan, maka XRP berpotensi mengalami lonjakan harga yang signifikan. Namun, jika Ripple kalah atau mengalami hambatan hukum tambahan, maka XRP bisa mengalami tekanan jual yang lebih besar.
Meskipun situasi saat ini terlihat bearish, ada satu indikator yang memberikan harapan bagi investor. Relative Strength Index (RSI) menunjukkan pola yang sebelumnya pernah terjadi sebelum XRP mengalami lonjakan harga lebih dari 500 persen. Jika pola ini kembali terulang, ada kemungkinan XRP bisa mengalami pemulihan dalam waktu dekat.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








