CryptoHarian

Sinyal Teknis Makin Bearish, BTC Terancam ke US$ 80.000

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali kehilangan momentumnya, memicu kekhawatiran bahwa mata uang kripto terbesar ini mungkin telah memasuki awal siklus penurunan baru.

Pandangan ini disampaikan oleh analisis kripto TradingShot dalam unggahannya di TradingView, menyusul turunnya BTC di bawah level psikologis US$ 110.000 dan semakin dekat dengan titik kritis di indikator teknikal utama.

“Bitcoin saat ini sedang menguji rata-rata pergerakan (moving average) 50-minggu, level yang secara historis menjadi penentu arah tren besar,” tulis TradingShot.

Jika BTC gagal bertahan di atas MA 50-minggu, analisis teknikal memproyeksikan potensi penurunan lebih lanjut hingga ke MA 100-minggu, yang berada di kisaran US$ 80.000-an. Dalam siklus sebelumnya, fase ini berakhir dengan konsolidasi berkepanjangan, dan akhirnya, kapitulasi menuju MA 100-bulanan yang jauh lebih rendah.

Pola Lama Terulang?

TradingShot menyoroti kemiripan siklus saat ini dengan periode 2021-2022. Saat itu, Bitcoin mencapai puncak sekitar tujuh minggu sebelum pasar saham Amerika, dan pola serupa tampaknya terjadi kembali, yakni S&P 500 mencetak rekor tertinggi, sementara BTC justru mundur.

Bitcoin membentuk puncak lebih awal tahun ini di dekat US$ 120.000, lalu menunjukkan pola lower high dan RSI yang terus melemah,” ujarnya.

Baca Juga: Zcash Jadi Satu-Satunya Aset Hijau di Tengah Aksi Jual Massal Kripto

Hal tersebut mengindikasikan tekanan jual yang terus meningkat, sama seperti saat menjelang breakdown besar 2022.

Menurut pemetaan siklus pasar yang dilakukan TradingShot, rotasi modal dari kripto ke saham juga pernah terjadi di akhir siklus bullish sebelumnya. Jika pola ini kembali berulang, maka pasar saham bisa mencapai puncaknya pada akhir November, disusul dengan potensi koreksi menyeluruh di aset beresiko.

Bitcoin Masih dalam Tekanan

Penurunan Bitcoin baru-baru ini juga dipicu oleh pernyataan hawkish dari Federal Reserve, yang menyiratkan bahwa pemangkasan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini membebani sentimen pasar kripto, terutama ditengah reli pasar saham dan emas.

Pada saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan di $101.850, turun hampir 2% dalam 24 jam terakhir dan 10% selama sepekan. Hargaini merupakan level terendah sejak akhir Juni.

Saat ini tantangan utama Bitcoin adalah bertahan di atas $100.000. Jika gagal, risiko tekanan jual lanjutan akan meningkat – membuka peluang kembalinya fase konsolidasi jangka panjang, atau bahkan skenario breakdown lebih dalam.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)