Snowden: Bitcoin Lebih Kuat Setelah Larangan China

Sentimen negatif dari China memang telah memberi pukulan (sekali lagi) pada pasar crypto secara keseluruhan.

Menariknya, ini terlihat hanya dalam waktu yang sebentar saja karena pasar telah benar-benar mencoba untuk pulih dari keterpurukan pasca FUD tersebut. Namun, apakah bayang-bayang China ini benar-benar berakhir?

Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) AS yang membocorkan data intelijen yang sangat rahasia pada tahun 2013, percaya bahwa larangan cryptocurrency di China justru telah memperkuat Bitcoin.

Pada Maret 2020 lalu, Snowden mengatakan dalam cuitannya:

“Ini adalah pertama kalinya saya merasa ingin membeli BItcoin. Penurunan itu terlalu banyak kepanikan dan terlalu sedikit alasan.”

Dan belum lama ini, dia mengutip cuitan 2020 tersebut dan mengatakan:

“[Bitcoin] naik ~ 10 sejak, meskipun ada kampanye global yang terkoordinasi oleh pemerintah untuk melemahkan pemahaman publik tentang dan dukungan untuk cryptocurrency.. China bahkan melarangnya, tetapi itu hanya membuat Bitcoin lebih kuat.”

Baca Juga: Analisa Teknikal Mingguan SUSHI, DOT dan TKO

Baca Juga: Inilah 3 Faktor yang Dapat Mendongkrak Harga Bitcoin Berikutnya

Ini bukan pertama kalinya Snowden berpendapat tentang Bitcoin. Awal tahun ini, pelapor terkenal tersebut telah menyesali kurangnya privasi yang dirasakan cryptocurrency.

Selama KTT Ethereal tahun ini, Snowden mengatakan Bitcoin perlu “dirancang secara pribadi” untuk melawan upaya melawan “koin privasi” seperti Monero. 

“Bitcoin benar-benar gagal secara komprehensif dalam hal privasi. Sekarang pada tahun 2021, semua orang tahu ada masalah ketika kita berbicara tentang pengawasan digital,” kata Snowden kepada advokat privasi digital, Marta Belcher.

Menurut pandangannya, solusinya adalah agar Bitcoin kembali ke privasi, tetapi dia tidak selalu optimis.

“Ini benar-benar membuat frustrasi bagi banyak orang di ruang ini bahwa tim pengembangan inti untuk Bitcoin telah diprioritaskan — karena semakin lama mereka menunggu, semakin banyak hambatan yang akan dilakukan untuk mencegahnya.”

Tidak hanya Snowder, Michael Saylor, CEO MicroStrategy, juga percaya bahwa China banning BTC adalah hal yang sia-sia.

Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Saylor mengatakan bahwa larangan BTC di China tidak relevan.

Dia juga menunjukkan beberapa contoh seperti saham Google, Facebook dan Twitter pada 2010 karena pada saat itu China juga melarang saham tersebut. Namun, saham-saham tersebut malah naik drastis pada tahun 2020.

Namun, tampaknya secara global pandangan ini tidak begitu menganggu lagi. Para HODLer semakin kuat memegang crypto mereka sehingga kejatuhan tidak semengerikan yang dibayangkan.

China kemungkinan sudah tidak begitu punya pengaruh besar untuk pergerakan harga crypto. Dan mungkin akan semakin tipis di masa mendatang. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis