CryptoHarian

Soal Regulasi Kripto, CEO FTX Jelaskan Konsep Blacklist Lebih Baik Daripada Whitelist

Cryptoharian – CEO FTX, Sam Bankman Fried baru-baru ini mengunggah opininya terkait regulasi kripto. Dalam cuitannya pada hari Selasa (27/9/2022), ia menuliskan dalam tesis inti yang ia percayai, daftar hitam (blacklist) lebih baik daripada daftar putih (whitelist).

“Misalkan seseorang pertama, sebut saja Alice ingin mengirim US$100 ke orang kedua, sebut saja Bob. Haruskah dia diizinkan? Setelah terkirim, jika dia meminta pengembalian dana, apakah harus dikirim kembali?,” ungkap SBF di laman Twitternya.

SBF mengatakan, saat ini uang tunai pada dasarnya gratis. Pemilik dapat menyerahkan uang dolar kepada siapa pun dan tidak pernah bisa dibalik. Sedangkan, transfer Automated Clearing House (ACH) hanya berfungsi dari satu orang yang telah masuk daftar putih, untuk akun di bank yang masuk daftar putih oleh The Fed ke orang lain dan dapat dibalik.

“Jadi ACH menggunakan sistem daftar putih: Anda hanya dapat mengirim uang kepada seseorang, jika serangkaian lembaga secara terang-terangan membolehkan. Uang tunai selalu berfungsi, seperti halnya emas batangan,” ujarnya.

Ia menerangkan hal ini lebih condong pada perihal keamanan vs kebebasan. Whitelist, seperti cara kerja ACH hari ini telah memberikan banyak keamanan. Namun hal ini membuat transfer, inovasi, dan perdagangan menjadi sangat sulit. Sistem gratis seperti uang tunai, bersih, sederhana dan juga gratis, tapi bisa digunakan untuk pencucian uang.

“Jadi apa yang bisa dilakukan kripto? Kita kembali pada contoh pengiriman US$100 tadi. Jika Alice atau Bob diberi sanksi, misalkan pada daftar OFAC maka hal tersebut umumnya ilegal. Namun jika tidak, umumnya legal,” kata SBF.

Menurutnya, dengan kata lain kripto ini menggunakan sistem daftar hitam, dimana pemilik aset tidak dapat mengirim dana ke/dari orang atau entitas yang secara khusus masuk daftar hitam. Sebaliknya, pemilik bebas melakukan apa yang diinginkan (setidaknya untuk transfer peer to peer).

“Saya pikir ini adalah kompromi yang baik, karena yang pertama itu berarti bahwa siapa pun yang memfasilitasi kejahatan keuangan dapat dimasukkan dalam daftar hitam, misalkan oleh OFAC dan memutusnya. Namun untuk semua orang, transfer berfungsi mulus dan tanpa izin,” paparnya,

Diriinya juga menjelaskan bahwa pemilik aset mendapatkan sebagian besar perlindungan dengan memasukkan beberapa aktor jahat ke daftar hitam. Disamping itu, kita juga mendapatkan sebagian besar kebebasan dengan mengizinkan perdagangan gratis.

“Jadi apa artinya itu, misalkan Tornado Cash dikenai sanksi? Saya mengerti mengapa hal itu terjadi, dan merupakan hal yang penting untuk mencegah keuangan gelap. Hal vital lainnya yakni adalah mereka tidak berpindah dari daftar hitam ke daftar putih,” pungka SBF. (Im)

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.