Cryptoharian – Tekanan jual pada Bitcoin (BTC) makin meningkat, Salah satu trader di media sosial X, yakni “Wealthmanager” menekankan bahwa BTC telah memasuki fase pelemahan aktif, dengan potensi penurunan cepat jika level support kunci gagal bertahan.
“BTC sudah mulai dumping. Jika harga menembus US$ 86.800, saya memperkirakan pergerakan turun cepat ke angka US$ 84.000 – US$ 85.000,” ungkap Wealthmanager.
Wealthmanager menjelaskan, kondisi pasar saat ini sangatlah lemah, sehingga membeli di tengah penurunan justru beresiko tinggi.
“Jangan mencoba menangkap pisau yang jatuh. Pasar saat ini sangat rapuh,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa strategi terbaik untuk saat ini adalah menunggu dengan sabar, bukan memaksakan entry di area support lokal yang belum terkonfirmasi.
Meski banyak trader mengincar peluang short, Wealthmanager menyebut bahwa harga saat ini bukan entry yang ideal.
“Apakah ini peluang short yang bagus sekarang lokal? Tidak. Entry yang bagus kemarin ada di US$ 90.350. Sekarang tugasnya hanya menunggu setup berikutnya,” kata Wealthmanager.
Grafik yang ia bagikan pun menunjukkan BTC sebelumnya gagal bertahan di zona resisten (short zone), lalu berbalik turun dengan struktur lower high.
Baca Juga: Pengamat: Bubble Bitcoin Lebih Dipicu Siklus Ekonomi, Bukan Halving
Pada analisa sebelumnya, Wealthmanager mengatakan bahwa tekanan bearish pada BTC hingga hari Selasa (23/12/2025) masih belum berakhir. Dia menegaskan bahwa tren jangka pendek hingga menengah masih mengarah ke bawah, dengan potensi retest Point of Control (POC) sebelum penurunan berlanjut.
“Saya masih bearish pada BTC. Retest POC sebelum kita lanjut turun terlihat sebagai skenario paling masuk akal,” paparnya.
Menurutnya, kondisi pasar seperti ini tidak ideal bagi yan ingin entry long, terutama bagi trader yang belum memiliki posisi.
“Jika anda belum memasuki posisi, saya tidak akan menyarankan long. Lebih baik menunggu peluang short berikutnya,” tulis Wealthmanager.
Kendati demikian, dirinya juga menekankan pentingnya mengikuti arah pasar, bukan melawannya. Dalam tren lemah, upaya melawan arus sering kali berakhir dengan kerugian cepat.
“Buat segalanya lebih mudah. Jangan trading melawan tren,” pungkas Wealthmanager.
Sebagai informasi, Point of Control (POC) adalah area harga dengan volume transaksi tertinggi, yang sering bertindak sebagai magnet harga. Dalam kondisi bearish, retest POC kerap menjadi zona distribusi ulang sebelum tekanan jual kembali meningkat.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


