5 Syarat Menjadi Reseller: Kelebihan, Kekurangan Dan Aplikasi Terbaik

Apakah Anda ingin menjadi reseller? Reseller secara harafiah berarti ‘menjual kembali’. Ini adalah profesi yang menjual kembali produk jadi kepada konsumen lain. Anda tidak perlu repot melakukan product development dan branding.

Meskipun demikian, modal awal dibutuhkan untuk membeli dan menyetok barang dari supplier/distributor agar bisa disimpan sebagai inventori. 

Harga produk grosir jauh lebih murah daripada harga produk eceran. Anda bisa melakukan mark-up retail price untuk mendapatkan margin.

Berikut adalah panduan sederhana untuk menjadi reseller yang sukses:

1. Memahami Target Pasar

Hal ini cukup penting, kepada siapakan produk Anda akan dituju? Wanita, pria? Usia mereka? Domisili mereka? Profesi mereka (bekerja atau pelajar), kegemaran mereka dan lain-lain. 

Jika mampu mendefinisikan target pasar dengan baik, maka Anda akan lebih mudah memilih produk yang mereka butuhkan, inginkan, serta cara apa yang tepat untuk berjualan kepada mereka. 

2. Menentukan Produk

Jika Anda baru memulai bisnis sebagai reseller, tentukan produk seperti apa yang ingin dijual. Pilih kategori produk terbaik dan cari tahu apa yang perlu dipersiapkan dan berapa biaya overhead dan pendapatan sehingga Anda dapat menulis rencana bisnis dan membuat keputusan yang tepat.

Menentukan produk adalah tahap yang menantang, Anda ingin memilih sesuatu yang banyak dicari masyarakat luas (kebutuhan primer) atau Anda ingin menawarkan produk spesial yang jarang beredar – oleh karena itu, pastikan ada minat dan kemampuan membeli dari target pasar Anda. 

Jika Anda sudah memiliki bisnis atau basis pelanggan dan sedang mencari produk tambahan, perhatikan demografis pelanggan Anda saat mencari produk bernilai tambah dengan sinergi untuk bisnis Anda. 

3. Mencari Supplier yang Tepat

Ada beberapa pertimbangan saat memilih supplier atau merchant untuk menjadi reseller. Anda tentu ingin memilih supplier terpercaya yang menawarkan pengembalian terbaik untuk penjualan Anda, tetapi Anda juga harus menyadari perbedaan antara perjanjian reseller. 

Misalnya, supplier mungkin menawarkan pendapatan 10% lebih banyak per penjualan tetapi membutuhkan 50% lebih banyak pekerjaan untuk membuat nilai pengembalian yang lebih rendah lebih baik. 

Pelajari sistem komisinya dengan cermat, selain itu pastikan supplier memberikan produk dengan kualitas yang baik agar Anda terhindar dari retur pelanggan. 

Anda harus membandingkan perjanjian reseller yang berbeda dan mempertimbangkan cara remunerasi yang berbeda. Pertimbangkan bagaimana Anda akan melacak penjualan Anda untuk memastikan bahwa Anda dibayar sesuai. 

Pastikan persyaratan perjanjian reseller adil dan perhatikan kewajiban Anda sebagai reseller dan kewajiban supplier kepada Anda serta persyaratan kontrak terutama jika Anda diminta untuk membuat komitmen keuangan. 

Kunci untuk menjadi reseller yang sukses dan menguntungkan adalah memilih produk yang andal, dari perusahaan kredibel dengan margin keuntungan yang baik, perjanjian reseller yang transparan, mudah dilacak dan dikelola. 

4. Mempelajari dan Menjetujui Perjanjian 

Setelah Anda mengidentifikasi produk dan pemasok yang tepat, Anda berada dalam posisi untuk menyetujui persyaratan (tentu saja setelah mempelajari perjanjian dengan baik). 

Selalu pastikan bahwa Anda memahami sepenuhnya setiap klausul dalam kontrak dan tanggung jawab saat Anda menandatanganinya. 

Biasanya, seorang reseller harus membeli inventori dari supplier untuk menyimpan stock di gudang sendiri. 

Ini jelas berbeda dengan sistem dropship yang menghapus tahap penyimpanan inventori. Meskipun demikian, beberapa supplier tidak mengharuskan reseller mereka untuk membeli inventori, jadi ini tergantung pada kebijakan masing-masing supplier. 

Setelah Anda yakin, yang perlu Anda lakukan hanyalah menandatangani kontrak dan menerapkan strategi pemasaran untuk mulai menjual produk baru Anda.

5. Bagaimana Cara Menjual?

Setelah melalui semua proses diatas, Anda ingin memikirkan cara melakukan penjualan. Bagaimanakah saya harus berjualan? Ada pilihan offline dan online. 

  • Untuk offline, Anda bisa melakukan Yard Sales, ini opsi terbaik untuk menjual produk dengan nilai kecil misalnya seperti furniture rumah yang berat, buku-buku dan lain-lain. 
  • Jika ingin menjual secara online, opsinya sangat banyak disini. Anda bisa menggunakan Facebook untuk menjual pada laman neighborhood atau memanfaatkan fitur marketplace, postingan itu bisa memberikan Anda exposure yang baik. 
  • Instagram juga adalah tempat yang baik untuk berjualan. Unggah foto-foto produk dengan sudut terbaik dan manfaatkan fitur Instagram shop maupun iklan mereka. 
  • Beberapa aplikasi seperti Letgo dan OfferUp memungkinkan Anda melakukan penjualan online dan meminta pembeli mengambilnya dari beranda Anda. Ini adalah cara hebat lainnya untuk menjual barang-barang besar yang tidak praktis.
  • Poshmark, Tokopedia, BukaLapak adalah online marketplace yang memungkinkan Anda mendapatkan exposure kepada pembeli potensial. Jika Anda memutuskan berjualan disini, Anda harus sigap untuk membungkus dan mengirim paket tersebut jika sudah dipesan. Aplikasi seperti ini membuat proses berjualan lebih nyaman. 
  • Consignment online seperti ThreadUP dan The RealReal adalah perusahaan yang menawarkan penjualan barang pribadi Anda sendiri. Namun, ini akan lebih berhasil jika Anda menjual produk nilai tinggi seperti baju desainer ternama dan asesoris. Mereka memberikan lapisan tambahan keamanan untuk penjualan. 

6. Kreativitas Marketing dan Promosi

Saat sedang berjualan, tidak berarti sales akan datang dengan segera. Kita perlu memikirkan bagaimana produk bisa terjual dan tersebar secara efisien. 

Pikirkan strategi marketing yang diperlukan dari penggunaan situs website, sosial media, SEO, influencers, iklan berbayar dan lain-lain. Pastikan budgetnya juga harus sesuai agar pengeluaran marketing tidak membengkak. 

Berikan penawaran menarik seperti diskon atau paket. Lakukan kolaborasi dengan pihak lain jika itu dapat membawa kebaikan. 

Tips Menjadi Reseller yang Sukses

Setelah melalui beberapa penjualan, Anda akan mencari hal-hal baru untuk ditingkatkan setiap saat. Jika Anda ingin meningkatkan penjualan dan menjadikan profesi reseller ini sebagai bisnis serius, kami memiliki beberapa tips.

  • Lakukan banyak riset sebelum memutuskan apa yang akan dibeli untuk dijual kembali. Anda tidak ingin terjebak dengan produk berperforma buruk. 
  • Memberikan layanan pelanggan yang luar biasa. Peringkat yang baik dari pelanggan Anda akan menentukan kesuksesan jangka panjang Anda. 
  • Ambil foto yang bagus. Foto yang jelas dan terang dengan latar belakang sesuai akan menghasilkan gambar yang jelas. Ini membuat item mudah dikenali pembeli. 
  • Juga, jika Anda menghasilkan keuntungan super tinggi dan memutuskan untuk mendaftarkannya menjadi perusahaan riil, pastikan untuk melacak pengeluaran dan pendapatan sehingga Anda dapat membayar pajak. 

Aplikasi Reseller Terbaik

Oberlo adalah alat yang hebat bagi mereka yang tertarik dengan produk reseller. Meskipun Oberlo adalah pasar dropshipping, prinsip yang sama berlaku untuk program dropship produk reseller. 

Ini menjawab semua pertanyaan Anda mulai dari bagaimana menjadi reseller online hingga ide bisnis reseller. Anda akan dapat menjual kembali barang-barang dari produsen tanpa membawa inventori dan lainnya. 

Berikut beberapa alasan bagus lainnya untuk mempertimbangkan Oberlo:

  • Impor Produk dengan Satu Klik: Anda dapat memilih untuk menambahkan ratusan item ke toko Anda dengan satu klik mudah. Anda dapat menyortir volume pesanan, ulasan tinggi, dan peringkat penjual untuk menemukan produk yang tepat untuk toko online reseller Anda.
  • Proses Pesanan dengan Satu Klik: Pasar dropship reseller Oberlo memungkinkan Anda memproses pesanan dalam satu klik. Daripada mengetikkan alamat pelanggan secara manual, Anda dapat mengklik tombol dan semua detail pelanggan akan dikirim langsung ke pemasok terkait
  • Pilih Dari Jutaan Produk: Sebagai seseorang yang menjual produk reseller, variasi memungkinkan Anda menemukan produk terbaik untuk dijual kepada pelanggan Anda. Anda dapat memilih dari jutaan produk hebat untuk dijual kepada pelanggan Anda. Dengan menawarkan variasi kepada pelanggan, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan penjualan.
  • Pemasok yang Mengirimkan Produk untuk Anda: Dalam bisnis reseller, Anda tidak perlu mengemas atau mengirimkan barang ke pelanggan. Supplier Anda akan melakukannya untuk Anda. Ini menghemat waktu dan uang Anda dari biaya tenaga kerja yang lebih sedikit. Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pemasaran dan meningkatkan penjualan toko Anda.
  • Perubahan Harga Otomatis: Ketika pemasok mengubah harganya, Anda dapat meminta toko Anda secara otomatis memperbarui harga produk Anda. Ini memungkinkan Anda untuk mempertahankan bisnis yang menguntungkan atau menawarkan diskon khusus.
  • Lacak Pengiriman: Anda dapat dengan mudah melacak pengiriman pelanggan Anda di pasar Oberlo. Ketika pelanggan mengajukan pertanyaan tentang paket mereka, Anda dapat memberi mereka informasi spesifik karena informasi pelacakan mudah diakses.
  • Memukan Produk lebih Mudah + Ongkos Kirim Terjangkau: Dengan Oberlo, bisnis reseller bisa menjual produk dengan ongkos kirim yang terjangkau. Anda dapat memilih untuk mengurutkan item dengan pengiriman gratis atau pengiriman ePacket (layanan pengiriman cepat hemat biaya). Ini memungkinkan Anda mengirim produk kepada pelanggan dengan cepat dan terjangkau.
  • Anda Dapat Menghasilkan Lebih Banyak Uang: Anda dapat menetapkan margin sendiri dan menjaga biaya bisnis reseller tetap rendah. Jenis model bisnis ini memberi Anda peluang yang lebih baik untuk menghasilkan lebih banyak uang daripada banyak merek pesaing. Dengan harga produk yang rendah, Anda akan dapat menawarkan harga pasar yang tetap memungkinkan Anda menjalankan bisnis yang menguntungkan.

Dengan bisnis reseller, toko Anda akan tetap menjadi brand tersendiri. Anda akan dapat mengembangkan basis penggemar setia Anda sendiri. Situs web Anda dapat dirancang dan ditata sesuka Anda. 

Anda akan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda. Promosi, penjualan, dan harga produk semuanya akan dilakukan oleh Anda. Bisnis reseller memungkinkan Anda menemukan produk untuk dijual kepada pelanggan Anda dengan mudah. 

Bagaimana Anda memposisikan merek dan memasarkan produk Anda adalah hal yang memungkinkan Anda untuk benar-benar bersinar dan sukses.

Kelebihan Menjadi Reseller

Bagi beberapa manufaktur, bekerja dengan Reseller menjadi opsi yang menarik, terutama pada hari-hari awal saat ingin membangun nama di dunie ecommerce. Faktanya, kebanyakan manfaat dari reseller berada pada pendatang baru ecommerce. Ini adalah beberapa dampak positif yang dimiliki profesi reseller: 

1. Tidak Perlu Memproduksi Barang Sendiri

Anda jelas akan meloncati tahap produksi, ini berarti tidak perlu memikirkan produksi barang dan hal merepotkan lainnya. Semua tugas produksi dan produk sudah dilakukan dari supplier. Anda hanya perlu membeli inventori dari pemasok dan memikirkan pemasaran. 

2. Modal Kecil

Bisnis yang satu ini tidak akan menguras dana Anda. seorang reseller dari brand tertentu hanya perlu menjual ulang produk dari brand lain, oleh karena itu, Anda tidak perlu mengeluarkan dana uji coba produk, packaging, inventori, dan lain-lain. 

3. Basis Pelanggannya Stabil

Jika Anda berjualan via ecommerce, basis pelanggannya cukup stabil. Mereka (basis pelanggan) mungkin sudah menerima ulasan produk, jadi Anda bisa mulai dengan daftar produk yang sehat, bukan dari awal. Ulasan ini akan melekat pada produk Anda, bukan penjualnya. 

Meskipun ulasan produk bukanlah segalanya, kekurangannya masih dapat membuat pelanggan kecewa, dan juga dapat memengaruhi kemampuan penelusuran organik dan peringkat produk Anda.

4. Berpengalaman dengan Penjualan dan Pemasaran

Reseller besar sering kali sangat berpengalaman di Amazon, jadi mereka mungkin tahu beberapa strategi bagus untuk mengeluarkan item Anda dan meningkatkan penjualan. 

Ini mungkin termasuk hal-hal seperti pengoptimalan kata kunci atau iklan. Jelas, kualitas bervariasi dari reseller ke reseller.

5. Cara cepat untuk meluncurkan produk Anda

Jika Anda baru memulai, reseller akan segera memasarkan produk Anda. Ada juga beberapa potensi untuk perluasan regional dan nasional – kemungkinan besar, pengecer memiliki keberadaan yang luas di seluruh negeri. 

6. Jauh lebih sedikit pekerjaan

Product development dan riset adalah tahapan yang tidak perlu dilewati. Anda hanya perlu memikirkan penyimpanan, marketing dan penjualan. Karena sebagai reseller Anda hanya menjual produk jadi. 

Anda tidak akan bertanggung jawab atas semua biaya dan pengelolaan yang terkait dengannya. Reseller jelas merupakan pendekatan “lepas tangan”, dan mungkin tampak serupa dengan menjual melalui beberapa toko fisik.

7. Uang Tunai Cepat untuk Anda

Anda bisa mendapatkan uang dalam waktu yang singkat, atau dalam beberapa hari tergantung pada persyaratan pembayaran Anda dengan penjual tersebut. 

Kekurangan Menjadi Reseller

Layaknya semua jenis bisnis, menjadi reseller juga tidak lepas dari risiko dan kekurangan. Berikut adalah beberapa poin mengapa menjadi reseller tidak selalu seindah pelangi dan hari cerah:

1. Margin lebih kecil

Meskipun Anda akan menghasilkan uang dengan cepat, itu tidak akan memberi keuntungan sebanyak jika Anda menjualnya produk sendiri. Jika membuat produk sendiri, kesuksesan akan tergantung pada bagaimana Anda memberikan kualitas, harga dan beberapa aspek penting lainnya. 

Reseller pada akhirnya hanya mendapatkan keuntungan yang kecil, dan sering kali membutuhkan waktu lama untuk bisa membalikkan modal. 

2. Menyimpan Inventori

Pada kasus umum, reseller akan membeli produk dari supplier secara grosir (untuk mendapatkan harga murah) dan menyimpan barang-barang tersebut di gudang pribadi. Jika produknya tidak terjual atau tidak laris, maka Anda berisiko menimbun inventori yang cukup banyak. 

3. Masalah dengan kontrol kualitas

Pada awalnya Anda bisa saja menentukan pemasok tertentu sebagai rekan kerja. Meskipun demikian, tidak berarti segala hal dapat berjalan dengan mulus. 

Bergantung pada jenis produk, ada beberapa kendala yang bisa muncul dan ini mungkin termasuk: masalah kedaluwarsa, komponen hilang, barang rusak atau bahkan barang palsu. Ini dapat menodai peringkat keseluruhan produk Anda saat berjualan – Faktanya, 82% orang memeriksa internet untuk mendapatkan ulasan sebelum membeli produk online.  

4. Ulasan buruk 

Ulasan produk akan memberi dampak untuk reseller. Saat Anda mengelola penjualan, Anda dapat secara aktif berupaya untuk menghapusnya dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan untuk membatasinya di masa mendatang. 

5. Banyak Saingan

Ini bukan hal yang mengejutkan, bisnis jenis apapun itu, belakangan sudah cukup saturated, tidak terkecuali profesi reseller. Anda bisa saja bersaing dengan 100 reseller lainnya hanya untuk menjual satu botol selai srikaya. 

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai cara menjadi reseller. Semoga bermanfaat dan salam sukses dari kami. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

An aspiring Marketer and Merchandiser. Penulis giat tentang bisnis, finansial dan teknologi. Penyelam industri Cryptocurrency yang netral.