CryptoHarian

Tahun Ini, Para Pemegang Kripto Harus Ekstra Hati-Hati pada Keselamatan Diri

Cryptoharian – Sebuah laporan baru dari Galaxy Digital memperingatkan bahwa 2025 sedang menuju rekor sebagai tahun paling berbahaya bagi para pemilik aset kripto. Ini diketahui berdasarkan data lonjakan signifikan dalam kasus kekerasan fisik, penculikan dan pemerasan yang menargetkan para investor kripto.

Grafik yang dibagikan oleh analis riset Alex Thorn menunjukkan bahwa jumlah insiden tahun ini hampir menyamai total tahunan 2023, dan bahkan mendekati angka dari 2018. Jika tren ini terus berlanjut, 2025 hampir pasti akan melampaui 2021, yang sebelumnya dianggap sebagai tahun paling rawan bagi pemilik aset digital.

Hingga awal Juni, lebih dari 25 serangan fisik terhadap pemilik kripto telah didokumentasikan secara global. Negara seperti UEA dan India mencatat peningkatan tajam dalam laporan pemerasan dan ancaman fisik, sering kali menargetkan individu dengan kepemilikan besar atau keterlibatan aktif di dunia kripto.

Salah satu kasus paling mencolok tahun ini adalah penculikan David Balland, salah satu pendiri dompet kripto Ledger. Balland dan istrinya diculik dari rumah mereka di Prancis pada Januari dan berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang.

Beberapa minggu kemudian, terjadi upaya penculikan terhadap anak dari seorang pengusaha kripto ternama, yang ternyata juga dari Prancis. Insiden tersebut mendorong otoritas setempat untuk meningkatkan pengamanan bagi tokoh-tokoh penting di sektor kripto.

Kolaborator Satoshi Nakamoto, Martti ‘Sirius’ Malmi bahkan mengusulkan pembentukan sebuah unit bayangan bernama “Bitcoin Mossad”, gagasan kontroversial untuk melacak dan menindak pelaku kriminal yang menyerang pemilik jangka pasang aset digital.

Sementara itu, beberapa perusahaan asuransi kini mulai menawarkan produk proteksi yang dirancang khusus untuk pengusaha dan investor kripto, termasuk asuransi terhadap penculikan dan pemerasan.

Tim cryptoharian.com sebelumnya juga memberitakan terkait daftar tindakan kriminal yang menargetkan para pemilik aset kripto. Tindakan tersebut mulai dari penculikan dan penyiksaan, bahkan ada yang berujung korban dengan nyawa melayang.

Salah satu tips paling aman untuk menjaga aset kripto dari para aktor jahat tersebut, adalah tidak pamer atau biasa disebut flexing. Terutama, flexing di media sosial dapat menjadikan seseorang sebagai target empuk yang sangat mudah dicari, bahkan tanpa perlu alat pelacak canggih.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)