8 Reksadana Online Indonesia Terbaik Diawasi Oleh OJK 2021

Reksadana adalah salah satu bentuk investasi yang cukup populer dan rendah risiko (namun tidak berarti bebas dari risiko). Sekarang, Anda bisa membeli reksadana online. Di artikel ini, kami akan menjelaskan platform reksadana online terbaik di Indonesia, Jenis Reksadana Online, Manfaat dan Resiko Reksadana Online

Berinvestasi di reksadana online bisa dimulai dengan modal kecil dan dapat dikelola dengan professional oleh manajer investasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Apa itu sebenarnya reksadana? 

Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah wadah yang digunakan masyarakat pemodal (investor) untuk berinvestasi di instrument-instrumen pasar keuangan.

Dana yang terkumpul tersebut akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi misalnya seperti saham, obligasi, surat utang atau deposito. 

Reksadana mengumpulkan dana dari banyak investor yang dikelola oleh manajer investasi agar nilainya bisa berkembang.

Di Indonesia, regulasi reksadana tertera di undang-undang pasar modal nomor 8 tahun 1995.

Berinvestasi di reksadana adalah aman karena resmi dan terdata di pemerintah. Pelajari lebih lanjut tentang investasi reksadana disini. 

Sekarang, anda bisa membeli reksadana online.

Apa itu Reksadana Online? 

Reksadana online adalah membeli reksadana secara online dengan modal mulai Rp 10 ribu.

Jaman modern ini, kemajuan teknologi telah memudahkan hidup manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satunya adalah sektor bisnis dan investasi.

Jika dahulu berinvestasi adalah kegiatan yang eksklusif dan membingungkan, sekarang Anda bisa melakukan semuanya hanya melalui satu perangkat komputer saja, tentunya dengan sambungan internet agar bisa online. 

Reksadana online tersedia untuk kita semua dalam berbagai jenis, contohnya adalah seperti reksadana saham, reksadana pasar uang, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap dan reksadana indeks. 

Tanpa perlu keluar rumah dan menunggu antrian panjang, kini membeli reksadana menjadi lebih mudah dan cepat. 

Reksadana online meliputi perbankan, sekuritas, e-marketplace, supermarket reksadana hingga dompet elektronik.

Anda dapat memilih reksadana online terbaik yang paling tepat untuk kebutuhan dan preferensi masing-masing. 

Hadirnya reksadana online tentu membantu kita semua untuk menghemat tenaga serta waktu agar tidak perlu lagi mendatangi manejer investasi satu per satu , ataupun mengunjungi bank dan menerjang arus lalu lintas yang tidak menentu. 

Jenis-Jenis Reksadana Online

Pada umumnya, terdapat 2 jenis Reksadana online. Pertama adalah Eksklusif menjual Reksadana hanya dari satu Manajer Investasi.

Reksadana dari Manajer Investasi lain tidak dijual. Contohnya adalah Danareksa (D’One), Panin dan Mandiri. 

Kedua adalah Supermarket Reksadana yang menawarkan produk dari berbagai Manajer Investasi, misalnya adalah Commonwealth Bank dan IPOTFUND dan Indo Premier. 

Anda dapat memilih cara berinvestasi yang paling sesuai dengan preferensi masing-masing.

Jika individu tertentu ternyata sudah mempunyai reksadana langganan mereka, maka bisa langsung membeli ke Manajer Investasi pilihannya. 

Pada reksadana jenis kedua, dikatakan tingkat fleksibilitas dan kebebasannya lebih tinggi karena opsinya lebih bervariasi. 

Masih membahas model yang kedua, disana Anda bisa dengan lebih mudah memilih reksadana yang sesuai dengan spesialisasi manajer,

karena manajer investasi pada umumnya mempunyai spesialisasi, sebagai contoh, ada beberapa diantara mereka yang piawai di jenis pasar uang, tapi performanya kurang bagus di saham. 

Perlu kita pahami bahwa tidak semua manajer investasi menguasai semua jenis reksadana.

Pada model pertama, Anda hanya bergantung pada satu manajer investasi saja. 

1.Bank Commonwealth

Saat ini kita dapat membeli sekitar 70 produk reksadana terbitan dari 10 manajer investasi top di Indonesia seperti BNP Paribas, Danareksa, Scroder, Batavia, Mandiri dan lain-lain. Berikut adalah detil produknya:

  • Reksadana pasar uang 6 produk
  • Reksadana pendapatan tetap 16 produk
  • Reksadana campuran 16 produk
  • Reksadana saham 33 produk
  • Reksadana indeks 1 produk 

2.POEMS ProFunds

Ini adalah plaform penjualan reksadana besutan Philip Sekuritas Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan sekuritas papan atas di Indonesia.

Philip memposisikan diri sebagai supermarket untuk ratusan produk reksadana di Indonesia pada platform ini. 

Per hari ini, sudah ada kurang lebih 116 produk reksadana dari 29 manajer investasi yang bisa dibeli dari POEM ProFunds.

Berikut adalah informasi produk mereka:

  • Reksa dana pasar uang: 16 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 25 produk
  • Reksa dana campuran: 30 produk
  • Reksa dana saham: 43 produk
  • Reksa dana indeks: 2 produk

3.IPOTFUND

Korporasi ini sudah menjadi salah satu marketplace reksadana yang komplit di tanah air.

Tercatat mereka mempunyai 34 manajer investasi yang menjajakan hampir 200 produk reksadana pada IPOTFUND.

Informasi mengenai produk mereka adalah sebagai berikut:

  • Reksa dana pasar uang: 27 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 38 produk
  • Reksa dana campuran: 43 produk
  • Reksa dana saham: 87 produk

4.Bareksa

Bareksa mempunyai 154 produk reksadana yang dijual dan berasal dari 30 manajer investasi lokal. Bareksa adalah salah satu reksadana online yang didukung oleh OJK.

Sejak Schroder (manajer investasi) masuk, ini menjadi poin plus bagi Bareksa mengingat produk Schroder hanya bisa ditemui melalui agen offline kecuali Commbank.

Informasi produknya adalah sebagai berikut:

  • Reksa dana pasar uang: 27 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 32 produk
  • Reksa dana campuran: 55 produk
  • Reksa dana saham: 37 produk
  • Reksa dana indeks: 3 produk

5.Tanamduit 

Dikutip dari situs catatankeluargamuda, Tanamduit adalah platform milik PT Star Mercato Capitale. 

Karena masih relatif baru, dimana soft launching baru dilakukan pada 28 Februari 2018 lalu, belum begitu banyak pilihan produk reksa dana yang bisa dibeli melalui Tanamduit.

Berdasarkan info, saat ini baru terdapat 12 produk reksa dana yang bisa dibeli secara online, yang meliputi:

  • Reksa dana pasar uang: 5 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 3 produk
  • Reksa dana campuran: 1 produk
  • Reksa dana saham: 3 produk

Produk-produk reksa dana ini berasal dari 5 manajer investasi, yaitu: Bahana, Batavia, Manulife, Mandiri dan Trimegah.

6.XDana

Masih dikutip dari situs catatankeluargamuda, Platform XDana berada di bawah naungan PT XDana Investa Indonesia. 

Selain melakukan penjualan reksa dana, XDana juga melakukan pendekatan dari sisi perencanaan keuangan atau wealth management sehingga terus menerus bisa memberikan edukasi mengenai keuangan kepada masyarakat Indonesia.

Sebagai platform yang tergolong baru, XDana saat ini baru memasarkan 30 produk reksa dana secara online, yang meliputi:

  • Reksa dana pasar uang: 5 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 7 produk
  • Reksa dana campuran: 5 produk
  • Reksa dana saham: 12 produk
  • Reksa dana indeks: 1 produk

Semua produk reksa dana online ini merupakan produk dari 7 manajer investasi yaitu: Ciptadana, CIMP Principal, Mandiri, Bahana, AXA, Danareksa dan Maybank.

7.Invisee

Perusahaan Invisee ini bernaung dibawah PT Nusantara Sejahtera Investama, yang merupakan anak perusahaan dari Indivara Group.

Mereka juga menggandeng T-Cash (sebagai sumber dana untuk pembelian) dan GoJek (Voucher untuk pengguna gojek agar dapat membeli reksadana online via Invisee). 

Saat ini pun Invisee sudah memasarkan 23 produk reksadana dengan informasi berikut;

  • Reksa dana pasar uang: 6 produk
  • Reksa dana pendapatan tetap: 7 produk
  • Reksa dana campuran: 3 produk
  • Reksa dana saham: 6 produk
  • Reksa dana terproteksi: 1 produk

Semua produk reksa dana ini merupakan produk keluaran 4 manajer investasi: Danareksa, Insight, Mandiri dan Trimegah.

8.Tokopedia Reksadana

Saat ini, situs marketplace Tokopedia sudah mempunyai fitur investasi reksadana online mereka sendiri. 

Produk reksadana mereka hanya terdapat satu jenis yaitu Syailendra Dana Kas, yang merupakan dana pasar uang terbitan Syailendra Capital.

Investasi reksadana di Tokopedia bisa dilakukan dengan harga terjangkau dari Rp 10 ribu saja. Proses pembelian juga cepat dan mudah. 

Meskipun Tokopedia reksadana berbentuk investasi reksadana online, namun Tokopedia ingin mengoptimasi idle cash di dompet elektronik TokoCash agar bisa diinvestasikan ke reksadana dengan mudah dan dapat juga dicairkan dengan cepat. 

Idle cash ini mewujudkan instat redemption alias penjualan instan yang memungkinkan nasabah menjual kembali unit reksadana mereka tanpa perlu menunggu 1 hari.

Transaksi Online 

Pada umumnya, aturan dalam registrasi dan transaksi online adalah seperti berikut:

  • Awalnya, melengkapi formulir dan membuka rekening. Terdapat beberapa Lembaga yang mempunyai persyaratan minimum setoran awal untuk pembukaan rekening, sebagai contoh, setoran pertama sebesar Rp 500 ribu, namun ada juga yang tidak. Setelah rekening dibuka, nasabah akan mendapatkan fasilitas jual beli reksadana online.
  • Berikutnya, untuk bisa memulai trading, jika ingin melakukan pembelian, investor haruslah menyetor uang terlebih dahulu ke rekening nasabah. Proses pembelian reksadana dilakukan dengan mengambil dana dari rekening ini. Untuk transaksi jual reksadana, pencairan dana akan ditempatkan ke rekening nasabah. 
  • Terakhir, saat trading, nasabah mempunyai reksadana dan memasukkan order investasinya pada sistem online. Berdasarkan order tersebut, bank akan memindahkan dana dari rekening nasabah menuju rekening reksadana. 

Maksimum adalah tujuh hari kerja setelah transaksi (T+7), kepemilikan reksadana efektif, yang bisa dilihat di laporan investasi yang disediakan secara online. 

Tips Memilih Platform Reksadana Online di Indonesia

Saat hendak memilih reksadana online untuk melakukan investasi, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa poin penting seperti berikut:

  1. Fasilitas Auto-Invest

Fasilitas ini akan mempermudah investasi rutin, kemudian Anda tidak perlu melakukan order setiap bulan, karena dengan perintah satu kali diawal saja, sisanya, pihak pengelola yang akan menjalankannya secara otomatis setiap bulan. Tugas nasabah adalah memastikan dana tersedia dengan cukup di rekening sebelum tanggal jadwal transaksi. 

  1. Registrasi dan Transaksi Mudah

Internet memang mempermudah banyak hal, termasuk dalam berinvestasi di reksadana, Anda tidak perlu lagi mengunjungi kantor cabang untuk membuka rekening untuk pertama kalinya, Anda juga tidak perlu datang kembali ke kantor saat ingin membuka reksadana yang baru. 

Kemudahan lainnya yang diberikan korporasi reksadana online yang baik adalah top-up investasi bisa dilakukan via online. 

  1. Minimum Investasi Kecil

Persyaratan dengan minimum investasi yang kecil adalah sangat bermanfaat, oleh karena itu siapapun bisa memulai berinvestasi terlepas dari kondisi keuangan mereka. 

  1. Banyak Opsi Reksadana dan Manajer Investasi

Pilih platform yang mempunyai opsi berlimpah untuk manajer investasi dan reksadana. Dengan demikian, produk yang dijual tidak hanya keluaran satu manajer investasi saja. 

Karena ada banyak opsi, produk yang bervariasi dari segi strategi, karakter dan tingkat risiko juga tidak sama, dan hal ini baik untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang berbeda. 

  1. Alat untuk Memilih Reksadana

Pilih reksadana online yang menyediakan nasabahnya fitur data dan riset lengkap secara bebas biaya. 

Sebagai contoh, data untuk melakukan filter, membandingkan, menggolongkan reksadana sesuai profil risiko investasi (konservatif, moderat, moderat konservatif, moderat, moderat agresif dan agresif. 

  1. Jaminan Keamanan 

Sistem transaksi yang dilakukan online mewajibkan perlindungan jaminan yang lebih aman dan terpercaya. Pastikan sertifikasi sistem, koneksi pengiriman data sudah dienkripsi dan mengikuti metode yang digunakan bank besar di dunia untuk menjamin keamanan transaksi internet banking. 

Saat menggunakan RDI (rekening dana investor), itu adalah rekening bank khusus yang dibuat atas nama investor sebagai penyimpan dana tunai yang kemudian digunakan untuk menyelesaikan transaksi. 

Setiap unit penyertaan reksadana akan disimpan dan dicatat pada bank custodian, bukan di pengelola reksadana. 

  1. Biaya Transaksi Murah

Biaya yang dikenakan dari reksadana online pada umumnya lebih murah karena proses mereka lebih singkat dan efisien. Carilah platform yang menyediakan layanan bebas biaya untuk transaksi membeli dan menjual. 

Murahnya biaya transaksi dapat membuat investor dengan mudah menukar produk reksadana yang tidak sesuai harapan mereka. Jika biaya transaksinya mahal, kita jadi ragu saat harus menukar reksadana yang tidak sesuai keinginan kita. 

Manfaat Berinvestasi di Reksadana

  1. Keamanan dan Transparansi

Investasi reksadana sudah pasti terjamin keamanannya karena aset disimpan oleh Bank Kustodian yang di verifikasi OJK, Bank Kustodian bekerja sama dengan Manajer Investasi untuk mengurus administrasi, pencatatan transaksi, pengawasan dan penyimpanan aset. 

  1. Kebebasan dan Diversifikasi

Tidak perlu terjun secara langsung saat perlu mengurus dana investasi, dana Anda akan tertanam di reksadana dan di-diversifikasi serta dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman. Reksadana biasanya melakukan investasi pada beberapa perusahaan dan industri. 

Ini membantu Anda mengurangi risiko jika ada satu perusahaan yang gagal. Diversifikasi dapat dilakukan dengan modal kecil, ini adalah keuntungan utama dari investasi reksadana. 

  1. Keuntungan Investasi dan Bebas Pajak

Jika iklim ekonomi sedang dalam kondisi ideal, investasi di reksadana bisa memberikan keuntungan lebih dengan peningkatan nilai unit penyertaan yang positif dan pesat. Selain itu, hasil penjualan unit beserta profit bukanlah objek pajak.

  1. Terjangkau dan Likuid

Kebanyakan reksadana tidak membutuhkan nominal investasi tinggi saat pertama kali memulai maupun pembelian berikutnya. Selain itu, investor reksadana bisa dengan mudah mendapatkan kembali saham mereka kapan saja sesuai dengan Net Asset Value (NAV) terkini dengan biaya redemption. 

Risiko Berinvestasi di Reksadana

  1. Pembayaran Dividen atau Bunga

Di reksadana, Anda bisa saja kehilangan seluruh atau sebagain uang yang diinvestasikan karena sekuritas yang dipegang oleh reksadana dapat turun nilainya secara drastis dalam waktu yang cepat. Pembayaran dividen atau bunga juga dapat berubah karena situasi pasar yang tidak menentu. 

  1. Histori tidak selamanya Tepat 

Kinerja masa lampau reksadana tidak selalu akurat seperti yang investor perkirakan, karena kinerja masa lalu tidak memprediksi pengembalian di masa mendatang. 

Tetapi kinerja di masa lalu dapat memberi tahu Anda seberapa fluktuatif atau stabil dana selama periode waktu tertentu. Semakin fluktuatif reksadana, semakin tinggi risiko investasi. 

  1. Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Risiko lain yang mungkin akan dihadapi oleh masyarakat pemodal adalah berkurangnya nilai unit penyertaan. Ini disebabkan oleh turunnya harga dari efek saham, obligasi atau surat berharga lainnya yang masuk ke dalam portofolio reksadana, namun biasanya bisa diminimalisir oleh manajer investasi. 

  1. Likuiditas

Risiko tambahan termasuk likuiditas, ini hanya akan terjadi jika banyak investor melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang mereka miliki. Kondisi tersebut akan menyulitkan manajer investasi karena harus mempersiapkan uang tunai atas aksi redemption.  

Bagaimana Langkah Memulai Bisnis Reksadana

  1. Mengevaluasi Tujuan Investasi Anda

Apa sebenarnya tujuan utama dari investasi reksadana? Tujuan investasi bisa digunakan menjadi patokan dalam menentukan reksadana yang sesuai dengan Anda setelah mengetahui jangka waktu investasi dan juga profil risiko Anda. 

  1. Memahami Toleransi Risiko Anda

Sebelum memilih dana, Anda harus memiliki gagasan yang baik tentang seberapa besar risiko yang dapat Anda toleransi.

Yang dimaksud dengan toleransi risiko adalah ukuran seberapa besar fluktuasi (volatilitas — naik turun) atau risiko pasar yang dapat Anda tangani atau hadapi. 

Misalnya, jika Anda menjadi sangat cemas ketika nilai akun USD 10.000 Anda turun 10% (menjadi USD 9.000) dalam periode satu tahun, toleransi risiko Anda relatif rendah — Anda tidak dapat mentolerir investasi berisiko tinggi.

  1. Menentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengetahui profil risiko, Anda bisa menentukan jangka waktu investasi yang tepat. Investasi reksadana pada umumnya membutuhkan waktu yang tidak sama. Ada yang kurang dari satu tahun, 3 tahunan, 5 tahunan sampai ada yang lebih dari 5 tahun. 

Jika jangka waktu Anda kurang dari satu tahun, pilih reksadana pasar uang yang berinvestasi pada instrument pasar uang seperti deposito maka risiko Anda lebih rendah dan stabil. 

Jika jangka waktu Anda 3 tahunan, Anda bisa berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap. 

Untuk jangka waktu selama 3-5 tahun, bisa melakukan investasi reksadana campuran. Untuk yang memiliki jangka waktu 5 tahun, reksadana saham bisa menjadi pilihan Anda. 

  1. Membeli Reksadana dan Mencari Manajer Berkualitas

Ketika Anda siap untuk berinvestasi reksadana, terdapat beberapa cara umum untuk bisa membeli reksadana pertama Anda. 

Anda mempunyai 3 pilihan populer misalnya seperti membeli melalui broker, perusahaan reksadana ataupaun rencana pensiun.

Perusahaan manajemen investasi atau yang biasa kita sebut dengan manajer investasi adalah pihak yang mengelola dan menginvestasikan dana masyarakat ke dalam instrument investasi dalam bentuk reksadana. 

Agar menghasilkan reksadana terbaik, manajer investasi akan mengelola dana berdasarkan Analisa keuangan dan Analisa pasar secara menyeluruh. Pilihlah manajer yang mempunyai reputasi baik dan memiliki tim investasi yang lengkap beserta proses investasi terstruktur dan bertanggung jawab. 

  1. Mencari Tahu Bagaimana Uang Anda dikelola

Keterangan tertulis di prospektus reksadana dapat memberikan informasi mengenai proses uang Anda dikelola, siapa yang menanganinya dan informasi detil lain mengenai produk. 

Agar bisa mengetahui kinerja historis dan rangkuman mengenai produk reksadana, bacalah Fund Fact Sheet dan Product Card reksadana tersebut. 

  1. Periksa Biaya Pajak Tersembunyi

Ada pajak reksadana yang sedikit diketahui yang dapat menyebabkan Anda berutang dalam jumlah besar bahkan jika Anda kehilangan uang berinvestasi dalam reksadana.

Reksadana bisa menjadi sangat besar dari waktu ke waktu. Jika ada krisis investasi, banyak investor akan mulai membuang kepemilikan mereka, menyebabkan penjualan luas dari investasi yang lebih besar untuk menyediakan uang tunai yang diperlukan untuk membayar para investor yang menguangkan. 

Ini memicu pajak capital gain, yang dapat berdampak buruk bagi investor.Kebanyakan investor pemula tidak tahu bagaimana ini bekerja, atau bahkan bagaimana cara mengenali potensi bahaya ini. 

Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat dengan pajak reksadana sebelum mempertimbangkan investasi reksadana.

  1. Kenali Biaya Lain dari Reksadana

Pikirkan biaya unit penyertaan (subscription fee), biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee) dan biaya transfer bank terkait. 

Semua biaya diatas bervariasi dan ditetapkan oleh agen penjual efek reksadana yang bersangkutan. Pastikan tidak ada biaya yang melampaui apa yang sudah tertera dalam prospektus. 

  1. Tidak Terpaku Pada Sejarah Lampau

Meskipun ini tampak seperti ide yang baik untuk hanya membeli saham reksadana yang memiliki performa masa lalu yang baik, namun tidak tepat untuk menjadikan hal ini sebagai pegangan utama. Reksadana adalah jenis investasi yang unik.

Sebagai contoh, manajer portofolio berubah meskipun nama dana tetap sama. Jika seseorang baru mengelola uang Anda, Anda mungkin tidak menyadarinya. 

Demikian juga, aset dana tumbuh, membuatnya lebih sulit untuk menempatkan uang untuk bekerja karena jagat investasi potensial menyusut.

  1. Tentukan Dimana Anda Membeli Reksadana

Pilih perusahaan manajer investasi yang berpengalaman dengan track record terpercaya. Meskipun pada poin sebelumnya kami menyarankan untuk tidak terpaku dengan sejarah catatan lampau, tidak berarti Anda menutup mata untuk perusahaan yang memiliki kinerja baik. 

Pada akhirnya pilihan selalu berada di tangan Anda. 

Pengaduan Reksadana

Saat Anda mempunyai komplain atau pengaduan yang harus disampaikan karena masalah reksadana, manajer investasi harus bertanggung jawab atas pengaduan Anda sebagaimana yang sudah dinyatakan dalam peraturan OJK. 

Terdapat tiga poin yang perlu diatur oleh manajer investasi dan dicantumkan dalam prospektus reksadana mengenai pengaduan yaitu; penyampaian pengaduan, mekanisme penyelesaian pengaduan dan penyelesaian pengaduan.

  1. Penyampaian Pengaduan

Pengaduan disampaikan kepada manajer investasi, yang wajib diselesaikan oleh manajer investasi dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam prospectus reksadana. 

Pengaduan yang berkaitan dengan fungsi bank custodian, manajer investasi akan menyampaikannya kepada bank custodian, dan Bank custodian wajib menyelesaikan pengaduan dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam prospectus reksadana. 

  1. Mekanisme Penyelesaian Pengaduan

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan melayani dan menyelesaikan adanya pengaduan Pemegang Unit Penyertaan. Penyelesaian pengaduan yang dilakukan oleh Bank Kustodian wajib ditembuskan kepada Manajer Investasi.

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan Pemegang Unit Penyertaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan.

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian dapat memperpanjang jangka waktu sebagaimana dimaksud diatas sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam SEOJK Tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Perpanjangan jangka waktu penyelesaian pengaduan sebagaimana dimaksud poin diatas akan diberitahukan secara tertulis kepada Pemegang Unit Penyertaan yang mengajukan pengaduan sebelum jangka waktu berakhir

Manajer Investasi menyediakan informasi mengenai status pengaduan Pemegang Unit Penyertaan melalui berbagai sarana komunikasi yang disediakan oleh Manajer Investasi antara lain melalui website, surat, email atau telepon.

  1. Penyelesaian Pengaduan

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian dapat melakukan penyelesaian pengaduan sesuai dengan ketentuan internal yang mengacu pada ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam SEOJK Tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Dalam hal tidak tercapai kesepakatan penyelesaian Pengaduan sebagaimana dimaksud di atas, Pemegang Unit Penyertaan dan Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan melakukan Penyelesaian Sengketa. 

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai reksadana online. Semoga bermanfaat dan kami berharap Anda dapat menemukan reksadana terbaik untuk kebutuhan dan sesuai preferensi masing-masing nasabah. Salam hangat dan sukses selalu. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar