Cryptoharian – Berdasarkan data dari Coingecko, harga Bitcoin (BTC) telah jatuh di bawah angka US$ 65.000 pada tanggal 21 Juni. Angka ini merupakan titik terendah yang pernah tercapai dalam lebih dari sebulan. Melansir dari cointelegraph.com, Bitcoin turun dari harga pembukaan US$ 64.840 ke titik terendah US$ 63.451.
Ini merupakan pertama kalinya sejak 15 Mei Bitcoin diperdagangkan di bawah US$ 64.000. Sedangkan pada 21 Mei, kripto utama tersebut juga sempat mencapai titik tertinggi US$ 71.980, karena antusiasme terhadap persetujuan dana perdagangan bursa (ETF) Ether (ETH) spot.
Lantas apa yang menyebabkan penurunan Bitcoin yang berkelanjutan ini?
1. Penarikan Dana dari ETF Bitcoin Spot
Salah satu alasan utama penurunan harga Bitcoin adalah sentimen negatif di kalangan investor, terutama dalam ETF Bitcoin Spot. Investor menarik modal mereka dari ETF ini selama beberapa hari berturut-turut. Pada 19 Juni, ETF Bitcoin Spot di AS telah mencatat arus keluar selama 5 hari berturut-turut, dengan total withdrawal sebesar US$ 900 juta dalam waktu seminggu.
Dari data yang dihimpun oleh SoSoValue, 10 ETF yang terdaftar kehilangan sekitar US$ 140 juta pada 20 Juni, Arus keluar ini dipimpin oleh GBTC dari Grayscale, dengan total capaian US$ 53,1 juta, diikuti oleh FBTC dari Fidelity dengan US$ 51,1 juta.
Di sisi lain, ada juga VanEck yang mengalami arus keluar bersih sebesar US$ 4 juta, dan dana dari Invesco serta Galaxy Digital masing-masing mencatat arus keluar bersih US$ 2 juta. IBIT dari BlackRock adalah satu-satunya ETF dengan arus masuk bersih sebesar US$ 1,5 juta.
Berita Bitcoin Hari Ini: Michael van de Poppe: Bitcoin Akan Turun Lebih Dalam!
2. Penurunan Aktivitas Jaringan Bitcoin
Faktor kedua yang menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin, yakni kurangnya permintaan akibat menurunnya aktivitas jaringan. Data dari Glassnode menunjukkan bahwa alamat aktif harian di jaringan Bitcoin turun sebesar 35 persen, yakni dari 971.789 pada 4 April menjadi 632.620 pada 20 Juni.
Salah satu analis papan atas yakni Ali Martinez, menyebut bahwa volume aliran masuk Bitcoin ke bursa telah menurun dalam 3 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan penurunan minat investor pada Bitcoin dan penggunaan jaringan yang berkurang.
3. Bitcoin Kehilangan Level Kunci
Jika kita melihat dari perspektif teknis, turunnya harga Bitcoin merupakan bagian dari koreksi lebih luas, yang dimulai setelah mendapatkan reject dari level resistensi US$ 72.000 pada 7 Juni. Selama penurunan ini, BTC kehilangan level support kunci, termasuk EMA 50 dan 10 hari pada US$ 66.724 dan US$ 66.594.
Sementara itu, EMA 200 hari (US$ 64.294) menjadi garis pertahanan terakhir bagi Bitcoin. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin sedang melanggar dukungan yang disediakan oleh EMA 200 hari, dengan peningkatan volume perdagangan harian sebesar 15 persen.
Untuk saat ini, level harga yang bisa anda perhatikan adalah US$ 60.000 di sisi bawah, dengan titik paling rendah di angka US$ 56.500.
Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, mohon simak disclaimer di bawah artikel.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


