CryptoHarian
The Fed Tahan Suku Bunga Bitcoin Terkoreksi

The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Terkoreksi

Cryptoharian – Keputusan The Fed tahan suku bunga sempat memberi dorongan bagi pasar kripto. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena Bitcoin kembali terkoreksi setelah mendekati level US$65.000.

Platform analitik on-chain Santiment Intelligence menilai aset berisiko awalnya merespons positif keputusan Federal Reserve yang kembali mempertahankan suku bunga.

Menurut Santiment, pasar sebelumnya masih memperkirakan sekitar 25 persen peluang kenaikan suku bunga. Ketika kenaikan itu tidak terjadi, sentimen terhadap kripto sempat membaik.

“Kripto merespons keputusan jeda suku bunga dengan cukup baik pada awalnya. Namun setelah Bitcoin kembali mendekati US$65.000, harga kemudian turun lagi ke sekitar US$63.500,” tulis Santiment.

The Fed Tahan Suku Bunga tapi Reli Cepat Pudar

Respons awal pasar menunjukkan bahwa keputusan The Fed mengurangi salah satu risiko makro yang sebelumnya membayangi aset digital. Suku bunga yang tidak naik berarti biaya pinjaman tidak bertambah, sehingga tekanan terhadap aset berisiko ikut berkurang.

Namun, Santiment menilai keputusan tersebut belum cukup menjadi pendorong utama reli Bitcoin dalam jangka panjang. Setelah sempat mendekati US$65.000, harga justru kembali bergerak turun ke sekitar US$63.500.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar kripto tidak hanya bergerak mengikuti keputusan suku bunga. Ekspektasi sebelum pengumuman, posisi investor, dan aksi ambil untung juga ikut menentukan arah harga.

Dengan kata lain, keputusan The Fed tahan suku bunga menjadi kabar positif, tetapi tidak otomatis menciptakan reli yang berkelanjutan.

Reaksi Berbeda dari FOMC Juni

Santiment membandingkan reaksi terbaru ini dengan keputusan Federal Open Market Committee pada 17 Juni. Saat itu, suku bunga juga dipertahankan.

Pasar sempat menyambut keputusan tersebut secara positif. Namun, optimisme cepat hilang setelah pengumuman resmi keluar.

Menurut Santiment, banyak pelaku pasar telah membeli Bitcoin sebelum keputusan diumumkan. Pola ini dikenal sebagai strategi “buy the rumor, sell the news.”

Setelah keputusan FOMC Juni, Bitcoin kehilangan momentum dan terkoreksi sekitar 9 persen dalam dua minggu berikutnya. Aksi ambil untung menjadi salah satu faktor yang menekan harga.

Perbandingan itu menunjukkan bahwa keputusan suku bunga yang sama dapat menghasilkan reaksi pasar yang berbeda, tergantung posisi investor sebelum pengumuman.

Pertemuan April Jadi Respons Terkuat

Santiment juga menyoroti pertemuan FOMC pada 29 April. Pada periode itu, rapat masih dipimpin Jerome Powell dan respons pasar disebut paling positif dibandingkan dua keputusan suku bunga berikutnya.

Komentar Powell yang dinilai lebih lunak terhadap kondisi likuiditas mendorong optimisme investor. Dalam sepekan setelah pertemuan tersebut, Bitcoin disebut naik sekitar 9 persen hingga mencapai kisaran US$82.500.

Kenaikan itu berbeda dari respons pada Juni dan keputusan terbaru. Pada April, pasar tidak hanya merespons keputusan bunga, tetapi juga membaca nada komunikasi bank sentral sebagai sinyal yang lebih ramah terhadap likuiditas.

Santiment menilai hal ini penting karena pasar kripto sangat sensitif terhadap narasi likuiditas. Ketika investor melihat ruang likuiditas lebih longgar, aset berisiko cenderung mendapat dorongan lebih besar.

Baca Juga: Hoskinson Tuduh Ripple ‘Main Aman’ Lewat CLARITY Act

Kripto Masih Butuh Katalis Baru

Keputusan The Fed tahan suku bunga memang menghapus skenario kenaikan bunga yang sebelumnya dikhawatirkan sebagian investor. Namun, Santiment menilai Bitcoin masih membutuhkan katalis baru agar reli dapat berlanjut.

Salah satu fokus berikutnya adalah CLARITY Act, rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital.

Menurut Santiment, arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan dapat dipengaruhi oleh perkembangan regulasi tersebut. Kepastian hukum yang lebih jelas berpotensi memperbaiki sentimen terhadap pasar kripto.

Sebaliknya, apabila proses regulasi tersendat atau hasilnya tidak sesuai harapan pelaku industri, tekanan terhadap pasar dapat kembali muncul.

CLARITY Act Jadi Perhatian Investor

CLARITY Act menjadi penting karena investor kripto selama ini mencermati arah kebijakan Amerika Serikat terhadap aset digital. Regulasi yang lebih jelas dapat membantu pelaku pasar menilai risiko hukum, klasifikasi aset, dan ruang gerak perusahaan kripto.

Bagi investor institusional, kepastian regulasi sering menjadi salah satu pertimbangan sebelum menambah eksposur. Karena itu, pembahasan CLARITY Act dapat menjadi faktor yang ikut menentukan sentimen pasar.

Santiment menilai katalis regulasi kini mulai mengambil peran lebih besar setelah keputusan suku bunga keluar. Pasar tidak lagi hanya menunggu arah The Fed, tetapi juga mencari pemicu baru dari sisi kebijakan aset digital.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin dapat tetap bergerak volatil. Kabar positif soal regulasi bisa mendorong harga, sementara hambatan politik atau isi aturan yang mengecewakan dapat menekan sentimen.

Bitcoin Tetap Dipengaruhi Faktor Makro

Analisis Santiment menunjukkan bahwa keputusan The Fed tahan suku bunga masih menjadi faktor penting bagi pasar kripto. Namun, respons harga Bitcoin tidak selalu sama pada setiap keputusan The Fed.

Ekspektasi investor sebelum pengumuman sering kali sama pentingnya dengan keputusan itu sendiri. Jika pasar sudah lebih dulu membeli sebelum kabar keluar, ruang kenaikan setelah pengumuman bisa menjadi terbatas.

Aksi ambil untung juga dapat membuat reli cepat pudar. Hal itu terlihat ketika Bitcoin turun lagi setelah mendekati US$65.000.

Ke depan, fokus pasar kemungkinan bergeser ke arus investasi institusional, perkembangan regulasi, kondisi likuiditas, dan permintaan aset digital.

Dalam analisis terbaru Santiment, keputusan The Fed tahan suku bunga sempat mengangkat kripto, tetapi Bitcoin kembali turun dari dekat US$65.000 ke sekitar US$63.500 setelah dorongan awal pasar memudar.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)