Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan di awal pekan ini, dengan kinerja dari US$ 84.500 pada 17 Maret menjadi US$ 81.300. Penurunan ini kemungkinan besar disebabkan oleh aksi jual menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18-19 Maret.
Melansir dari cointelegraph.com, setiap kali FOMC bertemu membahas kebijakan moneter Amerika, pasar keuangan, termasuk kripto cenderung bergejolak. Para investor dan trader biasanya mengurangi resiko sebelum pengumuman penting dari The Fed, yang dapat berdampak besar pada harga aset.
FOMC bertanggung jawab menentukan suku bunga dan kebijakan moneter Amerika, yang berpengaruh langsung pada likuiditas pasar. Jika suku bunga naik atau tetap tinggi, aset beresiko seperti Bitcoin sering kali mengalami tekanan jual. Sebaliknya, jika ada indikasi pemotongan suku bunga, pasar cenderung merespon positif.
Sejak awal 2024, Bitcoin beberapa kali turun setelah FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Namun, ada pengecualian seperti kenaikan harga Bitcoin pada 2024 bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot. Selain itu, ketika The Fed memangkas suku bunga pada September dan November 2024, harga Bitcoin sempat melonjak.
Namun, pemotongan suku bunga pada Desember 2024 tidak menghasilkan efek yang. Saat itu, The Fed hanya menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,50 persen – 4,75 persen yang justru menjadi titik tertinggi sementara bagi Bitcoin di angka US$ 108.000.
Baca Juga: 5 Airdrop Kripto Potensial yang Bisa Kalian Klaim Dalam Waktu Dekat
Apa yang Berbeda Kali Ini?
Biasanya menjelang pertemuan FOMC, open interest Bitcoin yang merupakan jumlah kontrak derivatif yang belum diselesaikan, menunjukkan penurunan. Akan tetapi kali ini terjadi pola yang berbeda.
Meskipun harga Bitcoin turun dalam beberapa hari terakhir, open interest tetap tinggi. Ini mengindikasikan bahwa trader mungkin telah mengambil posisi tertentu, untuk mengantisipasi hasil dari FOMC. Beberapa spekulan beranggapan bahwa The Fed tidak akan memberikan kejutan besar dan pasar mungkin tidak bereaksi sekuat biasanya.
Hal lain yang menarik adalah pergerakan ETF Bitcoin spot. Biasanya, investor ETF cenderung menjual kepemilikan Bitcoin mereka sebelum pengumuman FOMC. Namun, pada 17 Maret ETF Bitcoin justru mencatat arus masuk sebesar US$ 275 juta.
Pengumuman FOMC pada hari ini akan menjadi penentu arah pasar dalam waktu dekat. Jika The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25 persen – 4,50 persen tanpa memberikan sinyal pemotongan dalam waktu dekat, Bitcoin bisa terus melemah. Sebaliknya, jika ada indikasi bahwa pemotongan suku bunga akan segera terjadi, harga Bitcoin bisa kembali menguat.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








